Drone Tambora, Hadir Sebagai Solusi Untuk Permudah Petani Di Dompu.

Foto, Muhar Rahman, Pemilik atau Penyedia Jasa Drone Tambora di Desa Matua Kecematan Woja Kabupaten Dompu.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Kebiasaan para petani pada umumnya melakukan proses penyemprotan dan pemupukan dengan menggunakan metode tradisional yaitu dengan menggunakan pompa gendong yang bobotnya mencapai 20 kg.

 

Namun, semakin lama cara ini dianggap tidak efektif. Hal ini dikarenakan perlunya lebih banyak tenaga kerja dan waktu pengerjaan yang cenderung lama.

 

Selain itu, menggunakan metode tradisional juga lebih berpotensi tanaman terinjak ketika proses penyiraman maupun pemupukan tengah berlangsung.

 

Maka, untuk mengatasi hal tersebut, di era modern sekarang ini, sebuah inovasi baru muncul guna memecahkan masalah yang selama ini dialami oleh para petani khususnya di Kabupaten Dompu

 

Kini, telah hadir di Kabupaten Dompu, DRONE TAMBORA, sebagai solusi bagi para petani yang di rancang khusus sebagai alat penyemprotan pertanian seperti pestisida, pupuk, atau herbisida,

 

Karena penggunaan drone pada lahan pertanian memiliki beragam manfaat, mulai dari efisiensi waktu dan tenaga kerja, mengurangi risiko kerugian akibat tanaman yang terinjak, hingga mengurangi risiko paparan bahan kimia pada para pekerja.

 

DRONE TAMBORA ini beralamatkan di Dusun Mbucu Selatan Desa Matua Kecematan Woja dan tepatnya di Yayasan SLB Trisilaskil yang menyediakan jasa penyewaan Drone bagi petani atau bisa lewat Tiktok Drone Tambora serta melalui kontak WA : 0895629500417 

 

Pada intinya Penggunaan atau pemanfaatan Drone ini akan mempermudah para petani, karena selama ini yang kita tahu, untuk satu orang itu memakan waktu sampai sore,” jelas Pemilik atau Penyewa Drone Tambora, Muhar Rahman pada awak media, usai melakukan uji coba Drone di kediamannya Desa Matua, Kecematan Woja Kabupaten Dompu, Jum’at, 26/12/25, sore tadi.

 

Foto, Pemilik atau Penyedia Jasa Drone Tambora, Muhar Rahman, saat uji coba Drone 

 

Karena menurutnya, selama ini para petani melakukan penyetoran pupuk itu, satu orang per hektarnya itu memakan waktu sampai sore sedangkan menggunakan Drone nya, untuk satu hentar nya hanya membutuhkan waktu 5-6 menit saja.

 

Mengenai pupuk dan semacam racun itu lebih hemat penggunaan dibanding manual, misalkan manual untuk 5 hektar itu membutuhkan 15 botol, sedangkan kalau menggunakan rodit itu 7 botol saja, bisa lebih hemat untuk penggunaan air dan penggunaan racun (herbisida),” terang Muhar rahman.

 

Lebih lanjut, dijelaskan Pengusaha muda ini, terkait penyewaan Drone nya, untuk satu hektar biayanya itu sebesar Rp. 250 ribu.” jadi penyewaan Drone ini hitungannya per/hektar,” katanya.

 

Sementara untuk mengetahui lokasi petani, itu terdapat petunjuk semacam Google map,” itu kita bisa melakukan pemetaan lokasi disitu, kita bisa tahu lokasi2 dari petani itu sendiri, sekalipun kita tidak ke lokasi yang penting tahu jelas titik lokasinya, jadi kita bisa tahu batas2 lokasinya,” pungkasnya.

 

Alangkah baiknya, kata Muhar Rahman, agar lebih maksimal drone nya bekerja, sebaiknya kita berada langsung di lokasinya,” kita bisa melihat langsung, kadang2 di google map nya, kurang update atau tidak maksimal,” tandasnya.

 

Untuk itu, Muhar Rahman meminta kepada petani Dompu, dengan adanya Drone ini, akan mempercepat dan efisien waktu,” karena waktu adalah uang, semakin cepat proses, semakin cepat juga proses uangnya,” ucapnya penuh promosi.

Penulis IW