Progres Irigasi Swakelola Tipe 1 BWS NT 1, Mencapai 85% Dan Ditargetkan Rampung Akhir Januari
Foto, PPK BBWS OP III NT I, Syamsudin, ST,.MT, Ketua Pelaksana Progam, Hasan, AMd, dan Tenaga Ahli Konsultan Teknik Balai (TAKTB), Arianto Yoyo Saputra, ST, bersama awak media di lokasi kegiatan irigasi.
Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Progam Daerah Irigasi Komplek, Swakelola Tipe 1, BWS NT 1 Tahun 2025, yang tersebar di 10 Desa/Kelurahan, di Kecematan Dompu, Woja dan Manggelewa ini berjalan lancar dan aman.
Dengan ditargetkan rampung akhir bulan januari tahun 2026, karena progresnya sudah mencapai sekitar 85% dengan mutu pekerjaannya tetap selalu terjaga
Hal itu yang sampaikan oleh Ketua Pelaksana Progam, Hasan, AMd, saat diwawancarai awak media di lokasi pekerjaan irigasi di kelurahan kandai satu kec Dompu, Minggu, 04/01/26.
Hasan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan Program Inpres nomor 2 tahun 2025 Swakelola Tipe 1 yang dikerjakan oleh BWS NT 1 NTB dan didampingi oleh Kelompok Tani (Poktan) serta masyarakat setempat.
Dan lokasi pekerjaan ini, tersebar di Kecematan Dompu sampai dengan di Kecematan Woja, mulai dari Desa Kramabura, Katua, O’o, Manggeasi, Dorobara, Mbawi serta Kelurahan Kandai Satu dan Kandai Dua.
Dengan panjang volume pekerjaan keseluruhannya, yaitu sekitar 31 km yang tersebar di 10 Desa/kelurahan
“Untuk data CPCL nya itu dilakukan oleh teman-teman pertanian di daerah,” jelas Hasan.
Lebih lanjut Hasan mengungkapkan dari awal peletakan batu pertama kita melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Pemerintah Desa/Kelurahan dan BPP.
Disatu sisi, Babinsa dan Babinkamtibmas ini memiliki program tersendiri yaitu program Swasembada pangan yang diperintahkan langsung oleh pimpinan mereka, untuk melakukan pemantauan di zona masing2, termasuk pekerjaan ini.” mereka tetap kontrol setiap saat, setiap waktu dan memberikan laporan kepada pimpinannya,” pungkasnya.
Sementara untuk pemasok material Galian C, itu ada 3 perusahaan, yakni Perusahaan Kian Sukses di Desa Katua, Bina usaha satu Desa Bakajaya Dan Perusahaan milik Lihang Kelurahan Bali Satu.” ketiga perusahaan ini memiliki Izin Galian C yang sah,” bebernya.
Namun, Hasan juga mengakui bahwa pekerjaan ini memang terlambat tetapi bukan faktor kesengajaan melainkan dikarenakan faktor hujan dan kendala teknis lainnya,
“Keterlambatan ini, kami sudah sampaikan langsung ke pimpinan kita yang paling tinggi di BWS NT 1, kemudian diberikan perpanjangan waktu satu bulan, karena memang sejauh ini kami dari pihak BWS NT 1, tidak masalah dengan keterlambatan ini dan kami lebih fokus mengejar penyelesaian pekerjaan ini di akhir bulan januari menjelang bulan februari 2026″ katanya.
Terkait isu yang beredar mengenai rendahnya harga para pekerja, dengan tegas Hasan membantah bahwa untuk pembayaran para pekerja itu tetap mengacu pada standar harga dan PPH/PPN nya
“Jadi tidak ada istilah kata rendah harga untuk para pekerja, karena rata-rata, harga satuannya, misalkan 500, tentu saja kita serahkan ke bawah nggak sampai 500, karena potongan PPH/PPN tadi, di sini juga ada masuk Galian c, jadi ingklut semua bahkan untuk pembayaran pekerjaan itu tidak pernah tersendat dan lancar,” sangkalnya.
Kemudian terkait pasangan diatas pasangan, Hasan menerangkan bahwa sistem yang dipakai itu ada dua yaitu sistem peningkatan dan rehabilitasi,“ Dua istilah ini yang perlu dipahami dulu, kenapa ada pekerjaan pasangan diatas pasangan?, karena memang pekerjaan itu rehabilitasi, dimana pekerjaan yang sudah ada itu yang kita rehap, jadi tidak masalah dan sejauh ini masih aman dan lancar saja,” terangnya.
Oleh karena itu, kami selaku Tim Teknis di lapangan berharap agar program ini berjalan aman dan lancar tanpa ada problem yang terjadi dilapangan.
“Maka dengan adanya pekerjaan swakelola ini, tentunya memberikan peluang kepada teman-teman poktan maupun para ngesup yang ada di lapangan dan Masyarakat petani yang ada di Daerah Irigasi (DI) komplek merasa berterima kasih atas kehadiran impres nomor 2 ini.” ucap Ketua Pelaksana.
Senada juga yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Konsultan Teknik Balai (TAKTB), Arianto Yoyo Saputra, ST, menyampaikan bahwa kegiatan terdapat sekitar 73 Poktan yang beredar di Kecematan Dompu, Woja dan Manggelewa
“Alhamdulillah, pencapaiannya sudah 85%, dan kita lagi kejar untuk mencapai 100%,” jelas Mas Yoyon sapaan akrabnya.
Lanjut Yoyon menjelaskan dimana waktu pelaksanaan yang seharusnya berakhir di bulan Desember tahun 2025,” dan sekarang ada penambahan waktu diakhir Januari 2026, insyaallah dipastikan selesai,” tegasnya.
Oleh karena itu, Yoyon menegaskan bahwa kami telah menginstruksikan untuk segera penambahan tenaga kerja, agar mencapai progres yang di sketjulkan.“ Jadi kegiatan ini sangat diharapkan oleh para petani selaku penerima manfaat dan sangat bersyukur dengan hadirnya program ini sehingga menginginkan program ini berkelanjutan,” ungkapnya mengulang harapan petani
Ditambahkan Yoyon, mengacu pada gambar kerja/shop drawing, terkait tipykal dimensi saluran tersier pekerjaan inpres 02 Tahun 2025,
“Dimensi salurannya tidak berpondasi, seperti halnya saluran sekunder maupun primer, tapi menggunakan podasi langsung lantai yg mengikat dua sisi.” Paparnya.
Karena jenis kegiatan pekerjaannya Pembangunan irigasi ini adalah Peningkatan serta rehabilitasi.
Untuk itu, Konsultan muda ini berharap program inpres nomor 2 tahun 2025 ini berjalan sesuai rencana.
“Semoga program ini bermanfaat bagi para petani,” ujar Yoyon diakhir penyampaiannya.
Penulis IW