Dinilai Lamban, Keluarga Korban, Spontan Blokade Jalan Tuntut Pihak Kepolisian Segera Tangkap Terduga Pelaku Pelemparan Terhadap 2 Warga Dore – Simpasai
Foto, keluarga korban dan warga lingkungan dore kelurahan simpasai kecematan woja, saat aksi blokade jalan di jalan lintas Sumbawa
Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Keluarga korban dan sejumlah warga melakukan aksi spontan blokade jalan menuntut aparat kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku pelemparan terhadap 2 orang korban warga lingkungan dore kelurahan simpasai kecematan woja, kabupaten Dompu, Sabtu, 11/07/26 (malam Minggu) sekitar pukul 19.00 wita
Aksi ini terjadi di jalan Lintas Sumbawa Kelurahan Simpasai Kec. Woja, sebagai bentuk protes dan kekecewaan keluarga korban terhadap kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut, Karena sampai saat ini, aparat kepolisian belum juga menangkap terduga pelaku pelemparan tersebut.
Pasalnya kasus pelemparan atau penganiyaan tersebut terjadi pada hari kamis, tanggal 04 Juni yang lalu, dengan korban atas nama Muhammad Zulfikar, TKP di depan dore sedangkan korban kedua atas nama Muhammad Idul Fitri, TKP Lingkungan simpasai tepatnya depan SDN 02 Woja.
Aksi tersebut juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas ditengah ruas jalan lintas Sumbawa Kelurahan Simpasai Kec Woja Kabupaten Dompu yang mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan.
Dalam aksi tersebut, perwakilan warga sekaligus Plt. Kepala Lingkungan Dore kelurahan simpasai, Suparjon mengungkapkan bahwa pada peristiwa pelemparan itu, kedua korban secara prosedur sudah melaporkan secara resmi ke SPKT Polres Dompu atas kasus tersebut.
Bahkan kedua korban sudah melakukan visum maupun di panggil oleh penyidik Polres Dompu untuk dimintai keterangan,
“Namun, sampai saat ini para pelaku belum mampu diungkap oleh pihak kepolisian,” terangnya dengan nada kesal.
Oleh karena itu, kami selaku warga ataupun keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk menangkap segera para terdugs pelaku pelemparan dalam 1×24 jam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Kami minta terduga pelaku pelemparan secepatnya ditangkap,” tegasnya.
Karena peristiwa ini sudah berjalan hampir satu bulan, namun belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian,” pernah kemarin ada upaya nego2 dari pihak kepolisian bersama para korban untuk menahan diri agar tidak terjadi peristiwa seperti ini, maka diberilah waktu hampir satu bulan dengan ini dan setelah korban mendatangi polres untuk menanyakan perkembangan kasusnya, jawabannya tidak jelas,” bebernya penuh kecewa.
Sementara itu, Salah satu Korban pelemparan Zulfikar menuntut pihak kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku, karena kasus tersebut kami laporkan sejak tanggal 05 juni 2026. bulan lalu
“Ini sudah berjalan 1 bulan 7 hari, terduga pelaku belum tertangkap sampai hari ini,” ungkap korban penuh kecewa
Namun apabila pihak kepolisian tidak mampu menangkap terduga pelaku dalam waktu 1×24 jam, Ia mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi
“Kami akan kembali melakukan aksi seperti ini yang lebih besar lagi, apabila aparat kepolisian belum bisa menangkap terduga pelaku,” tegasnya
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian Polres Dompu belum dapat dimintai keterangannya.
Penulis IW