Upaya Perluas Jaringan Usaha, Pengusaha DRONE TAMBORA, Kenalkan Drone Pertanian Pada Keluarga Besar Di Sila-Bima

Foto, Uju Coba Penggunaan Drone Pertanian di Kecematan Sila Kabupaten Bima.

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Dalam rangka memperluas jaringan usaha khususnya pada Penyewaan Drone Pertanian,

 

Pengusaha DRONE TAMBORA, memperkenalkan Penggunaan dan kelebihan Drone Pertanian pada keluarga besar di Kecematan Sila, Kabupaten Bima.

 

Langkah tersebut, sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan usaha dalam hal penyewaan Drone Pertanian di Tahun Baru 2026 ini.

 

Sebelumnya Pengusaha Drone Pertanian ini melakukan uji coba penggunaannya di Kabupaten Dompu dan disambut baik para petani.

 

Kepada Media Pengusaha DRONE TAMBORA, Muhar Rahman melalui orang tua kandungnya, Muhtar Abdullah menjelaskan bahwa kemarin kami mengsosiasikan penggunaan Drone Pertanian ini pada Keluarga Besar di Sila.

 

Alhamdulillah, minat keluarga besar sila sangat luar biasa terhadap penggunaan Drone Pertanian ini,” jelas Muhtar Abdullah pada media ChanelNtbNews via WhatsApp, Minggu, 28/12/25

 

Lanjut, dijelaskan Muhtar, Drone Pertanian ini mempercepat petani dalam proses penyemprotan dan pemupukan,” misalnya tanaman padi, jagung dan tebu,” terangnya.

 

Foto, Muhtar Abdullah bersama Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE 

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah mendukung penuh dengan hadirnya alat pertanian modern atau Drone Pertanian, karena alat tersebut sangat membantu para petani.

 

Untuk itu, Muhtar mengajak para petani khususnya di Kabupaten Dompu dan Bima, agar jangan ragu menggunakan Drone Pertanian, karena dijamin menghemat waktu dan tenaga

 

Selain itu juga, biayanya penyewaan Drone Pertanian cukup murah, per/hektarnya Rp. 250 ribu, dan yang berminat datang langsung saja ke DRONE TAMBORA yang beralamatkan di Dusun Buncu Selatan Desa Matua Kecematan Woja Kabupaten Dompu atau bisa dihubungi Via WhatsApp : 0895-6295-00417.

 

Penulis IW 




Drone Tambora, Hadir Sebagai Solusi Untuk Permudah Petani Di Dompu.

Foto, Muhar Rahman, Pemilik atau Penyedia Jasa Drone Tambora di Desa Matua Kecematan Woja Kabupaten Dompu.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Kebiasaan para petani pada umumnya melakukan proses penyemprotan dan pemupukan dengan menggunakan metode tradisional yaitu dengan menggunakan pompa gendong yang bobotnya mencapai 20 kg.

 

Namun, semakin lama cara ini dianggap tidak efektif. Hal ini dikarenakan perlunya lebih banyak tenaga kerja dan waktu pengerjaan yang cenderung lama.

 

Selain itu, menggunakan metode tradisional juga lebih berpotensi tanaman terinjak ketika proses penyiraman maupun pemupukan tengah berlangsung.

 

Maka, untuk mengatasi hal tersebut, di era modern sekarang ini, sebuah inovasi baru muncul guna memecahkan masalah yang selama ini dialami oleh para petani khususnya di Kabupaten Dompu

 

Kini, telah hadir di Kabupaten Dompu, DRONE TAMBORA, sebagai solusi bagi para petani yang di rancang khusus sebagai alat penyemprotan pertanian seperti pestisida, pupuk, atau herbisida,

 

Karena penggunaan drone pada lahan pertanian memiliki beragam manfaat, mulai dari efisiensi waktu dan tenaga kerja, mengurangi risiko kerugian akibat tanaman yang terinjak, hingga mengurangi risiko paparan bahan kimia pada para pekerja.

 

DRONE TAMBORA ini beralamatkan di Dusun Mbucu Selatan Desa Matua Kecematan Woja dan tepatnya di Yayasan SLB Trisilaskil yang menyediakan jasa penyewaan Drone bagi petani atau bisa lewat Tiktok Drone Tambora serta melalui kontak WA : 0895629500417 

 

Pada intinya Penggunaan atau pemanfaatan Drone ini akan mempermudah para petani, karena selama ini yang kita tahu, untuk satu orang itu memakan waktu sampai sore,” jelas Pemilik atau Penyewa Drone Tambora, Muhar Rahman pada awak media, usai melakukan uji coba Drone di kediamannya Desa Matua, Kecematan Woja Kabupaten Dompu, Jum’at, 26/12/25, sore tadi.

 

Foto, Pemilik atau Penyedia Jasa Drone Tambora, Muhar Rahman, saat uji coba Drone 

 

Karena menurutnya, selama ini para petani melakukan penyetoran pupuk itu, satu orang per hektarnya itu memakan waktu sampai sore sedangkan menggunakan Drone nya, untuk satu hentar nya hanya membutuhkan waktu 5-6 menit saja.

 

Mengenai pupuk dan semacam racun itu lebih hemat penggunaan dibanding manual, misalkan manual untuk 5 hektar itu membutuhkan 15 botol, sedangkan kalau menggunakan rodit itu 7 botol saja, bisa lebih hemat untuk penggunaan air dan penggunaan racun (herbisida),” terang Muhar rahman.

 

Lebih lanjut, dijelaskan Pengusaha muda ini, terkait penyewaan Drone nya, untuk satu hektar biayanya itu sebesar Rp. 250 ribu.” jadi penyewaan Drone ini hitungannya per/hektar,” katanya.

 

Sementara untuk mengetahui lokasi petani, itu terdapat petunjuk semacam Google map,” itu kita bisa melakukan pemetaan lokasi disitu, kita bisa tahu lokasi2 dari petani itu sendiri, sekalipun kita tidak ke lokasi yang penting tahu jelas titik lokasinya, jadi kita bisa tahu batas2 lokasinya,” pungkasnya.

 

Alangkah baiknya, kata Muhar Rahman, agar lebih maksimal drone nya bekerja, sebaiknya kita berada langsung di lokasinya,” kita bisa melihat langsung, kadang2 di google map nya, kurang update atau tidak maksimal,” tandasnya.

 

Untuk itu, Muhar Rahman meminta kepada petani Dompu, dengan adanya Drone ini, akan mempercepat dan efisien waktu,” karena waktu adalah uang, semakin cepat proses, semakin cepat juga proses uangnya,” ucapnya penuh promosi.

Penulis IW 




Empati Pada Korban Banjir Di Aceh, Kabupaten Dompu Kirim Satu Orang Tenaga Medis Untuk Melayani Kesehatan

Foto, Dr. Muhsin, tenaga medis Kabupaten Dompu yang sedang melayani para korban banjir bandang di Aceh

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Musibah Bencana Alam yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Daerah IIstimewa Provinsi Aceh membawa duka bagi para korban dan keluarganya.

 

Bencana banjir bandang itu, mendapat empati dari berbagai pihak di seluruh Indonesia guna hadir memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban yang terdampak bencana banjir bandang.

 

Tidak ketinggalan juga bantuan dari kabupaten Dompu, mengirimkan satu orang tenaga medisnya untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan, guna membantu dan meringankan beban para korban yang terdampak bencana alam.

 

Benar, Kabupaten Dompu telah menugaskan satu orang tenaga medisnya, atas nama dr. Muhsin untuk bertugas melayani kesehatan bagi para korban yang terdampak bencana banjir di Aceh,” terang Kepala Dinas Kesehatan Dompu, Omiyati Fatimah, S.Sos,.M.PH, pada awak media di sela melaksanakan program Dompu menyalani di Desa Kwangko Kecematan Manggelewa, Rabu, 24/12/25.

 

Lebih lanjut dijelaskan Omiyati, bahwa pengiriman tenaga medis, atas permintaan dari “Bulan Sabit Merah” sekaligus bentuk empati Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu atas kejadian bencana banjir bandang yang menyerat korban jiwa beserta hartanya.” khususnya masyarakat yang terdampak banjir bandang di sana,” ujarnya.

 

Kadis juga mengatakan bahwa petugas medis yang ditugaskan akan langsung bergabung dengan petugas medis yang ada di lokasi bencana untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi para korban yang terdampak bencana banjir

 

Dokter yang ditugaskan tersebut adalah dokter Muhsin yang bertugas di BLUD Puskesmas Kilo dan surat penugasan beliau ditandatangani langsung oleh Bupati Bambang Firdaus atas pengusulan Dewan Pimpinan Pengurus Provinsi Bulat Sabit Merah Indonesia,” jelasnya rinci.

 

Di sela waktu, Asrullah, ST seorang tokoh masyarakat dan juga pengamat kebijakan publik di Kabupaten Dompu, mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu menugaskan tenaga medisnya untuk hadir dan bekerja membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.

 

Menurutnya langkah yang dilakukan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE dengan mengirimkan tenaga medis di daerah terdampak bencana banjir adalah langkah tepat untuk menunjukan empati dan kepedulian terhadap sesama yang mengalami musibah.

 

Saya mendukung dan mengapresiasi labgkah tepat Bupati Dompu dimaksud dengan menugaskan tenaga medisnya untuk memberikan bantuan pengobatan dan pelayanan kesehatan di daerah terdampak bencana”, katanya 

 

Penulis IW 




Tanpa Papan Informasi, Proyek Saluran Irigasi Di Jalan Baru Karijawa Diduga Proyek “Siluman” Dan Asal Jadi

Foto, Fauzid alias Gepeng Pengendali, Anggota Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Kabupaten Dompu dan Foto pekerjaan proyek saluran irigasi di jalan Baru Karijawa Kecematan Dompu Kabupaten Dompu.

 

 

 

Dompu, NTB ChanelNtbNews.com, – Proyek merupakan kegiatan yang bersifat sementara (waktu terbatas), tidak berulang, tidak bersifat rutin, mempunyai waktu awal dan’ waktu akhir pelaksanaan pekerjaan dan memiliki sumber anggaran yang jelas kemudian disusun dalam bentuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksana (RAP)

 

Dengan peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan bangunan atau proyek yang diuraikan sedemikian rupa dalam peraturan yang mengikat sehingga terperinci atau di sebut Bestek dan dilengkapi dengan papan informasi proyek.

 

Namun, Proyek Pembangunan Saluran Irigasi di jalan Baru Karijawa Kecematan Dompu Kabupaten Dompu diduga kuat proyek “Siluman” karena tanpa papan Informasi sebagai sumber informasi masyarakat

 

Sementara tujuan daripada papan informasi proyek adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proyek, memberikan informasi vital (seperti nama proyek, pelaksana, dana, dan jadwal) kepada publik dan pihak terkait agar terhindar dari kesalahpahaman

 

Serta menjamin hak warga negara untuk tahu, serta menjadi alat komunikasi visual yang memfasilitasi pengawasan dan koordinasi internal dan eksternal, sekaligus mencegah pekerjaan “siluman” atau ilegal, seperti diatur dalam Undang-undang nomor 14 Tahun 2008, Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)

 

Hal itu yang disampaikan oleh Anggota Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Kabupaten Dompu, Fauzid atau yang tenar di sapa Pengendali NTB di kediamannya, kelurahan kandai satu kec Dompu kab Dompu, Jum’at, 19/12/25.

 

Fauzid mengungkapkan bahwa proyek saluran irigasi tersebut diduga kuat sengaja tidak memasang papan informasi proyek, agar masyarakat tidak dapat mengetahui sumber proyek tersebut.

 

Jadi pihak kontraktor pelaksana terkesan mengabaikan perintah Undang2, karena tidak memasang papan informasi proyek dan harus dipasang pada awal pelaksanaan pekerjaan itu,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Fauzid menduga kuat bahwa pihak pelaksana memang sengaja tidak memasang papan informasi proyek, karena terindikasi mensrea atau niat jahat terhadap anggaran negara.

 

Diakibatkan karena adanya dugaan pembiaraan dari pihak pengawas dinas terkait maupun konsultan pengawas.

 

Oleh karena itu, kuat dugaan terjadi konspirasi jahat antara pihak pelaksana dan oknum2 dinas terkait yang semata-mata hanya untuk meraih keuntungan besar terhadap keuangan negara.

 

Jangan seenaknya mereka mengerjakan proyek, karena uang yang dipakai untuk membangun proyek itu adalah uang dari rakyat, jadi kita rakyat berhak tahu asal usul proyek itu, ini kesannya ditutup-tutupi,” ucap Fauzid dengan nada tinggi.

 

Selain UU Keterbukaan informasi publik, kata Fauzid pelaksanaan proyek saluran irigasi ini juga bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahun 2012, tentang kewajiban memasang papan nama pada pembangunan proyek yang dananya dibiayai oleh negara

 

Karena setiap warga negara Indonesia itu berhak mengetahui pelaksanaan keuangan negara melalui proyek pembangunan tersebut, sehingga pembangunan tersebut berjalan sesuai harapan.

 

Jadi setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara, baik itu yang bersumber dari Pusat maupun daerah, maka, diwajib untuk memasang papan informasi proyek, sehingga masyarakat dapat mengawasi langsung proses pekerjaan tersebut.” terangnya.

 

Sehingga masyarakat juga bisa mengetahui asal usul proyek tersebut dan masyarakat dapat ikut serta dalam mengawal proses pembangunan itu agar masyarakat dapat merasakan asas manfaatnya dalam jangka waktu yang lama

 

Selain itu, Fauzid membeberkan bahwa pekerjaan proyek tersebut terkesan asal jadi, karena kualitas campuran diduga kuat tidak memenuhi standar bestek.

 

Disamping itu, proyek tersebut diduga kuat tidak mampu diselesaikan tepat waktu, karena mengingat waktu pelaksanaan pekerjaan ini tinggal menghitung hari.

 

Bayangkan saja, ini sudah tanggal 19 Desember, sementara batas waktu pelaksanaan paling telat tanggal 20 atau 21 Desember, tapi proyek ini baru sekitar 40-50 porsen, saya ragu dengan penyelesaian proyek ini,” cetusnya pesimis.

 

Untuk itu, Fauzid mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi pekerjaan ini, karena rewan dengan manipulasi pencairan, karena akhir tahun

 

“Ini yang harus kita waspadai bersama terkait pencairan anggaran proyek, biasanya proyek belum selesai, tetapi diatur dulu pencairannya. ini banyak terjadi, oknum-oknum Dinas yang nakal berani mencairkan, padahal proyek belum rampun,” ajaknya dengan nada serius.

 

Fauzid mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek ini sangat berpotensi pada kerugian keuangan negara dan mengarah pada dugaan tindak pidana Korupsi yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

 

Oleh sebab itu, Fauzid meminta kepada Dinas terkait untuk segera mengevaluasi pekerjaan tersebut, agar proyek tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

“Namun, apabila permintaan kami tidak diindahkan maka kami akan mempersoalkan proyek tersebut ke institusi hukum,” tegasnya dengan nada mengancam

 

Sementara sampai berita ini ditayangkan, kontraktor pelaksana dan Dinas terkait belum dapat dimintai keterangannya.

Penulis IW 




Merasa Rugi Akibat Hujan, Para Pedagang Minta Penambahan Waktu Pelaksanaan Taman Hiburan Pesona Ria

Foto, Pengelola atau Pemilik Taman Hiburan Pesona Ria “Hokkyman Jaya Sahabat Rupiah” dan pedagang di lokasi kegiatan di kelurahan kandai satu kec Dompu kab Dompu 

 

 

Dompu NTB, ChanelNtbNews – Warga Kelurahan Kandai Satu dan lebih khususnya para pedagang diareal Taman Hiburan Pesona Ria “Hokkyman Jaya Sahabat Rupiah” mengharapkan penambahan Ijin pelaksanaan kegiatan tersebut, agar warga dapat meningkatkan pendapatannya.

 

Karena waktu kegiatan “Hokkyman Jaya Sahabat Rupiah”ini, hanya diberi ijin i5 hari, sementara acara ini baru beroperasi normal hanya 3 hari terakhir ini, dikarenakan kondisi hujan setiap hari.

 

Berdampak pada meruginya para pedagang yang menjual diareal lokasi taman hiburan pesona tersebut karena stok barang jualan masih banyak yang belum terjual.

 

Hal itu, yang diungkapkan oleh para pedagang di areal Taman Hiburan, pada awak media, Jum’at, 06/12/25. Malam

 

Pedagang Rosdiana, mengeluhkan stok barang dagangannya yang baru sedikit terjual, Karena Taman Hiburan sepi pengunjung diakibatkan hujan terus yang menyebabkan barang dagangan masih banyak yang belum terjual.

 

Jadi stok jualan kami untuk 15 hari masih masih utuh sementara besok hari terakhir acara taman hiburan ini,” keluhnya.

 

Untuk itu, Ia meminta kepada pemerintah dan pemilik Taman Hiburan untuk menambahkan waktu acara taman hiburan ini.

 

Jadi, kami sangat berharap ada penambahan waktu pelaksanaan beberapa hari lagi, agar jualan kami bisa terjual habis, sehingga kami tidak rugi,” ujarnya penuh harap.

 

Senada juga dengan penjual lainnya, karena kegiatan taman hiburan sepi dikunjungi pengunjung, sehingga pemasukannya tipis

 

“Kalau bisa penambahan waktulah yang ketinggalan kemarin karena cuaca hujan,’ harapnya.

 

Sementara diwaktu yang bersamaan, pemuda kelurahan kandai satu, Sofyan atau lebih tenar di sapa Papi Gondrong mengatakan bahwa kita sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah untuk permohonan penambahan waktu pelaksanaan Taman Hiburan Pesona Ria ini.

 

Alhamdulillah, kita sudah berkoordinasi langsung dengan pak camat dan lurah kandai satu, keduanya sudah memberikan penambahan waktu, karena adanya permintaan warga, karena dari 15 hari Ijinnya, hanya 3 hari kegiatan normalnya dan 13 harinya nihil,” ungkap Papi Gondrong.

 

Sedangkan pemuda lainnya, Fauzid menegaskan bahwa sangat mendukung sekali dengan pelaksanaan Taman Hiburan Pesona Ria yang berdampak pada peningkatan pendapatan warga.

 

Jadi, kami mohon pihak kepolisian agar memberikan waktu tambahan kegiatan tersebut,” ujar Gepeng Pengendali Utama Medsos ini.

 

Ditempat yang bersamaan, Pemilik atau Pengelola Taman Hiburan Pesona Ria, Hokkyman Jaya mengakui bahwa pelaksanaan kegiatan Taman Hiburan ini normalnya 15 hari.

 

Tetapi normalnya hanya 3 malam beroperasi, karena faktor cuaca,” keluhnya.

 

Untuk itu, Ia berharap kepada pihak kepolisian yang mengeluarkan ijin agar ada penambahan waktu pelaksanaan kegiatan ini.

 

Waktu yang dilewatkan dari awal, karena kondisi hujan, minimal ada penambahan waktu 3 harilah, karena dalam surat ijin itu tanggal 4 Desember kegiatan selesai dan Alhamdulillah pk Camat dan pk lurah sudah memberikan waktu tambahan,” terang penuh semangat.

.

Foto, Pemuda Kandai Satu, Fauzid atau lebih Tenarnya Gepeng Pengendali Utama Medsos 

 

Untuk Warga Dompu dan sekitarnya, Ayo Rame-rame Datang Di Taman Hiburan Pesona Ria Ekspo “Hokkyman Jaya Sahabat Rupiah” yang disuguhkan dengan Gebyar Dangdut dan Hadiah menarik bagi para pengunjung yang beruntung dan tempatnya di lapangan Kandai Satu Dompu.

 

Sementara sampai berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum dapat dikonfirmasi.

Penulis IW 




Kadistanbun Dompu, Ucapkan Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61

Foto, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November disetiap tahun di Indonesia.

 

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan produktif.

 

Lewat Momentum Sehat ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Syahrul Ramadhan, SP Beserta Seluruh Jajarannya Mengucapkan Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-61 tahun 2025.

 

Penulis IW