Kenali Picky Eater dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Foto, Ahli Muda Pranata Hubungan Masyarakat (Humas) Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu

 

 

Oleh: Firmansyah…..

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Pada Umumnya Orang tua khususnya para ibu muda (Imud) perlu mengetahui bahwa kecukupan asupan zat makanan dari buah hati tidak selamanya dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan yang serba lengkap.

 

Karena Pola makan yang teratur maupun tidak teratur dari anak juga ikut berpengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembangnya.

 

Untuk mengetahui secara mendalam terkait pola makan anak akan memberi keuntungan bagi para ibu muda mencukupi cakupan bahan nutrisi, protein dan zat lainnya yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang.

 

Jadi, Saat pola makan anak tidak mampu dipahami dengan baik oleh orang tua akan menjadi permasalahan tersendiri bahkan berdampak tidak maksimalnya tumbuh dan kembang anak.

 

Maka, agar anak mengalami tumbuh kembang sesuai harapan harus dipastikan orang tua mengetahui dan memahami pola makan anak.

 

Sehingga Anak dengan pola makan yang teratur dan bervariasi memberikan kemungkinan mengalami tumbuhkembang yang baik sesuai harapan.

 

Begitu pula sebaliknya anak dengan pola makan tidak teratur berdampak buruk bagi tumbuh kembang disebabkan kurangnya asupan gizi, protein dan zat lainnya yang dibutuhkan.

 

Namun, ada istilah yang perlu diketahui dan dipahami orang tua khususnya para ibu-ibu muda yang berkaitan dengan pola makan anak. Adapun istilah tersebut dikenal dengan Picky Eater.

 

Picky eater adalah istilah untuk orang yang sangat pilih-pilih makanan, terutama anak-anak, yang menolak beberapa jenis makanan atau enggan mencoba makanan baru karena berbagai alasan seperti rasa, tekstur, atau warna.

 

Dimana Perilaku Picky Eater bisa menjadi fase normal pertumbuhan, tetapi juga bisa berlanjut dan memengaruhi asupan gizi anak jika tidak diatasi dengan baik.

 

Semisal perilaku picky eater tersebut anak hanya maunya makan makanan sosis saja namun menolak makanan yang lain yang disuguhkan orang tua.

 

Bila kebiasaan pola makan dimaksud tidak dialihkan agar anak juga ikut menyukai makanan yang lain sebagai variasinya akan berdampak yang tidak baik bagi anak untuk tumbuhkembang secara normal.

 

Agar picky eater tidak menjadi pola kebiasaan yang tetap yang membuat cakupan gizi, kalori ataupun protein anak tidak tercukupi dengan baik yang membuat tumbuhkembang anak terkendala orang tua harus bisa mengantisipasi dengan mengalihkan perhatian anak.

 

Perhatian anak yang dialihkan itu adalah bagaimana mereka juga ikut menyukai makanan ataupun minuman lainnya yang kandungan zatnya juga dibutuhkan tubuh untuk tumbuhkembang baik.

 

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya pencerahan ini untuk memberikan ruang yang baik bagi buah hati kita bisa mengalami tumbuh dan kembang secara normal sesuai harapan.

 

Tim CNN 

image_pdfimage_print