Siswa SMKN 1 Dompu Menjadi Korban Pembacokan Oleh 4 Orang Tidak Dikenal 

Foto, Korban Hijril Siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual SMKN 1 Dompu

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Salah seorang siswa SMKN 1 Dompu menjadi korban pembacokan 4 orang tidak dikenal, saat hendak pulang sekolah.

 

Lantaran Keempat terduga pelaku merasa tersinggung karena ditegur siswa saat antri nyebrang menuju ke halaman parkir kendaraan.

 

Dan diketahui korban bernama Hijril siswa Kelas XI Desain Komunikasi Visual SMKN 1 Dompu

 

Berdasarkan kronologis kejadian, pada saat itu, pelaku yang sedang melintas di jalur belakang sekolah, kemudian ditegur atau diingatkan oleh korban dengan bahasa nari-nari atau pelan-pelan, namun pelaku tidak terima dan merasa tersinggung dengan teguran korban dan teman2nya, kemudian terduga pelaku memanggil Teman2nya yang berjumlah 4 orang dengan boncengan menggunakan 2 Motor, setibanya di TKP Keempat terduga pelaku langsung menebas siswa saat sedang menunggu jemputan di toko samping sekolah dan beruntung korban langsung menangkis dengan tangannya, sehingga tangan korban mengalami luka yang cukup serius.

 

Dan Keempat pelaku langsung tancap gas, sambil mengacungkan parang dan sabuk yang sudah di ikat potongan besi diujunnya.

 

Foto. Terduga Pelaku, saat diamankan Babinsa Kelurahan Kandai Satu dan Babinsa Karijawa.

 

Karena merasa prihatin dengan kondisi korban yang terluka spontan timbul solidaritas dari siswa lainya kemudian mengejar Keempat pelaku dan naasnya motor pelaku terperosok ke parit, namun masih bisa melarikan diri ke arah jalan Sultan Hasanuddin sambil memegang parang

 

Atas inisiatif dari masyarakat yang langsung menghubungi pihak Polsek Kota dan Babinkamtibmas, akhirnya keempat terduga pelaku berhasil ditangkap oleh Babinsa Kelurahan Kandai Satu dan Babinsa Karijawa dan turut serta mengamankan pelaku dari pihak Polsek Kota dan Satreskrim Polres Dompu

 

Menyikapi persoalan tersebut, Wakasek Kesiswaan, Iwan Ermansyah menegaskan bahwa kejadian ini bukan tawuran antar pelajar, tetapi murni kasus pembacokan

 

Jadi, Saya Tegaskan Tidak Ada Siswa Yang Tawuran, Mereka hanya berusaha mengejar pelaku pembacokan terhadap Siswa,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Wakasek mengungkapkan setelah terduga pelaku ditangkap kemudian diserahkan pada pihak Reskrim Polres Dompu untuk di didalami kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya

 

Dan saat ini keluarga korban sudah melaporkan secara resmi ke unit PPA Polres Dompu dan sudah dilakukan visum dan di jahit tangan korban.” terangnya.

 

Untuk itu, Wakasek berharap kepada teman-teman media yang mengekspos kejadian tadi agar kiranya di take down pemberitaannya yang terkesan tidak berimbang

 

Tentunya kami selaku guru melindungi sepenunya warga sekolah dari ancaman dan tindakan kekerarasan,” tuturnya 

 

Disisi lain, Kata Wakasek, sekolah kami ini juga giat menempa murid dengan kegiatan keagamaan,” di sekolah dengan kegiatan membaca ayat suci Al-Quran, di awal pembelajaran dan di akhiri dengan kegiatan Soalat Djuhur bersama di masing2 kelas di oleh dampingi wali kelas.” ujar Iwan Ermansyah.

 

Sementara sampai berita ini ditayangkan, pihak Kepolisian Polres Dompu belum dapat dimintai keterangannya.

Penulis Tim CNN