Memenuhi Standar Gizi Sesuai Juknis BGN, Yayasan Sosial Anak Dompu Penyuplai Makanan Bergizi Di 12 Sekolah Di Wilayah Kandai Dua Dan Simpasai.
Foto, Perwakilan Mitra, Satria Wahyudin bersama rekan kerjanya di Kantor Perwakilan BGN, Yayasan Sosial Anak Bangsa di Kelurahan Kandai Dua Kecematan Woja Kabupaten Dompu
Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Program Strategis Pemerintah Indonesia yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui program yang terstruktur, terukur, dan berbasis data.
BGN juga Berkomitmen untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, demi membangun fondasi generasi mendatang yang sehat, cerdas, dan tangguh, melalui program peningkatan gizi yang berkelanjutan, dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih kuat.
Dengan Sasaran Pemenuhan Gizi BGN yaitu mendukung kesehatan gizi melalui berbagai program untuk memastikan setiap individu mendapatkan kebutuhan gizi yang optimal.
Melalui Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) yang ada di tiap-tiap Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia yang siap menyajikan makanan bergizi bagi generasi bangsa.
Termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sosial Anak Dompu, yang menyuplai makanan bergizi pada sekolah2 yang ada di wilayah Kandai Dua dan Simpasai Kecematan woja.
Hal itu yang disampaikan oleh Perwakilan Mitra, Satria Wahyudin saat diwawancarai oleh awak media di Kantor BGN Kandai Dua Kecematan Woja Kabupaten Dompu, Rabu, 12/11/25.
Wahyudin menyampaikan bahwa kegiatan BGN ini sudah dimulai sejak tanggal 19 Agustus tahun 2025, berjalan serentak dengan Matua, Manggeasi, Kandai Dua dan di Doromelo-Manggelewa,
Dengan sasaran droping ada sekitar 12 sekolah, terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA yang ada di Kelurahan Kandai Dua dan Simpasai Kecematan Woja
“Cuman SMA 1 Woja saja yang belum, karena penerima manfaat melebihi kuota yang ditentukan oleh BGN,” jelasnya.
Kemudian ditambah dengan ibu menyusui, ibu hamil dan balita atau B3,” dan B3 nya sekitar 400 lebih,” kata Wahyudin.
Sedangkan untuk pendistribusian barang, langsung di droping pada masing-masing kader,” dan ditempat kader nya di polindes, baru kemudian di droping ke masing2 tempat, jadi untuk ompreng nasi yang kita bawa itu, setelah makan baru kita ambil lagi omprengnya
Sementara total keseluruhan porsinya sekarang yaitu sebanyak 3296 ribu, untuk total porsi satu hari, tetapi beda jamnya, berdasarkan jam penerima manfaat
“Itu dibedakan 2 jam dan jam pertama pagi,sekitar jam 8 sampai jam 9, itu untuk balita, TK sama SD kelas 1 sampai kelas 3, selanjutnya jam kedua, baru SD kelas 4 sampai 6, SMP, SMA sampai ibu hamil di polindes, itu baru didroping sekitar jam 10 sampai jam 11,” paparnya.
Selain beda jadwal, kata Wahyudin untuk porsi makanannya itu juga beda, kalau untuk porsi TK, SD kelas 1 sampai kelas 3 itu, harganya 8 ribu/porsi, sedangkan untuk kelas 4 sampai 6, SMP, SMA dan ibu hamil itu harganya 10 ribu/porsi
Dan untuk Porsi, tergantung yang kita rencanakan, dalam satu periode itu sampai 12 hari dan untuk gizinya berdasarkan ketentuan ahli gizi, yang mencakup proteinnya, nabati dan hewani sesuai draft
“Di BGN itu ada juknis yang diberikan untuk ketentuan porsi masing2 berdasarkan jumlah uang, itupun harus benar2 merata dan ada rencana anggarannya, jadi bukan dikasih berbentuk uang, tapi kita minta proposal dulu ke BGN, berapa biayanya ya ng di butuhkan, berapa porsi yang dibutuhkan, nabati, hewani dan sebagainya, kita tunggu uang dulu, kalau uangnya telat, berarti kita tidak jalan selama satu periode, jadi ada kendala yang kita harus perbaiki,” paparnya detail
Lebih lanjut, Wahyudin memaparkan untuk karyawan Yayasan Sosial Anak Dompu sebanyak 47 orang untuk relawan sedangkan untuk karyawannya dari manajemen ada 3 orang terdiri dari Akuntan, Ahli Gizi sama SPPG nya.
*Kita dievaluasi BGN pusat per/periode atau per/12 hari, itu lewat daring.” Ucapnya.
Diakhir Wahyudin berharap bahwa program BGN ini berjalan lancar, tanpa ada kendala yang berarti kedepannya,
“Walaupun ada kendala2 kecil di tingkat sekolah, siklus menu, karena memang disini juga ada penerima manfaat di SLBN 1 Dompu, jadi kita hati-hati juga distribusi makanan, jangan sampai ada yang alergi dengan makanan yang didistribusikan,” ujar Wahyudin di akhir penyampaiannya.
Penulis IW








