Dipindahkan Sumber Air Dari Mila Ke Kamudi, Direktur, Pastikan Beberapa Hari Kedepan Air PDAM Kembali Normal Tanpa Aroma Bau.

Foto, Direktur PDAM Dompu, H. Didi Wahyudi, SE berserta jajarannya, saat menerima kunjungan Kepala BPPW Mataram di ruang pertemuan PDAM Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu terus berupaya memaksimalkan pelayanan air untuk masyarkat khususnya pelanggan.

 

Dengan artenatif memindahkan jalur pengambilan Air PDAM dari Dam Mila dipindahkan Kembali ke sumber Air Kamudi, sehingga Air dapat dinikmati oleh pelanggan dengan normal

 

Langkah ini, menyusul adanya keluhan dari pelanggan terkait kondisi air yang beraroma bau dalam beberapa waktu terakhir ini,

 

Tetapi itu tidak semua Desa/Kelurahan. hanya dibeberapa titik saja, air yang bersumber dari Mila itu mengalami bau akibat segmentasi yang sudah lama,” jelas Direktur PDAM Dompu, H. Didy Wahyudi, SE, pada awak media diruang kerjanyap, Selasa, 28/04/26.

 

Direktur PDAM Dompu, menjelaskan bahwa kami sudah melakukan persiapan2 dan perbaikan2 jaringan yang dulunya sudah di bawa banjir”.jadi kita bergerak ini sudah satu minggu berjalan,” tuturnya.

 

Oleh sebab itu, Direktur PDAM memastikan bahwa beberapa hari kedepan, kita sudah kembali memakai Air yang bersumber dari Kamudi,” dan Insyaallah, beberapa hari kedelapan air nya kembali normal tanpa aroma bau lagi,” paparnya.

 

Sedangkan sumber air yang bersumber dari Mila sementara kita stopkan dulu, Karena air endapan yang ada di Dam Mila ini butuh proses yang panjang.

 

Dan sembari menunggu Program perbaikan Dan mila dari BPPW Mataram,” kita akan kembali menggunakan Air Kamudi, untuk kepentingan pelanggan kita yang ada di Dompu Barat, mulai dari kandai dua sampai ke Desa Nowa,” ungkap Direktur.

 

Direktur PDAM, mengungkapkan bahwa tadi, kita didatangi oleh Kepala BPPW Mataram/Bagian Penanganan Air, membahas tentang persiapan Air Mila akan dibuatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA), di jalur Mila ini yang berkapasitas 50 liter/detik,

 

Walaupun Air sudah tersedia 100 liter/detik, tetapi kita tetap pakai dulu 50 liter/detik, biar ada keseimbangan ketersediaan sambungan rumah (SR) nya,

 

Karena 50 liter/detik ini kita perlukan SR paling sedikitnya 5000 SR atau 7000 SR yang harus tersedia, itu untuk Mila nya nanti, sembari menunggu Program Pemerintah yang akan meremajakan pipa transmisi di wilayah Dompu dan Kecematan Woja,” kata H. Didi.

 

Dimana BPPW sudah merancang program untuk penambahan IPA dan sudah berjanji akan membantu membuatkan IPA yang representatif,” IPA yang memberikan Air yang berkualitas baik yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan baik, rencana akan dibuat di wilayah Desa Rababaka, ” terangnya penuh optimis.

 

Meskipun sudah ada desain Upl/Ukl yang direncanakan untuk pembuatan IPA diatas bukit, Menurutnya, H. Didi, perlu ada pembiayaan terhadap operasional listrik, karena ada pompa booster yang dipasang untuk mendorong Air dari Mila yang memang Elevasinya lebih rendah dari bukit yang ada.

 

Saya menyarankan kepada BPPW tadi, agar pembuatan IPA ini jangan di wilayah yang sekarang ini, wilayah yang tertuang dalam Upl/Ukl ini, karena tingkat elevasinya yang dikhawatirkan akan menjadi beban biaya yang tinggi bagi PDAM itu kedepannya,” pungkasnya.

 

Oleh karena itu, Kata H. Didi, artenatifnya, kita harus mencari lokasi IPA yang tepat, yang mampu mendistribusikan air masing-masing ke pelanggan (sambungan rumah) dengan baik.” Ini untuk milanya,” pintanya.

 

Untuk itu, Direktur PDAM Dompu menegaskan bahwa pelayanan air menjadi skala perioritas.

 

Hal-hal yang menjadi keluhan pelanggan, insyaallah akan terjawab di pindahkan lokasi pengambilan sumber air yang kita olah ini, kedepannya PDAM akan tetap memberikan yang terbaik,” ujar mantan anggota DPRD Dompu 4 periode ini.

Penulis IW 

 

image_pdfimage_print