RAPPI 09 Dompu, Tebar Kebaikan Di Bulan Suci Ramadhan, Berbagi Takjil 1200 Bungkus Di 3 Titik.

Foto, Bersama Pengurus Dan Anggota RAPPI 09 Kabupaten Dompu,

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Momentum bulan penuh berkah Dewan Pengurus Wilayah (DPW), RAPPI 09 Kabupaten Dompu, menebar kebaikan dengan berbagi takjil untuk umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini.

 

Pembagian Takjil tersebut dilakukan di 3 Kecamatan Manggelewa, Woja dan Dompu yaitu sebanyak 1.200. bungkus.

 

Hal, itu disampaikan oleh Ketua DPW RAPPI 09 Dompu, Iwan Kurniawan, SE,.MSi, pada awak media, usai kegiatan berbagi takjil di kediamannya, Kota Baru, Kelurahan Dompu NTB, Sabtu, 22/03/25

 

Kepada Media ChanelNtbNews, Iwan Kurniawan, SE,.MSi, mengatakan bahwa kegiatan pembagian takjil di 3 titik ini adalah kegiatan yang sudah direncanakan oleh pengurus DPW RAPPI Cabang 09 Dompu di Bulan Suci Ramadhan

 

“Alhamdulillah targetnya memang kita berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau bakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian kami orang-orang radio atau Rappi Dompu dalam rangka membagi kepada sesama atau warga Dompu, agar sama-sama merasakan takjil itu untuk berbuka puasa,” terangnya.

 

Lebih lanjut dikatakan Dae Iwan sapaan akrabnya, kegiatan berbagi takjil ini, tanpa bantuan pemerintah satu persenpun.” Ini murni dari Rapi Dompu, di 3 titik, pertitiknya, 400 spek/bungkus,” katanya.

 

Disamping itu, kata Dae Iwan di 3 bulan terakhir ini, mulai dari bulan Januari, februari dan Maret, Rappi Dompu melaksanakan sejumlah kegiatan bakti sosial, keagamaan dan lainnya.

 

Dengan harapan, bahwa radio antar penduduk ini adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari masyarakat dompu dan punya tanggung jawab sama dengan organisasi masyarakat yang lain untuk sama-sama menciptakan kondisi dan kehidupan masyarakat yang lebih religius

 

Ditambahkann Dae Iwan, bahwa kedepannya Rappi 09 Dompu, akan berpartisipasi untuk bantuan komunikasi Idul Fitri di hari min 3 dan min 2 yang berpusat pada pertigaan Kodim

 

“Koordinasi Itu di laksanakan selama 5 hari, itu mandiri, Insyaallah posko untuk membantu masyarakat pengguna jalan baik yang proses hilir maupun yang pulang mudik atau yang kembali,” pungkasnya.

 

Dae Iwan juga menuturkan walaupun keterbatasan dengan anggaran, kami tetap bergerak darn semangat keperdulian,” saya kira itu yang harus kita jadikan teladan, bukan kita mau mengajari mencontohi lembaga2 yang lain,”

 

Untuk itu Kedepannya, kalaupun ada kepercayaan dari pemerintah untuk membantu ormas seperti Rappi ini tidak salah, karena organisasi RAPPI ini, kegiatannya jelas, kantor dan pengurusnya pun juga jelas.

 

Karena kami RAPPI 09 Dompu, Sap bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama bahu membahu membangun daerah Bumi Nggahi Rawi Pahu yang sama-sama kita cintai dan akan selalu berpartisipasi dalam semua aksi kemanusiaan.

 

“Termasuk bencana alam dan nanti ada pelatihan dengan Tim SAR untuk Siaga Tanggap Bencana, kebetulan ada dalam hasil rapat kerja tahun ini,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Dompu.

 

Diakhir, Ketua DPD PAN Dompu ini menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini juga pasca lebaran, Rappi Dompu akan melaksanakan kegiatan sunatan massal.

 

“Tempat dan waktu pelaksanaannya nanti kami akan sampaikan kepada teman-teman media,” ujar Dae Iwan

 

Penulis IW




Ketua LKPD, Sekda NTB Tidak Konsisten Dan Masyarakat Pulau Sumbawa Minta Jatah Kegiatan Fornas!

Foto, Ketua Lembaga Penegak Kebenaran (LPKB) NTB, Burhan Metty 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Ketua Lembaga Penegak Kebenaran (LPKB) NTB, Burhan Metty menuding Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi tidak konsisten dengan rencana awal pelaksanaan kegiatan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII tahun 2025

 

Karena diduga menolak adanya perubahan rencana kegiatan fornas dan mengingingkan penyelanggaraan kegiatan tersebut di fokuskan pada pulau lombok untuk memuluskan kepentingan Pribadi maupun kelompok.

 

Burhan Metty mengatakan bahwa sangat menyayangkan dan keberatan dengan sikap sekda NTB yang tidak Provesional dalam penyelenggaraan kegiatan fornas tersebut

 

“Jangan di anaktirikan Pulau Sumbawa karena sumber PAD terbesar berada pada pulau Sumbawa,” katanya dengan nada protes.

 

Menurutnya, Pemikiran Sekda NTB sangat keliru dan tidak tepat, karena semata-mata mementingkan kepentingan Pulau Lombok dalam pelaksanaan kegiatan Festival Olahraga Nasional FORNAS maupun kegiatan lain-lain.

 

“Saudara ingin tunda dan mundur dari kegiatan fornas, sekalian saja saudara mundur juga sebagai Sekda NTB, mungkin itu lebih bagus dan tepat sasarannya, karena saudara membuat kegaduhan pada kegiatan FORNAS.” ungkapnya.

 

Lanjut Burhan mengungkapkan bahwa Sekda tidak bertanggung jawab terhadap perencanaan awal kegiatan fornas, sehingga tidak menerima atas perubahan perencanaan,” tolong dijelaskan apa perubahannya sehingga anda tidak merasa puas???. katanya dengan nada tanya.

 

Namun, apabila ingin menyelenggarakan kegiatan fornas, jangan hanya memperioataskan di pulau lombok saja, akan tetapi juga dilaksanakan di pulau Sumbawa

 

“Kalau ingin menyelenggarakan kegiatan FORNAS, jangan hanya di Pulau Lombok saja, kami masyarakat pulau Sumbawa juga minta dilaksanakan di pulau Sumbawa,” tegas Burhan

 

Maka, bukan hanya Pulau Lombok saja yang ingin di promosikan wisatanya, tetapi Pulau Sumbawa juga memiliki banyak potensi wisata yang bisa di promosikan, karena merupakan bagian dari Provinsi NTB

 

Sehingga menjadi pertanyaan besar apa yang disampaikan oleh sekda melalui media Antara, kamis 13/03/25 lalu “Tampaknya beda kepentingan dengan kami yang sisa waktu sampai Juli ini kami ingin fokus pada persiapan teknis. Kalau ini tidak ketemu lebih baik kami minta tunda atau kami mundur jadi tuan rumah,”

 

“Apa maksudnya ini????, memperkuat dugaan kami bahwa Sekda punya kepentingan pribadi yang terselubung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” beber Burhan.

 

Ditambahkan Burhan, bahwa kalimat Sekda seperti ini terkesan sentimen terhadap Pulau sumbawa,” bukan hanya pulau lombok diurus dan di bangun karena NTB ada DUA PULAU.” ucapnya sinis

 

Diakhir, Burhan berharap kepada Gubernur dan wakil Gubernur NTB harus cerdas menyikapi persoalan FORNAS dan jangan sampai terhalang karena ada kepentingan SEKDA yang ingin menyelenggarakan kegiatan FORNAS di pulau lombok saja.

 

Justru, kalau dikaji secara administrasi keuangan, apabila menyebar kegiatan di 5 kabupaten dan kota se- pulau lombok, itu akan menghabiskan anggaran yang lebih besar, maka alangkah lebih baiknya di rampingkan kegiatan di satu tempat,

 

“Tetapi kalau memang mau menyebar kegiatan, jangan hanya di pulau lombok saja tetapi sebarkan se- NTB diantara dua pulau Lombok dan pulau Sumbawa itu lebih adil bijak arif kegiatan FORNAS.” ucapnya bijak.

 

Burhan menegaskan dari total Anggaran 30 miliar untuk rencana kegiatan fornas, kalau memang hanya diselenggarakan di pulau lombok saja, maka, masyarakat pulau Sumbawa ingin minta bagian anggaran tersebut

 

“Kami minta separuh anggarannya untuk adakan kegiatan fornas di Pulau Sumbawa, Jangan hanya semata-mata mementingkan kegiatan kelompok tertentu dan kami Ingatkan apabila permintaan kami ini dilindakan oleh Gubernur kami siap gruduk Kantor Gubernur habis lebaran.” tegas Burhan mengancam.

Sementara sampai berita ini ditayangkan, Sekda NTB belum dapat dimintai keterangannya.

 

Penulis Tim CNN




Pemdes Tekasire Sukses Wujudkan Pembangunan Lapangan Sepakbola Untuk Masyarakat Sesuai Ketentuan Yang Berlaku.

Foto, Kades Tekasire Kecematan Manggelewa, Muhammad Jaitun di Depan Kantor BPKAD 

 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Pemerintah Desa Tekasire Kecematan Manggelewa Kabupaten Dompu, telah sukses melaksanakan sejumlah Program Pembangunan di tahun 2024/2025,

 

Salah satunya adalah peningkatan Sarana Dan Prasarana olahraga lapangan sepakbola, karena selama ini Desa Tekasire tidak memiliki lapangan sepak bola yang memadai.

 

Hal itu merupakan wujud dari komitmen Kepala Desa Tekasire sesuai dengan Visi-misinya dalam membangun Desa Tekasire ke arah yang lebih maju.

 

Kepada Media ChanelNtbNews, Kepala Desa Tekasire, M. Jaitun mengatakan bahwa program pembangunan ini merupakan realisasi dari apa yang menjadi harapan dan impian masyarakat Desa Tekasire selama ini.

 

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Tekasire,”jelasnya, pada saat diwawancarai oleh awak media di sela-sela mengurus pencairan Dana Desa di depan Kantor BPKAD Dompu, Senin, 17/03/25

 

Lebih lanjut, Kades menyampaikan bahwa di tahun pertama menjabat sebagai Kepala Desa, kami telah merealisasikan Program Peningkatan sarana dan prasarana olahraga, Lapangan Sepakbola Desa Tekasire,

 

“Sebagai sarana olahraga masyarakat Desa Tekasire, lebih-lebih untuk generasi muda yang memiliki bakat sepakbola, disamping untuk hajatan,” jelasnya.

 

Sebelum, dilaksanakan program tersebut, kata M. Jaitun, Pemerintah Desa Tekasire terlebih dahulu membentuk tim 9 untuk pengadaan tanah lapangan sepakbola,

 

Terdiri dari, Perwakilan Camat, Staf Desa, Unsur BPD, LPM serta karang taruna masing-masing 1 orang yang diketui oleh Perwakilan Masyarakat,

 

“Jadi, Tim 9 inilah yang berperan untuk mencari dan menawarkan harga tanah tersebut, sesuai dalam SK ini,” terangnya sambil memperlihatkan nama-nama Tim 9 dalam berkas laporan pekerjaan tersebut.

 

Setelah harga tanah disepakati antara Tim 9 dengan pemilik tanah barulah kemudian bendahara Desa melakukan pembayaran untuk pengadaan tanah tersebut dengan menggunakan Dana ADD

 

“Jadi Tim 9 lah yang mencari dan melodi tanah itu, bukan Kepala Desa, jangan berasumsi bahwa kepala Desa mencari keuntungan dalam pembelian tanah tersebut, itu saya katakan tidak ada,” tegas Kades

 

Dengan rincian pembayaran tanah, sebagai berikut ; dengan ukuran tanah panjang ; 75 M, Lebar : 70 M dengan harga per are Rp. 18.000.000 dan dibayarkan secara bertahap selama 2 tahun

 

Tahap Pertama Pencairan Dana Desa, sebesar Rp; 56.000.000,00 dan Tahap Kedua sebesar Rp; 302.000.000,00 dan total yang sudah di bayar sebesar Rp. 358.000.000,00,

 

Kemudian anggaran peningkatan Sarana Dan Prasarana kegiatan kepemudaan dan olahraga milik Desa/pekerjaan galian tanah lapangan bola Desa Tekasire tahun anggaran 2024, jumlah anggaran Rp. 100.416.340 dengan luas pekerjaan 75×70 m2.

 

“Pekerjaan Ini dikerjakan oleh pihak kedua, yaitu Tim Pelaksana Kegiatan yang diketuai Anhar Kurniawan, SPdi,” jelas Jaitun

 

Jaitun juga menegaskan bahwa pekerjaan pengadaan tanah dan peningkatan lapangan sepakbola itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berdasarkan hasil kesepakatan atau musyawarah Desa,” Kepala Desa hanya mengawasi dan mengontrol pelaksanaan program tersebut,” tandasnya.

 

Diakhir Jaitun berharap semoga dengan adanya pembangunan lapangan sepakbola ini, dapat digunakan sebagai sarana untuk mengasah bakat generasi muda dan meluangkan hobi masyarakat Desa Tekasire.

 

“Semoga apa yang diperbuat Pemerintah Desa ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Tekasire,”ujar Kades yang dikenal konsisten ini.

 

Penulis IW




Kanit Tipiter Satreskrim Polres Dompu, Ipda Irfan, SH, Pimpin Inspeksi Minyak Goreng ‘Minyak Kita’ Bersubsidi Di Pasar Tradisional.

Foto, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Dompu, Ipda Irfan, SH, Saat Inspeksi Minyak Goreng Bimoli Bersubsidi Di Pasar Tradisional Dompu 

 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Dalam rangka menindalanjuti instruksi Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri melalui Direktorat Krimsus Polda NTB,

 

Dalam upaya memastikan takaran minyak sesuai dengan standar serta mengantisipasi potensi pelanggaran dalam distribusi Minyak Goreng Minyak Kita di bulan ramadhan

 

Unit II Tipiter Satreskrim Polres Dompu NTB, melaksanakan inspeksi terhadap toko/ distributor yang menjual minyak goreng Minyak Kita bersubsidi di pasar tradisional komplek pasar atas

 

Inspeksi tersebut di pimpin langsung Kanit Tipiter Polres Dompu, IPDA Irfan, S.H., didampingi Kepala UPTD Metrologi Legal Dinas Perindag Dompu, Ahyar, serta anggota kepolisian lainnya. Pemeriksaan dilakukan di Toko Distributor Bintang Jaya dan beberapa kios di pasar tradisional, Kamis, 13/03/25, pukul 09.00 WITA,

 

Pada Inspeksi tersebut, petugas menggunakan alat ukur standar untuk memastikan volume minyak dalam kemasan botol maupun pouch sesuai dengan takaran yang tertera.

 

Dalam keterangannya, IPDA Irfan, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah adanya penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

 

“Kami memastikan bahwa takaran minyak goreng bersubsidi sesuai standar dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam distribusinya,” jelas Perwira Muda yang memiliki segudang pengalaman dalam tindak pidana korupsi.

 

Senada dengan itu, Ahyar menekankan bahwa pengawasan ini penting untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan metrologi legal.

 

“Jika ditemukan pelanggaran, kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

 

Beberapa pedagang menyambut baik langkah ini. Salah seorang pemilik kios mengungkapkan bahwa pengecekan ini membuat mereka lebih percaya diri dalam menjual produk yang telah terverifikasi sesuai standar.

 

Polres Dompu Polda NTB mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli Minyakita dan segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan. Pengawasan ini diharapkan dapat menjaga transparansi distribusi minyak goreng bersubsidi serta melindungi hak konsumen di Dompu.

Demikian Rilisan Humas Polres Dompu, AKP ZUHARIS SH

Penulis IW




KCD Dikbud Dompu, Titik Nurhaidah, SPd Bersama Rombongan Berbagi Takjil Di Masjid Baitul Firdaus Lingkungan Ginte

Foto, KCD Dikbud Provinsi NTB Kabupaten Dompu, Titik Nurhaidah, SPd dan juga Istri Wakil Bupati Dompu Syirajudin, SH bersama Rombongan Berbagi Takjil Di Mesjid Baitul Firdaus 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Di Bulan Ramadhan yang penuh berkah, masyarakat khususnya di Kabupaten Dompu berbondong-bondong untuk ikut serta dalam berbagi takjil.

 

Hampir di sepanjang jalan, kita dapat melihat banyak pemuda dan pemudi yang dengan ikhlas memberikan takjil gratis kepada orang-orang yang sedang berpuasa, mereka tidak hanya sekadar memberi, tetapi juga berharap mendapatkan ridha Allah SWT,

 

Tentu, bukan soal siapa yang memberi atau menerima, tetapi lebih kepada semangat berbagi kebaikan Ramadhan yang dapat meningkatkan kepedulian sesama saudara seakidah.

 

Tradisi berbagi takjil ini tidak hanya dilakukan oleh pemuda-pemudi, tetapi juga oleh anak-anak, dan ibu-ibu dengan penuh semangat

 

Seperti halnya juga dilakukan oleh Nyonya Titik Nurhaidah, SPd, yang merupakan istri tercinta Wakil Bupati Dompu Syirajudin, SH, dengan semangat berbagi takjil di Kecematan Woja, Sabtu (08/03/25), beberapa hari yang lalu.

 

Ibu Wakil Bupati Dompu, yang juga menjabat KCD Dikbud Dompu Bersama Rombongan dari Kantor UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Cabang Dompu, berbagi takjil di Masjid Baitul Firdaus Lingkungan Ginte Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

 

Para jamaah masjid Baitul Firdaus nampak terlihat ceria dan berbahagia mendapatkan bagian takjil untuk berbuka puasa dari Ibu KCD Dikbud bersama rombongannya

 

Dalam berbagi takjil, KCD Dikbud Dompu, Titik Nurhaidah menyampaikan harapan hadirnya bulan suci ramadhan memotivasi kita semua untuk meraih nilai amal ibadah yang sebesar-besarnya.

 

“Mari memanfaatkan bulan suci ramadhan ini untuk beramal ibadah yang sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa”, ajak Ibu wakil bupati dengan tulus

Penulis IW

 




“Aksi Penanaman Pohon Pisang” Kecewa Jalan Lingkar Doro Nowa Rusak Parah, Tidak Ada Perhatian Pemerintah.

Foto, Suhardin bersama Warga Desa Nowa Melakukan Aksi Penanaman Pohon Pisang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak ada perhatian 

 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Himpunan Pemuda dan Masyarakat lingkar Doro Nowa Desa Nowa Kecematan Woja mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu untuk segera memperbaiki akses jalan lingkar Doro Nowa yang sudah puluhan tahun rusak parah.

 

Karena Hasil dari pada observasi Himpunan Pemuda dan Masyarakat lingkar Doro Nowa, bahwa akses jalan lingkar doro nowa sampai detik ini belum di sentuh/atensi oleh pemerintah daerah kabupaten Dompu.

 

Sehingga warga Lingkar Doro Nowa melakukan Aksi penanaman Pisang ini sebagai bentuk kekecewaan Pemuda dan masyarakat akibat tidak ada perhatian dari pemerintah Desa dan pemerintah Daerah yang sudah puluhan tahun.

 

Hal itu diungkapkan himpunan pemuda lingkar Doro Nowa, Suhardin pada awak media, usai melakukan aksi penanaman pohon Pisang di jalan lingkar Doro Nowa Desa Nowa Kecematan Woja, Senin, 10 Maret 2025

 

Suhardin mengungkapkan bahwa sampai hari ini akses jalan lingkar Doro Nowa belum ada perubahan sama sekali bahkan semakin rusak parah, karena belum ada perhatian dari Pemerintah Daerah kabupaten Dompu

 

“Karena akses jalan lingkar Doro Nowa ini sudah puluhan tahun bahkan sebelum saya lahir jalan ini masih seperti ini, belum juga disentuh sama sekali oleh pemerintah,” ungkapnya kesal.

 

Untuk itu, kami sebagai pemuda dan mahasiswa serta masyarakat yang peduli akan akses jalan lingkar Doro Nowa atau akses jalan umum, meminta kepada Pemerintah Daerah dan Ketua DPRD kabupaten Dompu agar segera diperbaiki akses jalan lingkar Doro nowa ini.

 

Sebab, pengguna jalan lingkar Doro Nowa ini, bukan saja masyarakat atau petani di Desa Nowa, tetapi juga merupakan akses jalan bagi masyarakat atau petani diuar Desa Nowa,

 

Disatu sisi terdapat puluhan rumah warga yang bermukim sejak tahun 1984, yang setiap saat selalu menggunakan jalan lingkar doro nowa, karena jalan tersebut merupakan akses yang utama,

 

Apalagi dimusim hujan, jalan lingkar Doro Nowa, hampir tidak bisa di akses oleh warga dan lebih-lebih warga yang bermukim di kaki Doro Nowa, karena berlumpur sehingga semakin parah kondisi jalan.

 

Selain itu, adanya aktifitas galian C yang diduga dilakukan CV. Bina Usaha 1, sehingga akses jalan semakin parah dan berdampak buruk terhadap petani dan lingkungan serta merusak saluran Irigasi petani.

 

Oleh karena itu, kami berharap kepada Pemerintah Daerah melalui kepemimpinan Baru, Bapak Bambang Firdaus, SE dan Syirajudin, SH, agar menjadi perhatian serius jalan lingkar Doro Nowa ini

 

“Banyak pemimpin sebelumnya yang menjanjikan perbaikan akses jalan Doro Nowa, tapi sampai sekarang tidak pernah disentuh, hanya janji semu,” ujarnya dengan nada kecewa

 

Diketahui Jalan ini merupakan bagian dari tata kota kabupaten Dompu yang menghubungkan 3 Desa yaitu Desa Nowa, Desa Bakajaya dan Desa Matua

Penulis Tim CNNEWS