Bantah Keberadaan Kandang Ayam Potong Resahkan Warga, Pemilik Kandang, Sudah Sesuai Prosedur Dan Analisis Dampak Lingkungan Dari Dinas Terkait, 

Foto, Kandang Ayam Potong yang diduga menjadi keluhan warga sekitar di lingkungan sambi tangga kelurahan kandai satu kec Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews,- Menyikapi keluhan Warga Sambi Tangga terkait keberadaan Kandang Ayam Potong di dekat pemukiman warga yang sangat meresahkan

 

Mendapat bantahan keras dari Pemilik Kandang Ayam Potong, bahwa kandang tersebut sudah melalui analisis Dampak lingkungan dari Dinas terkait

 

Jadi Pembangunan kandang itu sudah sesuai prosedur,” kata Ayu pemilik kandang, saat diwawancarai oleh awak media di kediamannya lingkungan sambi tangga kelurahan kandai satu kec Dompu. Sabtu, 07/02/26

 

Lanjut Ayu menjelaskan bahwa kandang ini sudah dikeluarkan nomor induk berusaha (NIB) dari Dinas perizinan tahun 2024, lalu,

 

Kemarin pas kita mau perpanjang SIUP, TDP, ternyata sekarang sudah pakai NIB dan yang mengeluarkan NIB itu, jembatannya Kabupaten/Kota, hak prerogatif yang mengeluarkan ijin itu kantor perizinan pusat,” terangnya.

 

Kemudian sebelum dikeluarkan Izin itu, terlebih dahulu Dinas Perizinan dan Pertenakan turun ke lapangan dengan mengalisis dampak lingkungan dan observasi dampak lingkungan langsung,

 

Dengan mengalisis yang pertama, keterangan dampak lingkungan secara lisan dan analisis dampak lingkungan secara nyata langsung di lapangan dan bagaimana cara pengangkutan hasil dari produksi

 

Dan Alhamdulillah sudah di direstui, tidak persoalan apapun, maka dikeluarkanlah NIB ini oleh Dinas perizinan yang dilimpahkan ke Dinas Pertenakan,” ungkapnya 

 

Pemilik Kandang juga mengungkapkan saat kami, mencoba menanyakan langsung dengan tetangga yang berada di dekat kandang itu, bahwa tidak ada aroma bau yang dihasilkan dari kandang itu

 

Kita datangi dan tanyakan warga, apakah ada aroma bau segala macam, maka jawabnya tidak ada, artinya tidak ada masalah, yang membuat resah itu bukan kandang ayamnya, tapi kandang sapi dan limbah sapi itu, kotoran sapi pada musim hujan tidak bisa di bakar dan tidak nyaman serta limbah Pertenakan Sapi itu tidak ada Got pembuangan, tersier dan primer, mereka galih tanah, perkarangan rumah orang yang tidak ada izinnya, sebenarnya itu yang menjadi persoalan, bukan kandang ayam,” bebernya 

 

Oleh karena itu, Pemilik Kandang berharap kepada khususnya masyarakat yang ada di sekitar kandang, agar saling membantu dan mengsupport apa yang menjadi usaha tetangga, kerabat dan keluarga.

 

Karena tetangga itu adalah sahabat keluarga yang luar biasa dekat dan paling cepat dalam hal saling membantu

 

Namun, apabila kekhilafan terkait persoalan, kotoran yang tercecer, langsung datang kerumah kita bicarakan baik-baik juga mendapatkan solusi yang terbaik, jangan mengeluh ke orang lain, ” harapnya. 

Penulis IW