Satresnarkoba Polres Dompu Berhasil Ungkap 2 Terduga Bandar Narkoba Dengan BB Sabu 9,12 Gram Di Desa Calabay.

Foto, Barang Bukti (BB) yang diduga Sabu-sabu seberat 9,12 Gram beserta BB Lainnya.

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews,com – Tidak henti-hentinya, Satresnarkoba Polres Dompu memburu dan menangkap para pelaku pengedar narkotika yang mengancam keselamatan generasi muda.

 

Kini, Satresnarkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Dompu

 

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Dompu berhasil mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu dengan mengamankan dua orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti di sebuah rumah yang berlokasi di Desa Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Minggu (21/6/2026) dini hari.

 

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa rumah tersebut diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H. langsung memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan secara intensif.

 

Setelah memastikan keberadaan target, sekitar pukul 02.30 Wita, tim yang dipimpin KBO Satresnarkoba Polres Dompu IPTU Sumaharto bergerak menuju lokasi dan melakukan penangkapan terhadap dua terduga pelaku berinisial I (50), seorang petani, dan A (25), Keduanya belum memiliki pekerjaan yang sama-sama beralamatkan di desa Calabai.

 

Sebelum dilakukan penggeledahan, petugas terlebih dahulu menghadirkan dua orang saksi umum, membacakan surat perintah tugas, serta memperlihatkan bahwa anggota yang melakukan penggeledahan tidak membawa barang apa pun dan menggunakan sarung tangan sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

 

Dari hasil penggeledahan badan maupun rumah, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 13 paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 9,12 gram, timbangan digital, alat hisap (bong), tabung kaca, plastik klip kosong, sekop sabu, telepon genggam, uang tunai sebesar Rp1.894.000 yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

 

Kedua terduga beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Dompu guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

 

Para terduga dipersangkakan melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta ketentuan penyesuaian pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dalam keterangannya, Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H. menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel yang bekerja secara profesional sehingga pengungkapan kasus tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.

 

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, kesigapan, dan sinergi seluruh personel Satresnarkoba Polres Dompu dalam menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat. Seluruh rangkaian penindakan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur dan mengedepankan prinsip profesional, transparan, serta akuntabel. Kami akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang memasok narkotika tersebut, sekaligus memastikan wilayah Kabupaten Dompu terbebas dari peredaran gelap narkoba.” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

 

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Satresnarkoba atas keberhasilan mengungkap kasus yang dinilai sangat meresahkan masyarakat.

 

Kapolres Dompu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel Satresnarkoba yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam mengungkap kasus ini. Keberhasilan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polres Dompu dalam melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, IPTU Nyoman menegaskan bahwa Polres Dompu akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika melalui tindakan represif yang terukur, disertai kegiatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

 

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mengungkap berbagai tindak pidana narkotika. Polres Dompu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba demi mewujudkan Kabupaten Dompu yang aman, sehat, dan bebas dari peredaran gelap narkotika.” ucapnya. (Sumber Humas Polres Dompu)

Penulis IW 




Selamat, Dompu Masuk Kategori Indeks Keuangan Pemerintah Daerah Terbaik Di Indonesia 

Foto, Kegiatan Zometing dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Ruang Rapat Bupati Dompu.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk sebagai salah satu daerah Kabupaten/Kota dengan kategori Indeks Keuangan Pemerintah Daerah (IKPD) Terbaik di Indonesia.

 

Informasi tersebut disampaikan langsung Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, yang diwakili Plh. Sekda, H. Khairul Insyan pada saat Zometing dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Ruang Rapat Bupati Dompu. Jumat (19/06/26), kemarin.

 

Tutut ikut dalam kegiatan tersebut, antara lain, Assisten Pembangunan dan Perekonomian, Kaban Bappeda dan Litbang, Kaban BPKAD, Perwakilan Inspektorat, Kabag Prokopim, Kabag Organisasi dan Tatalaksana, Kabag Tata Pemerintahan dan elemen penting lainnya.

 

Dalam keterangannya, Plh. Sekda, H. Khairul Insyan yang akrab disapa Dae Mpera menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

 

Menurutnya, masuknya Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah Kabupaten/Kota dengan kategori IKPD terbaik menjadi penanda penatakelolaan keuangan negara di Kabupaten Dompu sudah berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Penilaian yang disampaikan Kemendagri terkait masuknya Kabupaten Dompu sebagai salah satu Kabupaten/Kota dengan kategori IKPD terbaik menjadi penanda pengelolaan keuangan negara / daerah sudah mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku”, bebernya.

 

Lanjut dijelaskan Plh Sekda, pengakuan yang diberikan Kemendagri tentunya akan menjadi motivasi bagi Kabupaten Dompu untuk terus melaksanakan pengelolaan keuangan negara dengan mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

 

Ketentuan peraturan yang berlaku dalam bidang penatakelolaan keuangan negara / daerah tentunya akan terus menjadi acuan bagi Pemda Dompu”, ungkapnya.

 

Dimomen tersebut, Plh. Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada kementerian dalam negeri.

 

Kami mengapresiasi terpilihnya Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah Kabupaten/Kota dengan kategori IKPD terbaik”, terangnya.

 

Oleh sebab itu, masuknya Kabupaten Dompu sebagai salah satu daerah Kabupaten/Kota di Indonesia dengan kategori IKPD terbaik tentunya tidak terlepas dari bimbingan, arahan dan pembinaan dari Kementerian Dalam Negeri ujarnya.

 

Diakhir Plh. Sekda Dompu mengajak seluruh jajaran Pemda Kabupaten Dompu agar dalam penatakelolaan keuangan negara/ daerah senantiasa mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

 

Dalam penatakelolaan keuangan negara hendaknya kita semua tidak boleh menyimpang dari ketentuan peraturan yang berlaku di bidang penatakelolaan keuangan negara / daerah”, tutupnya. (Sumber Prokopim)

Penulis IW 




Dukung Swasembada Pangan, Relawan dan Mitra MBG Nowa Anggrek Woja, Gotong Royong Bersihkan Jalan Umum Dan Jalur Ekonomi.

Foto, Kegiatan Gotong Royong Pembersihan Jalan Umum Jalur Ekonomi di Desa Nowa Kecematan Woja Kabupaten Dompu.

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Mengisi hari libur akhir pekan dengan aksi produktif, Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Nowa Anggrek bersama Mitra MBG Nowa Anggrek Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, menggelar Bhakti Sosial Gotong Royong yang difokuskan pada pembersihan jalan umum dan jalur ekonomi desa, Sabtu 20/6/26, pagi

 

Aksi nyata ini guna mendukung kelancaran program swasembada pangan nasional dan kegiatan yang dimulai serentak sejak pukul 08.30 WITA ini melibatkan puluhan relawan, mitra strategis.

 

Para relawan dan mitra bahu-membahu membabat semak belukar yang menutupi bahu jalan, membersihkan sampah, serta merapikan akses perlintasan yang menjadi urat nadi transportasi warga dan para petani setempat.

 

Pembersihan jalan ekonomi ini dinilai krusial dengan kondisi jalan rusak parah yang sangat memprihatikan, dikarenakan jalur tersebut merupakan akses utama untuk distribusi hasil pertanian, pupuk, dan mobilitas alat mesin pertanian (alsintan).

 

Maka, dengan kondisi jalan yang bersih dan bebas hambatan, waktu tempuh serta biaya logistik pertanian dapat dipangkas secara signifikan sehingga meringankan beban para petani.

 

Infrastruktur jalan yang bersih dan layak adalah kunci mobilitas pangan yang cepat. Gotong royong di hari libur ini adalah bentuk kontribusi nyata relawan dan mitra MBG untuk memastikan jalur distribusi pertanian di Desa Nowa berjalan tanpa hambatan demi menyukseskan swasembada pangan,” ujar perwakilan koordinator lapangan, Husein Komcad TNI. di lokasi kegiatan.

 

Menurutnya, melalui sinergi kuat antara relawan, mitra, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.

 

Akses jalan yang representatif tidak hanya memperlancar jalur pangan, tetapi juga mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat Woja secara keseluruhan.” ujarnya. 

 

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan jalan ini, agar dapat memperlancar akses pengguna jalan dan lebih-lebih para petani.

 

Jalan baik, akses pertanian lancar, maka akan terwujudnya program swasembada pangan nasional, programnya Bapak Prabowo,” tegasnya penuh semangat. 

Penulis IW 




Jemput Bola Ke 34 OPD! Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Kab. Dompu Perkuat Tata Kelola Arsip Serta Siapkan Fondasi Pengawasan Kearsipan Tahun 2027

Foto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu Muhammad Abduh, SE,.MSi 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu terus melakukan berbagai upaya pembenahan tata kelola kearsipan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berbasis bukti.

 

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhamad Abduh, S.E., M.Si., sejak awal tahun 2026, berbagai langkah strategis mulai dilakukan untuk memperkuat penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu.

 

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons akibat masih rendahnya capaian beberapa indikator kinerja bidang kearsipan yang selama ini menjadi tantangan daerah.

 

Salah satu capaian awal yang berhasil diwujudkan pada tahun 2026 adalah percepatan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sebagai aplikasi umum bidang kearsipan nasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu.

 

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhamad Abduh, S.E., M.Si., pulalah pemanfaatan aplikasi SRIKANDI yang sebelumnya baru digunakan oleh sekitar 7 perangkat daerah yang berhasil ditingkatkan hingga menjangkau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu, sehingga seluruh OPD kini telah memiliki akun aktif dan terdaftar dalam sistem SRIKANDI.

 

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui upaya penerbitan Surat Edaran Bupati Dompu tentang penggunaan aplikasi SRIKANDI sebagai sarana tata naskah dinas dan pengelolaan arsip secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital pemerintahan sekaligus memperkuat tertib administrasi dan tata kelola kearsipan daerah.

 

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja perangkat daerah, capaian indikator kinerja utama (IKU) dan indikator kinerja kunci (IKK) bidang kearsipan masih memerlukan penguatan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah persentase perangkat daerah yang mengelola arsip secara baku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kaidah kearsipan.

 

Selain itu, pelaksanaan Pengawasan Kearsipan Internal yang menjadi instrumen penting dalam mengukur tingkat kepatuhan penyelenggaraan kearsipan pada perangkat daerah juga belum dapat dilaksanakan secara optimal dalam beberapa tahun terakhir.

 

Maka, untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu melaksanakan program pembinaan dan pendampingan tata kelola kearsipan secara langsung kepada perangkat daerah melalui metode jemput bola.

 

Karena program ini menjadi salah satu prioritas bidang kearsipan tahun 2026 dalam rangka membangun fondasi tata kelola arsip yang lebih tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

 

Dan kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan secara bertahap pada 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu.

 

Dengan Materi pendampingan meliputi, pengelolaan arsip dinamis, penataan arsip inaktif, penerapan instrumen kearsipan, serta identifikasi dan penataan arsip statis yang memiliki nilai guna kesejarahan sebagai memori kolektif daerah.

 

Melalui pendekatan jemput bola tersebut, tim kearsipan tidak hanya memberikan pembinaan teknis, tetapi juga melakukan pemetaan kondisi riil penyelenggaraan kearsipan pada masing-masing perangkat daerah.

 

Oleh sebab itu, langkah ini penting untuk mengetahui tingkat kesiapan perangkat daerah dalam memenuhi standar penyelenggaraan kearsipan sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional di bidang kearsipan.

 

Program pendampingan yang sedang berlangsung saat ini ditargetkan dapat menjangkau seluruh 34 OPD sebelum akhir Juli 2026. Dengan demikian, seluruh perangkat daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan arsip dan memperbaiki berbagai aspek tata kelola kearsipan yang masih memerlukan pembenahan.

 

Disamping sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan arsip, kegiatan ini juga menjadi tahap awal persiapan pelaksanaan Pengawasan Kearsipan Internal pada tahun 2027. Pengawasan kearsipan merupakan program strategis nasional yang bertujuan mengukur tingkat kepatuhan dan kualitas penyelenggaraan kearsipan pada setiap pencipta arsip, sekaligus menjadi instrumen evaluasi terhadap pelaksanaan urusan kearsipan di daerah.

 

Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan yang dilaksanakan pada tahun 2026 diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pelaksanaan Pengawasan Kearsipan Internal tahun 2027 sehingga seluruh perangkat daerah memiliki kesiapan yang memadai baik dari aspek kebijakan, sumber daya manusia, maupun pengelolaan arsipnya.

 

Sehingga upaya pembenahan kearsipan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu juga sejalan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Dompu Tahun 2025–2029. Tata kelola arsip yang baik akan mendukung peningkatan akuntabilitas pemerintahan, kualitas pelayanan publik, efektivitas pengambilan keputusan, serta penyediaan data dan informasi yang akurat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

 

 

Kepada media, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhamad Abduh, S.E., M.Si., menegaskan bahwa arsip merupakan aset strategis pemerintah yang memiliki nilai administratif, hukum, keuangan, dan historis sehingga harus dikelola secara profesional sesuai standar kearsipan.

 

Dengan berbagai langkah, mulai dari pembinaan, pendampingan, dan penguatan tata kelola yang saat ini sedang dilaksanakan

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu optimistis kualitas penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu akan terus meningkat,

 

Sekaligus mendorong peningkatan capaian indikator kinerja daerah serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.” ungkap Kadis yang penuh kreatif ini.




Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, Tema “Pengangkatan dan Pelestarian Kekhasan Daerah Kabupaten Dompu” 

Foto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh SE MSi, saat membuka resmi acara Bimtek di Gedung Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Dalam rangka meningkatkan keterampilan menulis yang fokus menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan kearifan lokal (sejarah, tradisi, kuliner, dan kesenian daerah) ke dalam sebuah karya tulis kreatif agar lebih dikenal masyarakat luas.

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026

 

Dengan mengangkat tema bertajuk ” Pengangkatan dan Pelestarian Kekhasan Daerah Kabupaten Dompu” 

 

Dihadiri oleh 3 Narasumber yang berasal dari Pakar atau Praktisi dan Akademisi terkemuka diantaranya ; Ir.Hj Nurhaidah, Syafrudin. ST.MT, Fahrudin, S.Pd.,M.Ag, dan di pandu oleh Moderator terrnama, Endang Puji Astuti,SH. di Kabupaten Dompu

 

Peserta berjumlah 50 orang terdiri dari pustakawan atau Pengelola Perpustakaan, Pegiat Literasi, Pelajar atau Mahasiswa dan masyarakat umum.

 

Acara bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, SE,. MSi, yang berlangsung di Gedung Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Rabu, 17/06/ 26.

 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu Muhammad Abduh, SE,. MSi, mengawali laporannya, menyampaikan kegiatan bimbingan teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Dompu sesuai dengan Undang-undang Nomor 43 tahun 2027, tentang perpustakaan

 

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan program kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu tahun 2026,

 

Dalam upaya meningkatkan budaya baca dan pengembangan kekhasan koleksi perpustakaan di Kabupaten Dompu,” jelas Kadis 

 

Foto, Kegiatan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026

 

Lebih lanjut Kadis menjelaskan bahwa tema kegiatan ini adalah pengangkatan dan pelestarian Kekhasan Daerah Kabupaten Dompu.

 

Diantaranya, Budaya dan sejarah lokal, Tokoh Daerah, Bahasa, Kesenian dan Kerajinan, Situs Budaya, Kuliner, pengetahuan tradisional atau konten lain yang relevan dengan kearifan lokal Daerah Dompu,

 

Dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula Dompu, melestarikan kearifan budaya lokal melalui karya tulis

 

Mengembangkan konten literasi/koleksi perpustakaan berbasis kearifan lokal, menciptakan ekosistem kepenulisan yang produktif dan berkesinambungan,” jelas Kadis

 

Sedangkan ouput yang diharapkan pada kegiatan ini, Muhammad Abduh menjelaskan terselenggaranya kegiatan bimbingan teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya yang diikuti oleh 50 orang peserta dan terbitnya 2 judul buku antologi konten budaya lokal.

 

Serta meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan literasi masyarakat,” paparnya.

Penulis IW 

 




Terkesan Tertutup, LSM Sumea Soroti Minimnya Keterlibatan Warga Lokal Pada Aktivitas Tambang Emas PT. INTAM 

Foto, Ketua LSM Sumea, Yosi Larian, S.Sos

 

 

Sumbawa,NTB, ChanelNtbNews.com – Dalam industri pertambangan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan operasional berjalan secara bertanggung jawab dan selaras dengan perlindungan lingkungan.

 

Salah satu elemen yang turut memperkuat proses tersebut adalah partisipasi masyarakat sebagai bagian dari mekanisme pengawasan lingkungan secara terbuka dan kolaboratif.

 

Sebagai bagian dari penerapan Good Mining Practice, Agincourt Resources melibatkan masyarakat dalam kegiatan lingkungan pertambangan.

 

Keterlibatan masyarakat dalam proses ini tidak hanya memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami secara langsung mekanisme pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan pertambangan.

 

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih kredibel dan terbuka.

 

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, pengawasan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan secara bertanggung jawab.

 

Namun, salah satu perusahaan tambang di daerah Sepukur Kecamatan Lantung Kabupaten Sumbawa yaitu PT. INTAM terkesan menutup diri terhadap warga lokal khususnya pengusaha lokal yang ingin dilibatkan dalam aktivitas perusahaan tersebut.

 

Sehingga menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat setempat terhadap aktivitas tambang tersebut yang tidak sejalan dengan undang-undang keterbukaan informasi publik.

 

Akibatnya, LSM SUMEA yang diketuai oleh YOSI LARIAN, S.Sos bersama masyarakat Sepukur Kecamatan Lantung melakukan berbagai aksi protes, menuntut keterbukaan terhadap perusahaan tersebut.

 

Dalam pres releasenya, Ketua LSM Sumea, Yosi Larian menyampaikan kekecewaannya terhadap salah satu perusahaan tambang emas yang sudah operasional diwilayah tersebut

 

Maka, salah satu langkah untuk meluapkan bentuk kekecewaan masyarakat Sepukur Lantung dengan melakukan hearing dengan pihak perusahaan namun tidak ditangggapi,

 

Tidak berhenti disitu saja, kata, Yosi, LSM Sumea bersama masyarakat melakukan aksi unjuk rasa terhadap perusahaan namun kembali tidak ditanggapi

 

Bahkan LSM SUMEA sempat melakukan aksi sweeping untuk mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang disampaikan.

 

Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan, jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri, kalian keruk isi bumi kami kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami” ungkap Yosi.

 

Selain itu, YOSI LARIAN, S.Sos juga menyampaikan terkait kompensasi atas penggunaan jalan akses pribadi yang diklaim dibangun warga sejak tahun 2017 saat ini PT. INTAM sudah membuat akses baru melalui Desa Padesa Kecamatan Lantung sehingga jalan yang diklaim warga selama ini sudah tidak digunakan lagi.

 

Oleh karena itu, YOSI LARIAN, S.Sos selaku Ketua LSM SUMEA menegaskan bahwa masyarakat Sepukur Lantung siap mendukung Pemerintah mendorong perusahaan untuk melakukan investasi di wilayahnya,

 

Namun dalam operasionalnya jangan lupa melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas yang dilakukan baik sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan maupun sebagai penyuplai barang2 yang dibutuhkan oleh perusahaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sepukur Kecamatan Lantung.

 

Maka, dengan adanya sinergitas antara Pemerintah, Perusahaan, dan masyarakat, diharapkan setiap adanya permasalahan dapat segera ditangani secara komprehensif agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

 

Hingga berita ini dipublish, pihak perusahaan belum dapat dimintai keterangannya

Penulis IW