Terkesan Tertutup, LSM Sumea Soroti Minimnya Keterlibatan Warga Lokal Pada Aktivitas Tambang Emas PT. INTAM
Foto, Ketua LSM Sumea, Yosi Larian, S.Sos
Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Dalam industri pertambangan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan operasional berjalan secara bertanggung jawab dan selaras dengan perlindungan lingkungan.
Salah satu elemen yang turut memperkuat proses tersebut adalah partisipasi masyarakat sebagai bagian dari mekanisme pengawasan lingkungan secara terbuka dan kolaboratif.
Sebagai bagian dari penerapan Good Mining Practice, Agincourt Resources melibatkan masyarakat dalam kegiatan lingkungan pertambangan.
Keterlibatan masyarakat dalam proses ini tidak hanya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami secara langsung mekanisme pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan pertambangan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih kredibel dan terbuka.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, pengawasan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan secara bertanggung jawab.
Namun, salah satu perusahaan tambang di daerah Sepukur Kecamatan Lantung Kabupaten Sumbawa yaitu PT. INTAM terkesan menutup diri terhadap warga lokal khususnya pengusaha lokal yang ingin dilibatkan dalam aktivitas perusahaan tersebut.
Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat setempat terhadap aktivitas tambang tersebut yang tidak sejalan dengan undang-undang keterbukaan informasi publik.
LSM SUMEA yang diketuai oleh YOSI LARIAN, S.Sos bersama masyarakat Sepukur Kecamatan Lantung melakukan berbagai aksi protes, menuntut keterbukaan terhadap perusahaan tersebut.
Dalam pres releasenya, Ketua LSM Sumea, Yosi Larian menyampaikan kekecewaannya terhadap salah satu perusahaan tambang emas yang sudah operasional diwilayah tersebut
Maka, salah satu langkah untuk meluapkan bentuk kekecewaan masyarakat Sepukur Lantung dengan melakukan hearing dengan pihak perusahaan namun tidak ditangggapi,
Tidak berhenti disitu saja, kata, Yosi, LSM Sumea bersama masyarakat melakukan aksi unjuk rasa terhadap perusahaan namun kembali tidak ditanggapi
Bahkan LSM SUMEA sempat melakukan aksi sweeping untuk mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang disampaikan.
“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan, jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri, kalian keruk isi bumi kami kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami” ungkap Yosi.
Selain itu, YOSI LARIAN, S.Sos juga menyampaikan terkait kompensasi atas penggunaan jalan akses pribadi yang diklaim dibangun warga sejak tahun 2017 saat ini PT. INTAM sudah membuat akses baru melalui Desa Padesa Kecamatan Lantung sehingga jalan yang diklaim warga selama ini sudah tidak digunakan lagi.
Oleh karena itu, YOSI LARIAN, S.Sos selaku Ketua LSM SUMEA menegaskan bahwa masyarakat Sepukur Lantung siap mendukung Pemerintah mendorong perusahaan untuk melakukan investasi di wilayahnya,
Namun dalam operasionalnya jangan lupa melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas yang dilakukan baik sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan maupun sebagai penyuplai barang2 yang dibutuhkan oleh perusahaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sepukur Kecamatan Lantung.
Maka, dengan adanya sinergitas antara Pemerintah, Perusahaan, dan masyarakat, diharapkan setiap adanya permasalahan dapat segera ditangani secara komprehensif agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
Hingga berita ini dipublish, pihak perusahaan belum dapat dimintai keterangannya
Penulis IW