Rutin Pemeliharaan, Habiskan Anggaran Negara Miliaran, Saluran Irigasi Sekunder Bendungan Tanju Diduga Tidak Berfungsi Sejak Diresmikan Tahun 2019.
Foto, Bendungan Tanju dan Saluran Irigasi Sekunder.
Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Sistem saluran irigasi Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu memiliki total panjang jaringan sepanjang 48 km yang mencakup sisi kanan dan kiri. Infrastruktur ini dirancang untuk menyalurkan air secara optimal guna mengairi Daerah Irigasi (DI) Tanju seluas \(2.242\) hektare.
Namun, Infrastruktur saluran sekunder Bendungan Tanju mengalami masalah teknis yang menyebabkan aliran air tidak berfungsi hingga ke lahan pertanian. Permasalahan ini dipicu oleh kerusakan fisik pada saluran yang menyebabkan kehilangan air serta masalah sedimentasi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait terus memprioritaskan perbaikan saluran sekunder dan tersier agar dapat mendistribusikan air dengan baik ke area persawahan dengan menggelontorkan anggaran negara miliaran hampir setiap tahunnya.
Akan tetapi, menjadi pertanyaan besar masyarakat kabupaten Dompu! karena saluran irigasi sekunder yang perbaiki tersebut tetap tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat petani sejak diresmikannya tahun 2019 sampai saat ini yang terkesan sia-sia,
Hal itu, diungkapkan oleh koordinator Kualisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) NTB, Syamsul Anhar, SPd, pada awak media, di taman kota Dompu, Kamis, 28/05/26.
Koordinator Kompak NTB, mengungkapkan bahwa bendungan tanju dengan jaringan irigasi yang sejak lama di bangun, namun belum pernah dimanfaakan oleh masyarakat petani.
Dimana terlihat pada saluran sekunder sebelah kiri dari arah hilir, sudah ketutup sedimentasi, namun pemerintah BBWS NT1, selalu melakukan pemeliharaan normalisasi dengan pengerukan setiap tahunnya,
“Bukan main, menghabiskan anggaran negara miliaran untuk pemeliharaan yang tidak berguna yang berdampak pada kerugian negara,” ungkapnya serius
Oleh karena itu, kata Syamsul Anhar, patut dipertayakan terkait pemanfaatan air di waduk bendungan tanju, jika belum juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani sampai saat ini,
Dan menjadi pertanyaan, kenapa dipaksakan di bangun! dan pada akhirnya pemerintah terus menggelontorkan anggaran besar hanya untuk menjaga atau pemeliharaan?
“Maka kuat dugaan bahwa pembangunan tersebut dijadikan sarana Konspirasi jahat bagi oknum2 terkait dalam meraih keuntungan besar terhadap anggaran negara,” tegas Anhar.
Untuk itu, Koordinator Kompak NTB menuntut pihak BBWS NT1, agar bertanggung jawab, dalam hal ini PPK OP yang menangani hal tersebut
Anhar juga mendesak kementerian terkait agar segera melakukan evaluasi terhadap pembangunan tersebut.
Selain itu, Anhar meminta kepada para Auditor untuk segera melakukan audit Investigasi terhadap pembangunan tersebut, karena terdapat dugaan kerugian negara yang sangat fantastis.
“Wajib di Audit, alih-alih mendukung program pangan nasional, malah dijadikan ladang bagi2 cuan oleh oknum2 yang terlibat dalam pembangunan tersebut,” ucapnya penuh sinis.
Diakhir, Koordinator Kompak NTB, mengingatkan kepada kementerian terkait, agar jangan lagi ada pembangunan saluran irigasi sekunder ataupun pemeliharaan.
“Karena hanya akan menghamburkan anggaran negara saja, selama saluran irigasi sekunder tidak berfungsi,” ujarnya.
Senada juga dikeluhkan masyarakat petani Dompu, bahwa pembangunan tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian para petani.
“Padahal pembangunan tersebut sudah lama di bangun, tapi hanya dijadikan pemandangan saja,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Masyarakat Petani Dompu meminta kepada pihak BBWS NT1, untuk segera mengungsikan saluran sekunder Bendungan Tanju tersebut, agar petani dapat memanfaatkannya.
“Itu yang menjadi harapan besar kami petani, ” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum dapat dimintai keterangannya.
Penulis IW








