Dimomen Musrembang RPJMD 2025-2029, Bupati ‘BBF’ : Kabupaten Dompu Ditetapkan Sebagai Kawasan Komoditas Unggulan

Keterangan Gambar : Bupati Dompu Bambang Firdaus SE. (BBF), pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 – 2029 

 

 

ChanelNtbNews.com, Dompu, NTB – Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui Bappeda dan Litbang melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 – 2029.

 

Acara Musrembang dibuka secara resmi oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati, Senin (16/06/25), sekitar pukul 07.00 Wita – Selesai.

 

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya, Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, SE, Ketua DPRD, Ir. Mutakun, Wakil Ketua DPRD, Kurniawan Ramadhan, SE., ME, Anggota Forkopimda.

 

Turut hadir juga, Sekda, Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Kabag Setda, Camat, Tokoh Agama, Tokoh Mayarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, Organisasi Sosial Masyarakat / Lembaga Swadaya Masyarakat, dan elemen pentingnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE mengungkapkan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa Bupati dan Wakil Bupati wajib menyusun Dokumen RPJMD yang merupakan Dokumen Wajib Perencanaan Daerah sebagai Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun kedepan yang memuat Visi dan Misi.

 

“Kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu Periode 2025-2030 mengusung Visi mewujudkan Kabupaten Dompu yang Maju, Sejahtera, Religius, Berkeadilan dan Berbudaya”, katanya.

 

Menurut Bupati Bambang Firdaus pelaksanaan Visi dan Misi diturunkan kedalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang akan dijadikan sebagai ukuran keberhasilan pencapaian Visi Misi Daerah.

 

“Dalam pencapaian Visi dan Misi tersebut telah tersusun arah kebijakan yang akan dilaksanakan selama lima tahun kedepan”, tuturnya.

 

Lebih lanjut disampaikan Bupati Bambang Firdaus dalam arah pembangunan kewilayahan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029, Kabupaten Dompu ditetapkan sebagai kawasan komoditas unggulan yaitu komoditas perkebunan, peternakan, pengembangan sentra berbasis perikanan tangkap dan kawasan pangan lokal.

 

Komoditas tersebut merupakan potensi unggulan yang mendominasi dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah selama ini. untuk itu pengelolaan terhadap berbagai komoditas tersebut perlu terus ditingkatkan.

 

Karena Perekonomian Kabupaten Dompu selama lima tahun terakhir bergerak lamban dan untuk menggerakan perekonomian daerah direncanakan penguatan pada sektor hulu pertanian dan perikanan berupa penyediaan sarana dan prasarana pendukung, penguatan kelembagaan dan kapasitas petani dan nelayan, penyediaan bibit/benih murah dan berkualitas sehingga akan meningkatkan produksi yang disertai dengan hilirisasi berupa peningkatan nilai tambah pengolahan dan industrialisasi.

 

Adapun sektor pariwisata akan dilakukan peningkatan promosi dan kerjasama pariwisata, penataan dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang berkualitas dan peningkatan event wisata yang dikolaborasikan dengan atraksi budaya.

 

Disamping itu para pelaku UMKM, IKM dan ekonomi kreatif memiliki andil dalam menggerakan roda perekonomian daerah. untuk itu pendampingan terhadap para pelaku usaha dilakukan melalui peningkatan kapasitas, fasilitasi permodalan serta bantuan sarana dan prasarana usaha akan disiapkan berikut lokasi-lokasi strategis bagi para pelaku usaha tersebut untuk mengembangkan usahanya.

 

Selanjutnya peningkatan investasi perlu terus diupayakan dengan penyediaan regulasi tata ruang wilayah yang pro terhadap investasi berusaha, peningkatan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur dasar daerah seperti konektivitas, air bersih, sanitasi, persampahan dan transportasi.

 

“Seluruh rencana tersebut dipercaya akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 8,5 persen yang diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,60 persen dan kemiskinan ekstrim menjadi 0 persen pada tahun 2029”, ujarnya penuh semangat.

 

Bupati Bambang Firdaus juga menjelaskan tingkat pengangguran terbuka akan ditekan sampai 2,18 persen, adapun tingkat kesenjangan akan diturunkan sampai 0,277 poin, sedangkan ipm akan meningkat menjadi 76,5 poin yang disertai dengan peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup menjadi 68,18 persen pada tahun 2029.

 

“Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, RPJMD Kabupaten Dompu tahun 2025-2029 yang merupakan peta jalan pembangunan lima tahun kedepan telah menetapkan visi yang ingin dicapai melalui 4 misi pembangunan, 12 sasaran strategis daerah dan 6 program unggulan.” paparnya

 

“Periode RPJMD ini merupakan tahap pertama dari 4 tahapan pembangunan menuju Dompu Emas di tahun 2045 sesuai dengan RPJMN tahun 2025-2045 yang merupakan bagian dari ekosistem Perencanaan Jangka Panjang NTB maupun nasional sehingga bersifat imperatif”, terangnya.

 

Berikutnya Bupati Bambang Firdaus dalam kesempatan ini juga menegaskan dalam 4 bulan kepemimpinan kami bersama Wakil Bupati, kami telah menyiapkan fondasi pembangunan jangka panjang melalui penataan SDM Birokrasi dengan meningkatkan disiplin serta kinerja aparatur, mengembalikan kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, menetapkan gerakan kebersihan semesta, mulai membenahi penerangan jalan serta menyiapkan pakaian sekolah gratis bagi siswa/siswi baru pada tingkat SD dan SMP.

 

Diungkapkan lagi dari sisi penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Dompu tahun 2026, Musrenbang hari ini menyokong tema:

 

”Mewujudkan Dompu Maju melalui Peningkatan Daya Saing SDM, Produktivitas Ekonomi dan Infrastruktur berkualitas serta birokrasi yang inovatif dan melayani” tuturnya

 

Tema ini menyiratkan makna bahwa ikhtiar menuju dompu maju ditempuh melalui tersedianya sdm yang berdaya saing, ekonomi yang tumbuh dan merata, tersedianya infrastruktur yang berkualitas yang ditopang oleh mesin birokrasi yang inovatif dan melayani.

 

Kepada Para Pimpinan Perangkat Daerah agar memperhatikan dan menyimak dengan serius seluruh arah kebijakan untuk diturunkan kedalam rencana strategis perangkat daerah masing-masing.

 

Untuk itu, Saya juga mengingatkan, berbagai program prioritas yang pernah kami janjikan agar dipastikan masuk dalam perencanaan strategis perangkat daerah. Seperti Reformasi Birokrasi, Dompu Satu Data, Pakaian Seragam Sekolah Gratis, Peningkatan Mutu Guru, Pelaksanaan Pendidikan Karakter dan Muatan Lokal termasuk Literasi Alquran atau Dompu Mengaji, Beasiswa Kedokteran bagi Hafidz, Jaminan Kesehatan Masyarakat, Bantuan Benih Jagung Berkualitas, Asuransi Petani, Agro Industri, Penguatan IKM dan UMKM, Koperasi Tani yang bertrasnformasi menjadi Koperasi Merah Putih, Peningkatan Kunjungan Wisatawan, Revitalisasi Irigasi dan Sumber Air, Penataan Kota melalui Gerakan Semesta Kebersihan serta Peningkatan Infrastruktur Pedesaan.

 

“Seluruh program itu adalah janji politik kami dan harus menjadi konsen untuk dilaksanakan dalam lima tahun kedepan”, tegasnya.

 

Kemudian Bupati Bambang Firdaus menyampaikan harapannya agar berbagai arah kebijakan yang telah tersusun didalam Rancangan RPJMD dapat dibahas dan ditemukan kesepakatan bagi para pihak dalam forum ini, sehingga muatan dalam Rpjmd menjadi kompleks dan berkualitas.

 

“Saya percaya bapak ibu yang hadir dalam forum ini memiliki pandangan yang beragam terkait arah kebijakan pembangunan daerah. Untuk itu harapan saya diskusi ini dapat berjalan dengan baik dan fokus untuk menghasilkan sebuah dokumen perencanaan yang berkualitas dalam upaya mewujudkan Dompu maju”, harapnya.

 

Dalam pantauan acara pembukaan Musrembang RPJMD berjalan aman, tertib dan lancar diawali dengan penyerahan tropi bagi para inovator terbaik dan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Bappenas, Bappeda NTB dan narasumber diakhiri dengan penandatanganan dokumen RPJMD 2025-2029, serta diskusi dan tanya jawab. (ADV)

 

Penulis IW




Momentum Sholat Idul Adha, Bupati Dompu, Produktivitas Populasi Ternak di Kabupaten Dompu Tahun 2025 Meningkat

Foto, Bupati Dompu, Bambang Firdaus SE, Saat Melaksanakan Sholat Idul Adha Bersama di Lapangan Beringin Dompu

 

 

 

ChanelNtbNews.com, Dompu, NTB – Pada momentum Sholat Idul Adha, di lapangan beringin Dompu, Jum’at, (06/06/25 Bupati Dompu menginformasikan kepada seluruh masyarakat Dompu,

 

Bahwa Produktivitas Populasi Ternak di Kabupaten Dompu Tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama Sapi Potong

 

Dan untuk Hewan Kurban di kabupaten Dompu semuanya sehat, karena sudah dilakukan Vaksinasi Oleh Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu

 

Dalam Sambutannya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE menjelaskan Idul Adha ini bermakna suatu keteladanan dari Nabi Ibrahim Alaihissalam, merupakan pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketaqwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang hamba yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam pada titah sang penciptanya.

 

Oleh sebab itu, Esensi dari Idul Adha ini merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan, baik sesama manusia dan hubungan dengan Allah SWT.

 

“Inilah hari besar kemanusiaan dan keimanan, yang ditandai dengan syi’ar penyembelihan hewan kurban, untuk mengenang peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam.” katanya.

 

Lanjut, Bupati Dompu menyampaikan kepada masyarakat Kabupaten Dompu, dalam suasana Idhul Adha ini, agar tidak perlu khawatir dalam berkurban, dan memakan dagingnya, karena hewan qurban di Kabupaten Dompu sudah terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit lainnya.

 

DiKarenan Pemerintah Kabupaten Dompu, telah melaksanakan kegiatan vaksinasi kepada semua hewan ternak di daerah ini.

 

” Untuk hewan ternak yang datang dari luar daerah, telah dilakukan screaning di pos-pos pengawasan keluar masuk ternak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara intensif dan penyemprotan disinvektan.” ungkap Bupati Bambang Firdaus dengan yakin

 

Disatu sisi, kata Bupati, Bambang Firdaus, di tahun ini produktivitas populasi ternak di daerah ini terutama sapi potong mengalami peningkatan.

 

Dengan jumlah pengeluaran ternak potong asal Kabupaten Dompu tahun 2024 lalu sejumlah 11.000 ekor dibandingkan tahun 2025 ini, meningkat menjadi 12.000 ekor,

 

“Alhamdulillah beberapa hari yang lalu telah dilakukan pengiriman ke luar daerah melalui jalur darat dan tol laut dengan tujuan Kalimantan, DKI Jakarta dan Jawa Barat.” jelasnya.

 

Diakhir, Bupati Dompu, menuturkan bahwa

Semua usaha dan kerja keras ini, menjadi bagian dari pengembangan sektor peternakan di daerah kita,

 

“Salah satu langkah meningkatkan pertumbuhan dan memperkuat struktur ekonomi yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.” ujarnya sambutannya

 

Penulis IW




Bappeda dan Litbang Dompu Gelar Lokakarya Analisis Kesetaraan GEDSI Dan Perubahan Iklim Sosial.

Foto, kegiatan lokakarya Analisis Kesetaraan GEDSI Dan Perubahan Iklim Sosial di aula kantor Bappeda Dan Litbang Dompu 

 

 

ChanelNtbNews.com, Dompu, NTB– Dalam upaya mendorong integrasi isu kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) serta perubahan iklim dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,

 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang Kabupaten Dompu menggelar Lokakarya Analisis Kesetaraan GEDSI dan Perubahan Iklim, di aula kantor Bappeda Dan Litbang Dompu, dikutip dari Realitanya.com, melalui www.bappedadompu.info, Kamis (15/5/2025).

 

Lokakarya tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) dan Litbang Bappeda Kabupaten Dompu, Putra Agung Eko Iwinduarta, ST., MM, mewakili Kepala Bappeda dan Litbang.

 

Dalam sambutannya, Putra Agung menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan lintas sektor dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

 

“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan menjadi rujukan dalam penyusunan dokumen perencanaan serta penganggaran pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.

 

Lokakarya yang digelar di Kafe Laberka, Dompu ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk pimpinan perangkat daerah, perwakilan organisasi non-pemerintah, tim fasilitator, serta unsur akademisi dari STKIP dan STIE Yapis Dompu. Turut hadir pula penggagas kegiatan, yakni tim INOVASI NTB, sebuah inisiatif yang fokus pada penguatan kapasitas perencanaan daerah berbasis inklusi sosial dan keberlanjutan lingkungan.

 

Keterlibatan lintas sektor ini menjadi penanda pentingnya kolaborasi dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah yang lebih responsif terhadap keragaman kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan komunitas terdampak perubahan iklim.

 

Lokakarya ini juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan awal penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Dompu tahun anggaran 2026. Rekomendasi yang dihasilkan akan disaring dan dianalisis lebih lanjut oleh tim perumus Bappeda bersama mitra teknis.

 

Kegiatan ini menandai langkah progresif Bappeda Dompu dalam mendorong paradigma pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keadilan dan keberlanjutan. (ADV)

Penulis IW




“Festival Lakey” Surfing Skala Internasional Bakal Digelar Di Lakey-Dompu

Foto, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, saat membuka secara resmi Louching Festival Lakey di Lapangan Beringin Dompu

 

 

 

ChanelNtbNews.com, Dompu, NTB – Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, secara resmi membuka Launching Festival Lakey di momen upacara Hari Lahir Pancasila, Senin 2 Mei 2025.

 

Surfing Skala Internasional ini, bakal digelar di Lakey, Kecamatan Hu,u, Kabupaten Dompu Provinsi NTB

 

Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu sudah mempersiapkan secara matang dalam pelaksanaan ivent ini, dengan harap masyarakat ikut memberikan suport agar Festival kelas dunia ini dapat terlaksana dengan aman sesuai dengan skejul yang ditetapkan.

 

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan untuk mengangkat daerah kita. Dengan ini kita kembalikan potensi wisata kita supaya Dompu ini menjadi daerah tujuan wisata, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik” Harap Bupati Dompu.

 

Lanjutnya, Baik hambatan, tantangan, rintangan maupun ancaman yang mungkin dapat terjadi dalam pelaksanaan ivent nanti, semua hal itu telah diantisipasi lebih awal oleh Bupati Dompu melalui sistim koordinasi tim Kabupaten maupun tim sporting yang telah dibentuk.

 

Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa, pelaksanaan ivent yang berlangsung pada 12 sampai 20 Juli 2025 nanti tidak ada penarikan retribusi bagi pengunjung yang hadir, baik yang bersifat karcis maupun parkir.

 

“Disini tidak ada penarikan retribusi ya, ivent akan menegaskan bagaimana posisi lakey sebagai destinasi wisata yang akan menjadi destinasi wisata dunia. Ini adalah langkah baru yang diambil Pemerintah Daerah Dompu dengan membuka kembali ivent internasional ini” Ungkap Ketua Tim Sporting, Miftahul Su’adah.

 

Pada ivent ini nanti, akan ada 13 item kegiatan yang akan diselenggarakan, tapi ada 4 koor besar yang diprioritas. yang pertama surfing, Iconic tari ou balumba, gelar UMKM dan Kegiatan Seru West.

 

Maka dari itu, dengan kegiatan festival lakey ini, Bupati Dompu berharap dapat membawa dampak baik bagi seluruh masyarakat Dompu.

 

Penulis IW

 




Rakor Kesehatan Bersama Kemenkes, Bupati Dompu Harap Dukungan Pembangunan Lab, ICU Dan GKO Berstandar MOT

Foto, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, dan tamu undangan di acara Rakor Kesehatan Tingkat NTB di Ballroom Hotel Swiss Belcourt Kabupaten Lombok Tengah,

 

 

ChanelNtbNews.com, Dompu, NTB – Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE memaparkan secara langsung berbagai Program Perencanaan Pengembangan Pembangunan Bidang Kesehatan Kabupaten Dompu dihadapan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

 

Pemaparan Bupati tersebut disampaikan pada sesi diskusi Rapat Koordinasi Kesehatan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss Belcourt Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (28/5/2025).

 

Adapun yang disampaikan Bupati Dompu, diantaranya terkait Rencana Pengembangan Pembangunan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dompu.

 

Keadaan Rumah sakit kami dengan kondisi bangunan lama yang kurang terstandar, kami mengharapkan dukungan untuk pembangunan Laboraturium, ICU dan Gedung Kamar Operasi yang terstandar MOT (Modular Operation theater),” kata Bupati dalam pemaparannya.

 

Karena mengingat lokasi RSUD Dompu yang berada di jantung Kota Dompu, maka, Bupati mengharapkan adanya dukungan dana dari Kementerian Kesehatan untuk merelokasi Rumah Sakit menjadi lebih tinggi ke type B yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. “Ini agar pelayanan lebih optimal dan agar penataan kota lebih indah dan cantik,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Dompu memiliki luas wilayah sekitar 2.321 km² dengan jumlah penduduk sekitar 241 ribu jiwa, maka diharapkan kepada Kemenkes untuk membantu menganggarkan dana pengadaan Ambulance.

 

Angka rujukan pasien kami masih tinggi dengan keadaan Ambulance yg dimiliki RSUD saat ini sudah berumur dan jarak tempuh Ambulance minimal 10 jam untuk sampai RSUP NTB, maka kami harap dapat dibantu untuk pengadaan Ambulance,” ujar Bupati.

 

Menjawab harapan Bupati Dompu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan beberapa program prioritas Kementerian Kesehatan yang berfokus pada berbagai aspek kesehatan masyarakat, termasuk transformasi kesehatan, peningkatan layanan kesehatan, dan penguatan sistem kesehatan.

 

Fokus utama kita sekarang, adalah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TBC, jantung, Paru dan pembangunan rumah sakit di daerah terpencil,” terangnya.

 

Sementara Kemenkes sedang fokus pada layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan, peningkatan profesionalitas SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

 

Mengingat efisiensi Anggaran Kemenkes, maka dikonsentrasikan untuk pengadaan Alkes, Obat-obatan dan peningkatan SDM dengan memberikan beasiswa anak-anak untuk belajar di sekolah kedokteran. Kalau masalah pembangunan gedung kesehatan, itu menjadi tugas tersendiri daerah,” jelas Menkes.

 

Maka, cara membangun fasilitas gedung tersebut, kata Budi Gunadi dengan melakukan peningkatkan keuntungan di Rumah Sakit Umum Daerah yang fokus pada peningkatan pendapatan, mengoptimalkan layanan dan melakukan investasi yang tepat.

 

Selain itu, penting juga untuk mengendalikan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional,” sarannya. 

Penulis IW 




Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal Hasil Penindakan Tahun 2024, “Sinergi Bea Cukai Sumbawa Dan Pemkab Dompu”

Foto, Kegiatan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal hasil Penindakan Tahun 2024 yang berlangsung di Halaman Kantor Pemda Dompu

 

 

DOMPU, NTB, ChanelNtbNews.com – Sebagai bentuk nyata akuntabilitas, ketegasan dan transparansi negara terhadap pelanggaran serta penindakan hukum di Bidang Cukai.

Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Sumbawa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Dompu Provinsi NTB secara resmi memusnahkan Barang Kena Cukai Ilegal hasil Penindakan Tahun 2024 yang berlangsung di Halaman Kantor Pemda Dompu, Rabu (21/5/2025).

Sebelum dilakukan Pemusnahan, Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Sumbawa-NTB, Sugeng Hariyanto menjelaskan bahwa kegiatan pemusnahan barang yang menjadi milik Negara dari barang hasil penindakan pada tahun 2024 ini, menggunakan Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

“Hari ini, kita akan memusnahkan Barang kena Cukai yang terdiri Rokok Ilegal dari Hasil Tembakau (HT) dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Ilegal,” ujarnya.

Dalam Laporannya, Sugeng Hariyanto menyampaikan bahwa Barang-barang Ilegal tersebut merupakan hasil penindakan dan Operasi pemberantasan BKC Ilegal bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan sejumlah pemerintah kota/kabupaten di Pulau Sumbawa.

“Barang-barang ini, merupakan barang yang melanggar Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 39 tahun 2007 tentang cukai berupa BKC yang didominasi tidak dilekati pita cukai Asli dan yang dilekati Pita Cukai palsu maupun yang dilekati pita cukai salah personalisasi serta yang salah peruntukan atau tidak sesuai jenis atau golongan,” jelasnya.

Sugeng Hariyanto juga menjelaskan barang kena cukai illegal yang dimusnahkan diantaranya, Rokok Sigaret sebanyak 577.850 batang, minuman mangandung Etil Alkohol sebanyak 1.528,20 liter dan Tembakau Iris 55.268 gram. “Perkiraan nilai barang sebesar Rp. 472.566.000,- dengan perkiraan nilai kerugian Negara sebesar Rp. 644.816.791,-,” bebernya.

Diakhir Sugeng berharap kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal hasil Penindakan dapat menurunkan peredaran dan pemakaian rokok illegal.

“Kepada semua elemen masyarakat, pemerintah, TNI/Polri dan Sat.Pol.PP, Mari kita terus rapatkan barisan menjalin sinergi untuk bersama-sama Gempur rokok illegal dan kami siap bekerja dengan Cakap, Amanah, Gesit, Empati, Responsif,” ucap Sugeng Hariyanto menutup sambutannya dengan sebuah pantun.

Diwaktu yang sama, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai Bali Nusra, Antonius Dwi Wianto mengapresiasi kinerja kantor Bea Cukai Sumbawa yang berhasil melaksanakan penindakan terhadap barang-barang illegal sebagai bentuk penegakan hukum di wilayah Pulau Sumbawa.

“Mari kita terus mengoptimalkan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap barang ilega secara terus menerus dan berkesinambungan untuk kemakmuran Indonesia, khususnya di Pulau Sumbawa-NTB,” katanya.

Antonius mengharapkan, agar Kantor Bea Cukai Sumbawa juga harus terdepan dan terpercaya dalam fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai dengan cara memfasilitasi perdagangan, industri, dan mendukung pariwisata nasional.

“Kita juga harus mampu memberikan pelayanan kepabeanan dan cukai yang memuaskan kepada stakeholder dan masyarakat,” jelasnya.

Disamping itu, Kata Antonius, kantor Bea Cukai juga harus terus bisa melakukan pengawasan dan penegakan hukum serta mencegah keluar dan masuknya barang impor ilegal dan NPP (Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor) ilegal

“Kita juga harus mampu meningkatkan Kinerja, citra positif institusi dan kompetensi sumber daya manusia sesuai tata nilai dan budaya organisasi dan harus mampu menghimpun penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai,” harapnya.

Dimomen itu juga, Bupati Dompu yang diwakili H. Khairul Insan, SE, MM Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dompu menandatangani berita acara pemusnahan barang.

Dalam penyampaiannya, Bupati Dompu diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dompu, H. Khairul Insan, SE, MM, menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada kantor bea cukai sumbawa, atas kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas dan kerja tuntasnya dalam memberantas tindak kejahatan yang ada di Dompu, khususnya di bidang kepabeanan dan cukai di Pulau Sumbawa.

“Semoga, hasil sinergisitas, koordinasi dan kerjasama kita memberikan efek jera kepada pelaku Pelanggaran rokok dan minuman alkohal maupun barang ilegal lainya,” ugkapnya.

Lanjut Dijelaskan H. Khairul Insan, peredaran barang kena cukai ilegal sangat berdampak pada menurunnya penerimaan negara dari sektor cukai, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan perekonomian negara, serta berpotensi menciptakan masyarakat Indonesia yang tidak sehat.

“Harus kita akui, Dompu menjadi salah satu surga bagi pelaku tindak kejahatan, penyeludupan, ilegal logging, ilegal fishing, peredaran narkoba, termasuk kejahatan kepabeanan cukai dan Alhamdulillah, berkat kerjasama dan sinergisitas yang kuat antara aparat penegak hukum TNI, Polri, Kejaksaan, BNN, Pemda, Kantor Bea dan Cukai serta instansi lainnya maupun masyarakat, penertiban secara berkesinambungan dapat kita dilakukan dengan baik,” ujarnya diakhir penyampaiannya.

Setelah ditandatangani berita acara, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan Rokok Ilegal, Tembakau Iris dan Minuman Alkohol yang berjalan dengan aman dan lancar dan disaksikan secara langsung oleh Ketua DPRD Dompu, Anggota Forkopimda, Dandim 1614, Kepala Sat. Pol.PP NTB, Kepala Sat Pol PP Dompu, Wakapolres Dompu, Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bima, Pimpinan BUMN/BUMD, Pejabat Lingkup Pemda Dompu, para Camat Pimpina pelaku usaha serta Insan Pers.

Penulis IW