Suriansyah, SPd,.MPd, Kegiatan KKG Mini, Bentuk Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dengan Menitikberatkan Implementasi Kurikulum Merdeka

foto Kepsek SDN 16 Dompu, Suriansyah SPd MPd, Memberikan Pembinaan terhadap Guru-guru dalam Kegiatan KKG Mini.

 

Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan komunitas/kelompok kegiatan profesional bagi guru SD/MI yang masih berada dalam satu gugus/kecamatan. pada prinsipnya, hampir sama dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). 

 

Sehingga diharuskan sebagai seorang tenaga pendidik, atau guru harus memiliki kompetensi dan keahlian mumpuni sesuai dengan peraturan nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 ayat b menyatakan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Hal itu juga yang tengah dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Mini SDN 16 Dompu, karena pada pelaksanaan kegiatan KKG mini ini, diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah, yang berlangsung di ruang kelas SDN 16 Dompu, Sabtu, 16/09/23.

 

Dengan indikatornya mutu pelayanan pembelajaran mengalami peningkatan. pembelajaran yang semakin mendidik, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik, guru anggota, bisa saling tukar pengalaman, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kinerja guru semakin meningkat. hal itu bisa dilihat dari cara mengajar di dalam kelas, kemudian hasil yang diperoleh dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

 

Dalam keteranganmya, Kepala Sekolah SDN 16 Dompu, Suriansyah, SPd,.MPd, menjelaskan bahwa Kegiatan kelompok kerja mini guru ini, sebagai bentuk upaya peningkatan kompetensi guru disekolah dan dilaksanakan setiap hari Sabtu.

 

foto gur-ugu di Kegiatan KKG Mini 

 

” Dengan mengadakan pelatihan, berdiskusi bagaimana upaya untuk memperbaiki pembelajaran yang ada, kendala-kendala apa yang dihadapi guru-guru di dalam kelas? dan melalui kegiatan remedial ini, kita bahas dan kita akan mencarikan solusinya,” jelas Kepsek, disaat memberikan pembinaan terhadap guru-guru kegiatan KKG mini.

 

Selain itu juga kami menitik beratkan dalam implementasi kurikulum Merdeka, dengan mengadakan Diklat mini, untuk membahas masalah bagaimana guru bisa memahami kurikulum Merdeka ini?

 

” Bisa menjabarkan sebuah pencapaian pembelajaran diuraikan dalam bentuk tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan terakhir guru harus bisa membuat modul pembelajaran.” Papar Suriansyah.

 

Ditambahkan Suriansyah, akhir-akhir ini, kami harus memacu lagi, terutama dengan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Siswa,” P5 ini bermaksud membentuk karakter siswa,” jelas Kepsek yang memiliki banyak gagasan.

 

Kemudian nanti dikurim baru ini, sudah ada projeck, di SDN 16 Dompu, kita mengangkat 2 tema, yang pertama kearifan lokal dengan mengangkat budaya-budaya lokal,” misalnya makanan khas Dompu ini apa? sehingga siswa itu, bisa membuat makanan khas Dompu ini, bahkan dia memberikan inovasi,” ucap Kepsek yang baru-baru ini sekolahnya mendapat penghargaan lomba kebersihan antar sekolah/instansi se kabupaten Dompu.

 

 

Sedangkan tema yang kedua gaya hidup berkelanjutan, kemungkinan kita mengangkat masalah yang berkaitan dengan sampah, karena diketahui bahwa daerah-daerah kita ini banyak sampah berserakan.

 

” Terutama gelas Aqua, kita manfaatkan sampah plastik ini, karena sulit diuraikan, oleh karena itu, sampah-sampah plastik seperti, botol bekas, gelas bekas ini bermanfaat dan punya nilai jual atau didaur ulang, contoh gelas plastik kecil,” kata Kepsek yang slalu Aktif di organisasi Pramuka, sekaligus Pembina.

 

Diakhir, Semoga kegiatan KKG mini ini, bisa bermanfaat untuk semua guru-guru SDN 16 Dompu, yang nantinya akan mencetak generasi-generasi penerus Bangsa lebih-lebih generasi Cerdas Bumi Nggahi Rawi Pahu Tercinta ini.

 

” Serta Mendukung terwujudnya Program Jara Pasaka Dompu Mashur Khususnya di dunia Pendidikan.” Ujarnya.

 

Pewarta : IW

 




Proses Belajar Mengajar MIS Al syaf Takhir Terhambat, Akibat Kekurangan Sarana Dan Prasarana.

foto Kepala Sekolah dan Kondisi bangunan sekolah Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) Al syaf Takhir,

 

Pendidikan merupakan proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, serta pelatihan yang diperoleh seseorang di sekolah secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat- syarat yang jelas dan ketat (mulai dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Sarana dan Prasarana merupakan faktor yang utama dalam menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Sekolah, dalam upaya mencapai keberhasilan didalam dunia pendidikan dalam rangka mencerdaskan generasi penerus bangsa.

 

Namun Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) Al syaf Takhir, yang bertempat di Desa Bara, dengan kondisi sekolah yang serba kekurangan akan sarana dan prasarana bahkan belum ada sama sekali, yaitu meja dan kursi belajar, ruang perpustakaan dan ruang guru/kantor sehingga menghambat dalam proses belajar mengajar.

 

Hal itu, diungkapkan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) Al syaf Takhir, Nurahmi, saat dikunjungi langsung awak media di Desa Bara Kec. Woja kab Dompu, 06/09/23 pagi tadi.

 

Dalam keterangannya, Kepsek MIS, Al Syaf Takhir, Nurahmi, mengungkapkan kondisi sekolah Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) Al syaf Takhir dengan kondisi sarana dan prasarana yang tidak memadai atau kurang bahkan tidak ada sama sekali yang dapat mendukung proses belajar mengajar disekolah ini.

 

Sehingga sekolah ini sangat membutuhkan sekali sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kelangsungan proses belajar mengajar sekolah ini.

 

” Seperti ruang perpustakaan belum ada, sementara ruang perpustakaan alami berada di bawah pohon mangga yang ada di sekolah,” pungkasnya.

 

foto suasana siswa-siswi Mis Al Syaf Takhir.

 

Tentunya ruang perpustakaan tersebut diharapkan terdapat buku-buku bacaan yang dapat menambah wawasan peserta didik.

 

Selain tidak memiliki ruang Perpustakaan, sekolah madrasah ibtidaiyah ini juga, tidak memiliki ruang guru sekaligus kantor, sebagai sarana penunjang guru-guru dalam mengajar di sekolah.

 

” Kantor ataupun ruang guru inikan wajib ada, untuk tempat istirahat para guru-guru selesai mengajar, rapat guru, administrasi sekolah dan lainnya, sementara kantor maupun ruang guru dengan tabah mengalaskan tikar dihalaman sekolah,” jelas Kepsek.

 

foto Kantor/ruang guru Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) Al syaf Takhir sementara di bawah pohon beralaskan tikar 

 

Disamping itu juga, sekolah ini kekurangan meja dan bangku belajar siswa,” satu kursi terpaksa ditempati oleh 2 siswa sehingga anak-anak tidak nyaman pada saat proses belajar mengajar,” jelas kepsek.

 

Ditambahkan Nurahmi, kemudian yang menjadi Perioritas utama disekolah ini, adalah buku-buku pelajaran, terutama buku pelajaran untuk kelas 1 dan 2.

 

Kemudian sekolah juga membutuhkan alat penunjang IT maupun administrasi sekolah, karena sekolah belum memiliki komputer dan baru memiliki satu Laptop saja,

 

” Jadi sekolah ini sangat membutuhkan sekali laptop atau komputer, tetapi kalau untuk saat ini, dengan kondisi sekolah yang belum memiliki ruang guru atau kantor, yang cocok saat ini Laptop, sementara bisa di simpan dirumah guru-guru yang berkaitan dengan administrasi sekolah, minimal 2 buah laptop yang dibutuhkan,” terang Kepsek.

 

Diakhir Kepsek mengharapkan kepada Pemerintah Daerah, Provinsi Maupun pemerintah pusat,” agar kiranya, dapat mengambulkan harapan kami, untuk membangun ruangan perpustakaan dan kantor,” harapnya.

 

Untuk diketahui, Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS) didirikan pada tahun 2005, dengan kondisi fisik sekolah belum ada perubahan yang signifikan dengan jumlah siswa, sebanyak 102 orang siswa dengan sarana pendukung dua ruang kelas.

 

Sedangkan untuk tenaga pengajar Madrasah Ibtidyah Swasta (MIS), berjumlah 10 orang, terdiri dari 2 orang Guru sertifikasi dan satu orang PNS (Kepsek).

 

Penulis : IW




Kabid PTK Ismail A, S.Sos, Himbau Kepada Seluruh Sekolah Bentuk Komite, Berperan Penting Untuk Kemajuan Sekolah.

foto Kabid PTK Ismail Asalam, S.Sos, 

 

Dalam keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 044/U/2002 Tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah tertulis bahwa komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra-sekolah, jalur pendidikan sekolah, maupun jalur pendidikan luar sekolah, yang dibangun atas dasar kerjasama.

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabid PTK, menghimbau kepada seluruh sekolah, SD dan SMP di kabupaten Dompu yang belum terbentuk Komite, agar secepatnya melaksanakan rapat pembentukan komite sekolah, Jum’at, 01/08/23.

 

Karena komite sekolah berperan penting Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dengan melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/ organisasi/dunia usaha dan dunia industry (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu.

 

Disampaikan Kepala Dinas Dikpora, Drs. H. Rifaid,.MPd melalui Kabid PTK, Ismail Asalam, S,Sos menjelaskan bahwa komite sekolah merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat untuk melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan.

 

” Disamping dapat meningkatkan tanggung jawab masyarakat dan berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan di satuan pendidikan.” Jelas Kabid PTK.

 

Lanjut komite sekolah juga dapat menciptakan situasi dan kondisi yang transparan, akuntabel dan demokratis dalam mendirikan dan melayani pendidikan yang berkualitas di satuan pendidikan.

 

Kemudian tugas komite sekolah juga sangat penting dalam membantu mempercepat atau mengoptimalkan upaya peningkatan mutu pendidikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar tentang program program yang akan dilaksanakan oleh sekolah.

 

” Karena memang sekolah, tanpa komitenya, pincang, tidak berjalan sesuai apa yang direncanakan/diharapkan.” Pungkas Kabid.

 

Ditambahkan Untuk itu, saya mengharapkan kepada seluruh sekolah yang ada dikabupaten Dompu, yang belum terbentuk komite sekolah, agar secepatnya dilaksanakan rapat untuk pembentukan komite sekolah.

 

” Di undang semua wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama yang berada, baik di desa/kelurahan, lebih-lebih yang masuk zona, sebab komite itu wajib ada dan dibentuk.”harapnya penuh semangat.

 

Diakhir dengan adanya ketua komite terpilih nanti, tentu akan membawa perubahan dan yang dapat memberikan masukan-masukan positif dari Ketua Komite yang bisa diterima oleh para Kepala sekolah.

 

” Karena ketua komite ikut berperan penting di dalam sekolah, nantinya dapat memberikan masukan-masukan positif yang bermanfaat untuk kemajuan sekolah itu sendiri.” tegas Kabid diakhir penyampaiannya.

 




Putri ketiga Pasangan AKJ – Hj. Lilis Suryani, Ketua Osis SMPN 1, Kegiatan Spensa Sky High Dapat Tingkatkan Prestasi Siswa Di non Akademik Maupun Akademis. 

foto Putri ketiga Pasangan AKJ – Hj. Lilis Suryani, Ketua Osis SMPN 1 Dompu, Syarifah Aisyah

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Organisasi Siswa Sekolah (Osis) SMPN 1 Dompu, Sukses Melaksakan Kegiatan Spensa Sky High, dirangkaikan dengan lomba Class Meeting antar kelas, lomba Nyanyi dan lomba Pidato tingkat SMA sampai SMP sederajat, serta turnamen futsal SMPN 1 Cup-2 yang berlangsung sejak tanggal 10/08 Sampai dengan Tanggal 17/08 tahun 2023.

 

Kegiatan tersebut dalam rangka Memeriahkan Hut Kemerdekaan RI ke 78, dengan mengangkat tema Osis ‘a million dreams and shadow’ seribu mimpi untuk SMPN 1 Dalam menggapai yang lebih tinggi.

 

Dikesempatannya Ketua OSIS SMPN 1 Dompu, Syarifah Aisyah, menjelaskan bahwa kegiatan Osis tahun ini dengan tema Spensa Sky High, dengan lomba Class meeting antar kelas, lomba nyanyi dan pidato tingkat SMA sampai SMP sederajat.

 

Dimana tadi pagi, senin 21/8/2023 telah dilaksanakan penyerahan hadiah untuk seluruh peserta kegiatan Osis.

 

” Alhamdulillah, besar sekali antusias dari SMP maupun SMA yang kami sudah berikan undangan untuk kegiatan ini, mereka sangat partisipasi dalam kegiatan ini dan lumayan meriah kegiatan tahun ini” Kata Ketua Osis SMPN 1 Dompu, saat diwawancarai langsung media diruang Kepala Sekolah, senin 21/08/23.

 

Putri ketiga Pasangan H Kader Jaelani (AKJ) – Hj. Lilis Suryani mengatakan bahwa kegiatan ini, mempunyai nilai positif, yang pastinya untuk meningkatkan prestasi siswa di non akademik maupun akademis

 

” Mereka bisa asah kemampuan mereka untuk lebih baik lagi, yang menang mereka harus lebih ditingkatkan lagi dan yang belum rezeki mereka benar-benar harus berlatih setiap mungkin supaya mereka mendapatkan prestasi kedepannya”, pesan siswi prestasi ini.

 

Diakhir Aisyah bahwa tujuan diadakan kegiatan ini, untuk menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang ada di lingkup sekolah ini, seperti memanah, narkoba dan lainnya.

 

Kemudian Aisyah Berharap semoga kegiatan ini bisa dilakukan lagi untuk tahun-tahun berikutnya dan semoga tahun-tahun berikutnya berjalan lebih baik lagi daripada tahun yang sekarang.

 

” Semoga persiapan yang lebih stabil lagi, lebih 100% lebih bagus lah dan semoga sekolah-sekolah lain bisa selalu mengikuti kegiatan ini.” ujar siswi mungil.

 

Foto Kepsek SMPN 1 Dompu, Abdul Basit, saat pembukaan SMPN 1 futsal Cup 2 dilapangan STIE Yapis.

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMPN 1 Dompu, Abdul Basit, menyampaikan bahwa saya selaku kepala sekolah sangat mendukung kegiatan anak-anak OSIS, karena memang sifatnya sangat positif.

 

Karena tujuan awal mereka ketika berdiskusi dengan saya bagaimana menghindarkan teman-temannya dari kegiatan-kegiatan yang negatif.

 

” Seperti kita menghindari adanya bullying di sekolah dan kegiatan negatif lainnya”, terang Kepsek

 

Lanjut Abdul Basit, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di sekolah ini, anak-anak itu memang sangat antusias” Alhamdulillah selama kurun waktu kita mulai dari tanggal 10-17 itu anak-anak yang main futsal futsal poli-poli”, jelas Abdul Basit.

 

Kemudian mereka ada kegiatan ML dan ada juga terkait dengan kegiatan antar sekolah itu juga” alhamdulillah sekolah sangat menyampaikan terima kasih kepada sekolah-sekolah SMP maupun SMA, yang sudah berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Dompu”

 

Ditambahkan Abdul Basit bahwa kami dari SMPN 1 Dompu juga akan tetap bekerja sama dengan OSIS itu dan yang belum disampaikan oleh Ananda Aisyah tadi.

 

Bahwa kami juga telah melaksanakan turnamen futsal SMPN 1 Cup 2 dan Alhamdulillah sudah di selesai dan ditutup. ” dimenangkan oleh regu sepak bola futsal Assalam MTS Assalam Juara 1,” paparnya.

 

Untuk turnamen futsal itu sendiri dilaksanakan,” dimana kita mengambil lapangan futsal STKIP Yapis, dan waktu pertandingan di sore hari,” tuturnya.

 

Diakhir Kedepannya, kita berharap turnamen futsal maupun kegiatan-kegiatan disekolah ini tetap berlangsung tetap mendapat respon dan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Koni Dompu.

 

” Perwakilan Koni kemarin menyampaikan apresiasi bahwa kegiatan ini sangat menunjang silaturahmi daripada bapak/ibu guru maupun sekolah-sekolah,’ kata Kepsek mengulang ucapan Perwakilan koni.

 

Mudah-mudahan kedepannya masih bisa kita mengadakan turnamen-turnamen lain, seperti itu harapan dari teman-teman koni juga.” ujar Kepsek mengutip Penyampain perwakilan koni Dompu.

 

Berikut daftar lengkap juara lomba :

𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗻𝘆𝗶 𝗦𝗼𝗹𝗼 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗦𝗠𝗔/𝗠𝗮/

Juara 1 : Renaldin Ramadhan (SMAN 1 Dompu)

Juara 2 : Ali Wahyudi (SMAN 1 Woja)

Juara 3 : Maria Helendia (SMAN 2 Dompu)

Harapan 1 : Yerisya Clanada (SMAN 1 Dompu)

Harapan 2 : Daini Aminarti (SMAN 1 Woja)

𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗻𝘆𝗶 𝗦𝗼𝗹𝗼 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗦𝗠𝗣/𝗠𝗧𝘀/

Juara 1 : Recquel Benedicto Sitohang (SMPN 1 Dompu)

Juara 2 : Abel Al Bizhar Adamsyah (SMPN 4 Dompu)

Juara 3 : Albani Fahreza (SMPN 1 Dompu)

Harapan 1 : Maisa Tri Ramadhani (SMPN 4 Dompu)

Harapan 2 : Farah Fauziah (SMPN 1 Woja)

𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗣𝗶𝗱𝗮𝘁𝗼 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗦𝗠𝗣/𝗠𝘁𝘀 :

Juara 1 : Uswatun Kholifah (SMPN 1 Dompu)

Juara 2 : Devi Cantika (SMPN 1 Woja)

Juara 3 : Akhdan Ziyad (SMP IT Imam Bukhoiri)

Harapan 1 : Allika Alfiana Salsabila (SMPN 1 Dompu)

Harapan 2 : Febi Puspita (SMPN 4 Dompu)

Harapan 2 : Restu Cahya Isnaini (SMPN 2 Dompu)

 

Pewarta : IW




Peran Penting Pendidikan Dalam Meraih Kemerdekaan Indonesia.

Foto Kepala Sekolah SMAN 1 Woja, Bunyamin, SPd 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Betapa bahagia dan terharu seluruh rakyat Indonesia kala itu, ketika mendengar Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Setelah terkekang oleh belenggu kolonialisme, akhirnya Indonesia bisa menghirup udara bebas kemerdekaan.

 

Namun, tak mudah perjuangan bangsa ini untuk bisa meraih kemerdekaan. Seluruh elemen rakyat bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

 

Selain perjuangan fisik, pendidikan juga berperan penting dalam pergerakan nasional menuju kemerdekaan melalui pemikiran kritis dan juga diplomasi para tokoh intelektual bangsa.

 

Sebelum pelaksanaan Politik Etis (1902), di Indonesia sudah ada pendidikan nonformal, adat, dan juga adat yang sifatnya masih tradisional.

 

Namun, semua itu masih memberikan wawasan yang terbatas kurang berorientasi ke masa depan. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman.

 

Awal mula pendidikan yang diberikan bagi masyarakat pribumi oleh pemerintah Hindia-Belanda dilatarbelakangi permasalahan penyakit menular yang terjadi di Banyumas pada tahun 1847.

 

Kala itu, banyak penyakit menular seperti tifus, kolera, disentri, dan sebagainya yang melanda. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Hindia-Belanda memberikan pelatihan bagi pemuda yang kelak akan menjadi penyuluh kesehatan di daerahnya masing-masing.

 

Berkaca pada pengalaman di Banyumas, mulailah direncanakan pendidikan kedokteran dengan sistem pendidikan 3 tahun.

 

Untuk melaksanakan pendidikan tersebut dikeluarkan Surat Keputusan Pemerintah No. 3 Tahun 1856 tertanggal 11 Mei 1856. Kepada para lulusan sekolah tersebut diberikan gelar “Dokter Jawa”. Oleh karena itu sekolahnya disebut “Sekolah Dokter Jawa”.

 

Faktor yang semakin membuka jalan meraih kemerdekaan adalah kebijakan Politik Etis yang dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda. Politik Etis adalah “Politik Balas Budi” karena rakyat di tanah jajahan turut memberikan keuntungan bagi pemerintah kolonialisme.

 

Dalam trilogi Politik Etis, ada tiga hal yang diberikan kepada masyarakat pribumi. Ketiga hal tersebut adalah irigasi (pengairan), migrasi (perpindahan penduduk), dan juga edukasi (pendidikan). Namun, dari ketiga hal tersebut hanya pendidikanlah yang memiliki dampak signifikan terhadap perubahan.

 

Politik Etis dilaksanakan pada tahun 1902, sehingga sejak tahun tersebut para pemuda Indonesia semakin banyak yang mendapatkan pendidikan sistem Barat.

 

Tidak hanya di bidang kedokteran yang diberikan sistem Barat, melainkan juga pengetahuan umum (ilmu bumi, sejarah, dan sebagainya) diberikan dalam pendidikan tersebut.

 

Maka, Dimontum Bersejarah ini, Keluarga Besar SMAN 1 Woja, Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 78, selasa, 15/08/23

 

Merdeka..Merdeka Pendidikan

 

Pen ; IW




Dalam Rangka Hari Jadi Pramuka Ke 62, SMPN 4 Dompu Melaksanakan Kegiatan Literasi “Cerdas Cermat Pramuka”

Foto Kepala Sekolah SMPN 4 Dompu dan Suasana Peserta didik dalam kegiatan Cerdas Cermat Pramuka 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – SMPN 4 Dompu Sukses melaksanakan kegiatan literasi yaitu Lomba Cerdas Cermat Pramuka antar kelas dalam rangka hari jadi Pramuka yang ke 62 dan sekaligus memeriahkan Hut kemerdekaan Republik Indonesia Ke 78.

Dimana SMPN 4 Dompu baru-baru ini, telah sukses meraih predikat sebagai sekolah terbaik se-Indonesia, dengan nilai literasi 360,04,%, dari hasil penilaian Diktotorat SMP, pada lomba pemilihan sekolah terbaik tingkat SMP se Indonesia.

” Alhamdulillah hari ini merupakan puncak kegiatan kita bertepatan dengan ulang tahun Pramuka yang ke 62, tanggal 14 Agustus 2023 ini kami,” jelas Kepsek SMPN 4 Dompu, Abdul Haris, SPd, saat diwawancarai oleh awak media usai kegiatan cerdas cermat dihalaman SMPN 4 Dompu, Senin, 14/08/23.

Lanjut Kepsek, jauh-jauh hari, kita sudah merancang kegiatan ini dan kita lebih memperbanyak kegiatan anak-anak ini pada literasinya.

Karena yang menyangkut dengan literasinya seluruh Indonesia tahu bahwa sekolah kami yang tertinggi nilai literasinya 360,04% kenaikan sama halnya kenaikan 150%.

Abdul Haris mengatakan bahwa sekolah kita ini sudah Suting video dokumenter bersama pak Kadis dan bapak Bupati yang sudah keluar itu,” Pada saat rapat pendidikan di SMPN 4 Dompu itu ada semua di situ. Alhamdulillah,” terangnya.

 

Foto Pelaksanaan Cerdas Cermat Pramuka.

Di SMPN 4 dompu ini terus berusaha berkarya berinovasi dalam melaksanakan kegiatan kegiatan yang pada umumnya itu khusus untuk siswa dan warga SMPN 4 dompu.

” Terima kasih kami kepada teman-teman media yang sudah meliput kegiatan ini, Alhamdulillah ini merupakan surprise, padahal kami tidak mengundang, ini salah satu bentuk kepedulian teman-teman media untuk mengekspos kegiatan yang ada di sekolah ini.” Ungkapnya.

Kemudian ini adalah bagian dari sekolah inspirasi tentu harus diberikan contoh kepada sekolah-sekolah yang lain.” sekolah kita ini sekolah terbaik di Indonesia dari 6 indikator dalam rapor pendidikan.” Papar Kepsek.

Semoga kegiatan seperti ini, terus kami tingkatkan lagi, bukan saja saat memperingati hari Pramuka saja bahkan kegiatan cerdas cermat seperti ini, sering kami adakan dengan tujuan untuk memotivasi mental dan pengetahuan anak didik kita di SMP Negeri 4 dompu,

Abdul Haris mengharapkan kepada semua guru dan wali kelas disini yang sudah membimbing anak-anak untuk terus belajar dengan cara membudayakan kebiasaan membaca tidak dalam ruangan kelas saja.

Tetapi bagaimana anak kita ini terus mendapatkan kemajuan ilmu Pengetahuan yang luar biasa sehingga dapat membanggakan dirinya sendiri dan kedua orang tua selebihnya kelak akan dapat mengharumkan nama baik Daerah yang kita banggakan ini.

” Saya mengajak semua teman- teman guru khususnya yang ada di SMP Negeri 4 Dompu agar terus tingkatkan mutu perubahan ini dengan inovasi- inovasi cemerlang yang sesuai dengan motto (Brending) Bermutu, bersih,estetika, Religius,Terampil Mandiri dan Unggul.” Harap Kepsek diakhir penyampaiannya.

 

Pew : IW