Bertahun-tahun Tidak Di Pagari, Kepsek, Harap Pemprov Dan Pusat, Untuk Realisasikan Pagar SMAN 2 Woja Demi Kenyamanan Dan Keamanan.

Foto, Kepala Sekolah SMAN 2 Woja, Ardiansyah, SPd 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Dalam rangka meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan sekolah, salah satu yang menjadi perioritas adalah pagar sekolah.

 

Sebagai upaya untuk melindungi area sekolah, siswa, guru, serta aset investasi dari gangguan pihak luar, pencurian, atau orang asing yang keluar-masuk tanpa izin.

 

Selain itu, pagar sekolah juga menjadi batas yang jelas antara area institusi pendidikan dan lingkungan atau jalan umum. Disamping pengawasan Kedisiplinan, yakni membantu pihak sekolah mengontrol keluar-masuknya peserta didik agar tidak membolos atau meninggalkan lingkungan sekolah pada jam pelajaran.Kenyamanan Belajar

 

Dan meredam gangguan dari luar seperti kebisingan jalan raya atau aktivitas masyarakat sekitar yang bisa mengganggu konsentrasi kelas.Estetika dan Kerapian: Meningkatkan keindahan, kebersihan, serta citra visual tata ruang lingkungan sekolah.

 

Seperti halnya SMAN 2 Woja di Kabupaten Dompu, dimana kondisi sekolah saat ini tidak di pagari dengan permanen yang sangat dikhawatirkan akan menggangunya proses belajar mengajar dan keamanan aset sekolah itu sendiri.

 

Foto, Kepala Sekolah, Ardiansyah, SPd bersama Guru di halaman sekolah SMAN 2 Woja 

 

Hal itu, dikeluhkan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Dompu, Ardiansyah, SPd, yang mengungkapkan bahwa sekolah ini sudah bertahun-tahun tidak di pagari.

 

Kami sangat cemas dengan kondisi sekolah yang tidak punya pagar tembok,” kata Kepsek Ardiansyah pada awak media, di halaman sekolah SMAN 2 Woja, Rabu, 29/07/26, pagi tadi.

 

Lebih lanjut, Kepsek mengutarakan bahwa keberadaan pagar sangat dibutuhkan oleh sekolah, karena memiliki menyangkut keamanan, kenyamanan, baik sarana prasarana maupun warga sekolah,

 

Terutama mengantisipasi peserta didik yang keluar masuk tidak pada melalui pintu utama sekolah atau bolos.

 

Apalagi saat ini marak terjadi tawuran pelajar bahkan kasus pemanahan yang melibatkan anak-anak sekolah, ini yang perlu kami jaga dan hindari, dengan kondisi pagar seperti itu,” jelasnya penuh prihatin.

 

Oleh karena itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Woja, berharap semoga atasan kami yaitu pemerintah, baik pemerintah Provinsi maupun Pusat untuk sekiranya dapat merealisasikan pagar sekolah guna mendukung proses belajar mengajar yang kondusif.

 

Karena hanya dipagari dengan kayu dan kawat, namun itupun tidak bertahan lama, dan harus diganti atau diperbaiki tiap tahun, semenjak didirikan sekolah ini,” ujar kepsek penuh harap.

Penulis IW 

 

image_pdfimage_print