Tangggapi Isu Tawuran, Kepsek, Ini Murni Kasus Pembacokan Terhadap Siswa SMKN 1 Dompu Dan Sekolah Tetap Antisipasi Dengan Kegiatan Bina Karakter.

Foto, Kepsek SMKN 1 Dompu, Faturahman, ST

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – menanggapi informasi yang beredar di dunia maya, terkait dugaan tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMKN 1 Dompu, dikarenakan adanya kelalaian dari pihak sekolah.

 

Mendapat respon serius dari Kepala Sekolah SMKN 1 Dompu, bahwa kasus tersebut bukan tawuran antar pelajar yang melibatkan siswa SMKN 1 Dompu,

 

Melainkan kasus pembacokan terhadap siswa SMKN 1 Dompu yang dilakukan oleh 4 orang tidak dikenal yang terjadi di depan SMKN 1 Dompu, Rabu, (28/01/26), kemarin siang saat pulang sekolah.

 

Kepala Sekolah SMKN 1 Dompu, Faturahman, ST, mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi spontanitas di saat siswa hendak pulang sekolah dan bukan karena kelalain dari pihak sekolah.

 

Ini kejadian diluar sekolah, hanya karena siswa SMKN 1 Dompu, menegur pengendara motor untuk berhati-hati, karena pulang sekolah suasananya rame, khawatir terjadi kecelakaan,” jelas Kepsek Faturahman, ST, saat dihubungi awak media via washapp, Kamis, 29/01/26.

 

Namun, tidak terima dengan teguran itu, kemudian terduga memanggil teman2nya yang berjumlah 4 orang untuk kembali mendatangi siswa yang menegurnya itu dan tanpa basa-basi langsung membacoknya, beruntung siswa menangkis dengan tangannya.

 

Akibat kejadian tersebut, siswa kelas XI SMKN 1 Dompu mengalami luka yang cukup serius ditangannya, akibat menangkis parang yang digunakan oleh terduga pelaku

 

Beberapa saat setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan oleh Babinsa, kemudian di bawah ke Polres Dompu dan itupun kejadiannya spontanitas diluar dugaan pihak sekolah.

 

Dan ada guru-guru dan siswa2 pas kejadian itu yang kemudian berlari mengejar pelaku seperti yang terlihat di Facebook itu, sebagai bentuk solidaritas siswa dan guru, makanya kelihatannya seperti tawuran dan ada juga terlihat motor pelaku jatuh sendiri pas melarikan diri, mungkin seperti itu kronologis kejadiannya,” ungkapnya.

 

Saking tanggung jawabnya pihak sekolah dalam menjaga keselamatan siswanya, kata Kepsek, anak-anak itu diantar sampai pulang, untuk mengantisipasi kejadian2 seperti itu.

 

Ini tradisi yang kita lakukan beberapa tahun ini, jadi setiap waktu pulang sekolah, Wakasek, Tim Guru BK 6 orang, dibelakang 3 orang dan didepan sekolah 3 orang ples satpam 2 orang selalu standby dan saya sendiri kadang-kadang ikut pantau anak-anak pas pulang sekolah,” terangnya.

 

Ditambahkan Kepsek, untuk mengantisipasi kejadian tersebut, pihak sekolah akan tetap rutin berkoordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas dan Polsek Kota.

 

Selain itu juga, kata kepsek, anak-anak tetap kita bina karakternya, sehingga nantinya menjadi anak yang soleh dan pintar. Serta berguna untuk orang banyak.

 

Disamping bimbingan dari orang tua maupun masyarakat yang ada di sekitarnya, sehingga anak-anak terhindar dari kejadian-kejadian seperti itu.

 

Intinya sekolah akan mengambil langkah-langkah bagaimana, berupaya agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali,” tandasnya.

 

Untuk itu, kepsek, Faturahman berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan baik-baik antara kedua belah pihak.” karena ini semua takdir yang ditetapkan oleh Allah, SWT,” ucapnya.

 

Dan meminta kepada siswa-siswi SMKN 1 Dompu untuk selalu menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal, seperti tawuran dan kegiatan yang tidak bermanfaat untuk anak-anak itu sendiri,” ujar Faturahman tulus.

Penulis Tim CNN 

image_pdfimage_print