BMKG Stasiun Meteologi ZAM, Imbau Pada Daerah Rawan Bencana, Waspada Potensi Peningkatan Curah Hujan Di Wilayah NTB

Gambar, Perkiraan cuaca hujan Daerah Rawan Bencana di kabupaten/Kota se-NTB.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteologi Zainudin Abdul Madjid (ZAM) mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB, agar tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan yang tinggi di Wilayah NTB.

 

Karena berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer yang mampu menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Indonesia khususnya disebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, antara lain:

1. Aktifnya gelombang atmosfer (MJO dan Kelvin) di wilayah NTB

2. Adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB;

3. Kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian;

4. Labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB.

 

Dalam press releasenya, Jum’at, 09/01/26, Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, S.Si, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer tersebut menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif (awan cumulonimbus) di beberapa wilayah NTB.

 

Adapun Wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada periode 09 – 15 Januari 2026, antara lain :

– 09 Januari 2026 : Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.

– 10 Januari 2026 : Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.

– 11 Januari 2026 : Kota Mataram, Kab.Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.

– 12 Januari 2026 : Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab.

Lombok Barat, Lombok Tengah, Kab.

Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab.

Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.

– 13 Januari 2026 : Kota Mataram, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Barat, Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima, dan Kota Bima.

– 14 Januari 2026 : Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Bima, dan Kab. Dompu

– 15 Januari 2026 : Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Sumbawa Barat dan Kab. Dompu.

 

Sedangkan Potensi Gelombang Tinggi, sebagai berikut :

a. Tanggal 09 Januari 2026 sebagai berikut:

Kategori Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 m: Selat Lombok bag. Selatan, Selat Lombok bag. Utara, Selat Alas bag. Utara dan Selatan, Selat Sape bag. Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.

b. Tanggal 10 Januari 2026 sebagai berikut:

Kategori Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 m: Selat Lombok bag. Selatan, Selat Lombok bag. Utara, Selat Alas bag. Utara dan Selatan, Selat Sape bag. Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.

c. Tanggal 11 Januari 2026 sebagai berikut:  Kategori Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 m: Selat Lombok bag. Selatan, Selat Lombok bag. Utara, Selat Alas bag. Utara dan Selatan, Selat Sape bagian Selatan dan Samudra Hindia bag. Selatan NTB.

 

Untuk itu, Kepala Stasiun Meteorologi ZAM mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana dihimbau agar terus waspada dan siaga, terutama saat terjadi hujan lebat, untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, dan pohon tumbang. Serta selalu memperhatikan update informasi cuaca ekstrem

 

Maka dari Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid merekomendasikan pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan antara lain : 

1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

4. Masyarakat di himbau untuk menjauh dari lokasi kejadian dengan radius yang aman atau ketempat yang tidak berdampak.

5. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, banjir rob, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).

6. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.

7. Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah NTB.

8. Memperhatikan informasi perkembangan dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG khususnya informasi meteorologi penerbangan untuk keselamatan penerbangan pada saat pesawat take off dan landing.

 

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi diharapkan terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui website: stamet-ntb@bmkg.go.id, instagram: @infobmkgntb, facebook: Stasiun Meteorologi Zam Lombok, dan twitter: @ infobmkgntb.

Penulis IW