Bupati Dompu Bangga Penghargaan Di Raih Dinas DPPKB Dengan Mendapat Apresiasi Sebagai Tim Pendamping Keluarga Inspiratif,

foto Pemberian Penghargaan Tim Inspiratif Tingkat Provinsi NTB 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Pemerintah Daerah Kab Dompu melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu, telah mendapatkan Apresiasi dari Dinas BKKBN Provinsi NTB terhadap Tim Pendamping Keluarga Inspiratif Desa Tanju Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023.

 

Hal itu, Berdasarkan Surat Plt. Kepala Perwakilan BKKBN NTB Nomor : 203/BL.03/J/2023 tanggal 7 Agustus 2023 Perihal Penetapan Tim Pendamping Keluarga Inspiratif Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, yang berlangsung di Hotel Prime Park Mataram.

 

Disampaikan Bupati Dompu, H. Kader Jaelani melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu, Hj. Iris Juwita, SKM,.MKes, menyampaikan rasa bangganya Pemerintah Daerah atas Apresiasi yang diberikan oleh Dinas BKKBN Provinsi NTB.

 

“Bupati Dompu juga Mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim, lebih khusus Tim pendamping Desa Percepatan Penurunan Stunting yang sukses meraih penghargaan ini.”Ucap Kadis menyampaikan pesan Bupati Dompu.

 

Lanjut Kadis, Didalam Apresiasi ini, kami yang ada di dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana terhadap teman-teman yang ada di desa yaitu ada mitra kerja kami yang ada di desa.

 

” Namanya tim pendamping keluarga di dalam tim pendamping keluarga ini sudah di SK kan oleh Bupati yaitu sebanyak 546 orang di Kabupaten di semua Kecamatan sudah ada tim pendamping keluarga,”

 

Lanjut Umi Iris, Tim pendamping warga ini, nantinya yang akan mendampingi sasaran-sasaran yang akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan/penurunan angka stunting antara lain, yaitu pendampingan calon pengantin, ibu hamil dan pendampingan terhadap ibu bersalin yaitu ibu nifas, serta pendampingan terhadap ibu yang mempunyai bayi dan balita.

 

foto serba-serbi pemberitaan Tim Pendamping Keluarga Inspiratif

Kemudian di dalam tim ini ada tiga unsur yaitu, tim bidan desa, tim penggerak PKK desa dan kader Posyandu keluarga atau kader KB yang ada di desa tersebut.

 

” Tim ini akan kami sebarkan, ada 3 tim yaitu yang kami tempatkan, disebut dengan tim di lokus stunting desa desa yang lokus stunting, dan terus kemudian desa lain yang tidak menjadi stanting itu ada dua tim jadinya ada 6 orang yang akan mendampingi sasaran tersebut.”

 

Dalam Perpres 72 itu, tentang percepatan penurunan stunting yang dirangkaikan dengan RAN pasti rencana aksi dari BKKBN pusat yang memberikan amanat kepada kami yaitu penanganan secara hulu terhadap penurunan Stunting.

 

Diakhir didalam Apresiasi ini, yang diadakan oleh BKKBN provinsi NTB “Alhamdulillah kami di Kabupaten Dompu tempatnya tim pendamping keluarga yang ada di Desa Tanju Kecamatan manggelewa kabupaten Dompu provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

” Semoga ada program-program ini yang bisa mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Dompu Billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” ujarnya.

 

Foto Iklan cegah Stunting 

Sementara diwaktu yang Kabid P4 DPPKB Dompu Zulkarnain, S. Sos,. MPh, sebelumnya menyampaikan rasa syukur atas perhargaan Tim Pendamping Inspiratif yang diberikan oleh Dinas BKKBN Provinsi NTB.

 

” Pemberian penghargaan Inspirasi TPK Desa Tanju merupakan wujud nyata keberhasilan Tim Pendamping Kekuarga. dalam tim pencegahan dan penurunan angka stunting di desa tanju kecamatan manggelewa kabupaten Dompu,” jelas Kabid, diruangan kerjanya Kantor DPPKB Dompu Kamis, 24/08/23.

 

Sehingga melalui penghargaan ini, akan memotifasi TPK- TPK lainnya yang ada di seluruh Desa di kabupaten dompu dalam upaya pencegahan stunting,

 

Diakhir Zulkarnaen mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menurunkan angka Stunting dikabupaten Dompu.

 

” Mari bersama cegah stunting demi mewujudkan Dompu MASHUR dan bebas stunting,

 

Pewarta: IW




Pemda Dompu Terapkan Inovasi ‘Pana’a Ndiha’ Dalam Upaya Penurunan Stuting Di Kab Dompu 

foto kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kab Dompu, Hj. Iris Juwita SKM,. MKes

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Pemerintah Daerah Kab Dompu melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kab Dompu memiliki Inovasi Khusus yang akan dilaksanakan dalam upaya penurunan angka stuting di kabupaten Dompu.

 

Strategi khusus ini, nantinya akan diterapkan pada kelompok Binaan Stunting sebagai perangsang anak-anak, dengan cara makan bersama-sama, agar memiliki selera makan yang banyak. hal itu disampaikan oleh Kepala DPPKB Kab Dompu pada media diruang kerjanya, Rabu, 23/08/23.

 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Hj. Iris Juwita SKM, M.Kes menyampaikan bahwa kami dari dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana ada inovasi untuk penurunan stunting di Kabupaten Dompu yaitu Pana’a Ndiha.

 

” Pana’a Ndiha ini kami laksanakan, misalnya ada anak-anak yang ada di kelompok Bina Keluarga balita itu yang ulang tahun langsung dirayakan di sekolah atau di kelompok tersebut”.jelas Ibu Kadis.

 

Iklan Pencegahan Stunting 

Sehingga anak-anak itu, bisa makan bersama-sama, karena bagaimanapun kalau anak-anak itu kita berikan makanan pada saat mereka bermain bersama-sama akan memiliki selera makan yang tinggi dan akan mengkonsumsi makanan sebanyak-banyaknya.

 

” Jadi gairah atau keinginan untuk makan itu tetap ada dibanding dengan kalau makan sendiri-sendiri menjadi nafsu makannya akan meningkat dari anak-anak tersebut,” paparnya.

 

Maka ini adalah salah satu langkah strategis dalam upaya mencegah atau mempercepat penurunan Stunting Khususnya dikabupaten Dompu.”ujar Umi iris.

 

Pewarta : IW




Kesehatan Yang Optimal, Capai Kemerdekaan Sejati

Foto Kepala dinas Kesehatan kab Dompu, Maman, SKM, MSI

 

ChanelNtbNews, Dompu NTB – Kemerdekaan, adalah hak istimewa setiap bangsa, dan bangsa Indonesia merayakan momen penting ini setiap tahun pada tanggal 17 Agustus.

 

Namun, kemerdekaan sesungguhnya baru terwujud dengan sempurna ketika seluruh warga negara bebas dari ancaman kesehatan yang mengganggu kualitas hidup mereka.

 

Harus Merdeka dari Sakit dan bagaimana perjuangan menuju kesehatan optimal adalah langkah krusial dalam mencapai kemerdekaan sejati.

 

Karena Kesehatan adalah modal utama untuk mewujudkan potensi maksimal sebagai individu dan bangsa, oleh karena itu, pemahaman akan pentingnya kesehatan harus menjadi prioritas bagi seluruh warga negara. yang ditanamkan sejak dini.

 

Sehingga perlu diterapkan Pola Hidup Sehat sebagai Landasan Kesehatan, karena mengadopsi pola hidup sehat adalah kunci dalam mencapai kemerdekaan dari sakit.

 

Didukung dengan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat adalah hak dasar yang harus dipenuhi.

 

Sebab Masyarakat juga perlu didorong untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dan mengikuti program-program kesehatan yang disediakan.

 

Tentunya Mengedepankan deteksi dini dan pencegahan merupakan strategi yang cerdas dalam mencapai kemerdekaan dari sakit.

 

Serta Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kesehatan dalam Kemajuan teknologi kesehatan membuka berbagai peluang baru dalam perjuangan untuk merdeka dari sakit.

 

Yang paling utama untuk Mencapai kemerdekaan dari sakit memerlukan peran aktif seluruh masyarakat.

 

Semangat gotong royong yang telah mendarah daging dalam budaya Indonesia harus dimanfaatkan untuk mendukung program-program kesehatan dan saling membantu dalam menjaga kesehatan.

Merdeka dari sakit bukanlah tujuan yang mudah, namun hal ini dapat dicapai dengan upaya bersama, komitmen, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi masa depan yang lebih baik.

 

Dalam momen kemerdekaan yang bersejarah ini, Keluarga Besar DInas Kesehatan Kabupaten Dompu Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 78.

 

” Mari kita semua bersatu dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan sejati, yaitu merdeka dari sakit dan hidup sehat secara optimal”

 

Pen : IW

 




Hut RI 78, Momentum Kemerdekaan Stunting Di Kab Dompu

Foto Kepala DKKP Kab Dompu Hj. Iris Juwita,.SKM, M.Kes

 

 

ChanelNtbNews, Dompu NTB – Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

 

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

 

 

Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan.

 

Faktanya, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan.

 

Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.

 

Hut Kemerdekaan RI 78, Momentum Kemerdekaan Stunting Khususnya Di Kabupaten Dompu, Rabu,09/08/23

Maka, Kepala DKKP, Hj. Iris Juwita, SKM,.M.Kes, Beserta Keluarga Besar DKKP Kabupaten Dompu, Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 78.

 

Pen ; IW




Maknai Kemerdekaan Dari Segi Kesehatan

 

 

ChanelNtbNews, Dompu NTB – Apakah kita sudah merdeka dari sisi kesehatan, kalau faktanya slogan “orang miskin dilarang sakit” masih relevan hingga saat ini.

 

Kenapa begitu ?? Karena masih banyak terjadi diskriminasi pelayanan yang tidak adil terhadap orang miskin ketika mereka ingin melakukan pengobatan di rumah sakit, mereka mendapatkan perlakuan yang tidak sama, bahkan sampai terjadi penolakan pasien.

 

Seharusnya insiden di atas tidak harus terjadi, karena kesehatan adalah hak dasar masyarakat dan merupakan kewajiban pemerintah sesuai amanat konstitusi.

 

Yang telah termaktub dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 H yang mengatur hak masyarakat di bidang kesehatan, dan pasal 34 tentang kewajiban Negara menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Artinya pemerintah harus menjamin dan bertanggung jawab atas kesehatan rakyatnya dari hulu sampai hilir mulai dari pencegahan hingga pengobatan.

 

Kemudian terkait dengan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang mewajibkan masyarakat membayar iuran ini sangat memberatkan masyarakat dan semakin terpukul,

 

karena menurut data BPS terupdate sekitar 9,78 % atau sebanyak 26,42 juta orang rakyat Indonesia hidup dalam garis kemiskinan.

 

Penyelenggaraan BPJS dengan dalih asas gotong royong padahal didalamnya ada komersialisasi dunia kesehatan secara terstruktur dan sistematis,

 

Maka, seharusnya hasil dari penggunaan atau pengembangan dana tersebut memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta bukan untuk kesejahteraan pegawai yang nilainya sangat fantastis.

 

Direktur dr. Dias Indarko Beserta Seluruh Jajaran BLUD RSUD Dompu, Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 78, Sabtu 05/08/23

 

Sangatlah tidak berarti Kemerdekaan yang sudah susah payah diperjuangkan sepenuh jiwa dan raga oleh para pejuang kemerdekaan, Kalau Kesehatan Rakyat Indonesia Tidak Sehat 

 

Pen : IW