Disnakkeswan Dompu Sukses Tuntaskan Program Vaksinasi Massal PMK Dengan Capaian 100%.

Foto, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE dan Kadisnakkeswan Dompu, Ilham, SP 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Penuntasan akan PMK telah diupayakan melalui berbagai kegiatan, mulai dari menutup sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, penyuntikan antibiotik, pemberian vaksinasi massal,

 

Sehingga Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sukses menuntaskan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan capaian 100 persen dari total dosis yang dialokasikan pemerintah.

 

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Dompu, Ilham, Senin (02/03/2026), mengatakan, bahwa hingga februari 2026, realisasi vaksinasi PMK telah mencapai 9.375 dosis atau seluruh dosis yang tersedia.

 

Capaian tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan hewan ternak sekaligus menjaga ketahanan ekonomi

 

Capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Dompu sudah 100 persen. Seluruh dosis yang tersedia sebanyak 9.375 telah direalisasikan “, jelas Ilham.

 

Ilham juga menjelaskan, berdasarkan laporan harian kegiatan intensif (GIAT) PMK pada 19 Februari 2026, petugas Disnakkeswan melakukan vaksinasi terhadap 543 ekor ternak yang tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Pajo sebanyak 110 ekor, Woja 161 ekor, Dompu 185 ekor, dan Doroncanga 87 ekor.

 

Karena berdasarkan hasil pemantauan lapangan menunjukkan situasi yang sangat kondusif. Tidak ditemukan adanya ternak sakit, kematian ternak, maupun tindakan pemotongan paksa akibat PMK.

 

Selain itu, pada hari yang sama juga tidak terdapat kegiatan pengobatan penyakit, disinfeksi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), investigasi kasus, maupun tindakan depopulasi.

 

Tambahan data di lapangan menunjukkan nihil kasus. Ternak sakit PMK nol ekor, mati nol ekor, potong paksa nol ekor, dan sembuh nol ekor “, Katanya.

 

Meski capaian vaksinasi telah memenuhi target, Ilham menegaskan bahwa Disnakkeswan Dompu tetap melakukan pengawasan dan pemantauan secara rutin untuk mengantisipasi potensi munculnya kasus baru.

 

Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga status kesehatan ternak di wilayah Dompu tetap aman dan terkendali.

 

Selain itu, Ia juga mengimbau para peternak agar aktif berperan dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK di ternaknya.

 

Kami mengimbau peternak agar segera melapor jika menemukan gejala PMK, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi menjaga kesehatan ternaK “, ujarnya. 

Penulis IW 




Bapeka NTB, Segera Laporkan Dugaan Korupsi Anggaran DBHCHT 9.934 Miliar Dikes Tahun 2025 Ke Kejari Dompu 

Foto, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah (Bapeka) Provinsi NTB, Tasrif, SH 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah (Bapeka) Provinsi NTB segera melaporkan Kasus dugaan Korupsi Anggaran DBHCHT Sebesar Rp. 9.934 Miliar, Untuk Peningkatan Pelaysnan Kesehatan Di Dinas Kesehatan Tahun 2025, Kepada pihak kejaksaan negeri Dompu.

 

Karena penggunaan anggaran DBHCHT diduga kuat menyimpang dari perencanaan, sebab anggaran tersebut terindikasi dialokasikan pada sejumlah kegiatan-kegiatan fiktif.

 

Hal itu diungkapkan oleh, Ketua Bapeka, Tasrif, SH, pada awak media, via washapp, Selasa, 03/03/26.

 

Tasrif mengungkapkan bahwa DBHCHT tahun 2025 yang di kelola oleh Dinas Kesehatan Dompu diduga kuat digunakan untuk proyek2 fiktif, seperti proyek Sumur Bor di 2 Puskesmas yang sampai saat ini tidak ada asas manfatnya.

 

Karena proyek tersebut belum rampung dikerjakan atau fiktif,” beber Ketua Bapeka NTB.

 

Selain itu juga, Kata Tasrif, untuk pengadaan atau pembelian alat kebakaran sebanyak 12 unit dengan total anggaran sebesar Rp. 15 juta yang terindikasi Mark-kup.

 

Sementara hasil survey kami kisaran harga Alat kebakaran itu, yaitu sekitar Rp. 150 – 300 ribu perunitnya, kalau dihitung-hitung untungnya lumayan besar, itu baru 2 item kegiatan,” bebernya.

 

Karena menurut Tasrif masih banyak kegiatan2 atau pengadaan barang lain yang terindikasi menyimpang dari perencanaan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

 

Nanti kita paparkan keseluruhan rincian kegiatan lain yang terindikasi menyimpang dalam laporan yang kita layangkan ke APH, itu hanya sampelnya dulu,” pungkasnya penuh keyakinan.

 

Oleh karena itu, Ketua Bapeka NTB, menegaskan bahwa dalam pengelolaan anggaran DBHCHT tahun 2025 di Dinas Kesehatan Dompu sangat berpontensi pada dugaan tindak pidana korupsi.

 

Jadi berdasarkan hasil penelusuran kami dilapangan itu terdapat dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran DBHCHT sebesar Rp. 9.934 miliar tersebut,” bebernya 

 

Untuk itu, dalam waktu dekat ini, kami akan melayangkan surat laporan resmi ke aparat penegak hukum atas dugaan korupsi tersebut.

 

Insyaallah, kita selesaikan dulu Ibadah bulan suci Ramadhan, semuanya sudah lengkap, kita pastikan selesai lebaran kita langsung bawakan laporan tersebut ke kejaksaan,” kata tasrif serius.

 

Sementara sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kesehatan Dompu belum dapat dimintai keterangannya

Penulis IW 




Bupati Dompu, Safari Ramadhan Perdana Di Kecematan Kempo 

Foto, Bupati Dompu Bambang Firdaus Didampingil Kadistanbun, Syahrul Ramadhan, SP, di momen penyerahan bantuan Kepada Warga pada acara Safari Ramadhan Tinglat Kabupaten Dompu di Kecamatan Kempo, 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, mengawali kegiatan Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Dompu di Kecamatan Kempo,

 

Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan

 

Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun daerah.

 

Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadhan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. bulan yang penuh berkah ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan di tengah masyarakat,” ujarnya.Selasa (02/03/26)

 

Dimomentum tersebut juga, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Dompu masih terdapat kekurangan dan belum berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Ia meminta dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar program-program pembangunan dan janji politik yang telah disampaikan dapat direalisasikan secara maksimal.

 

“Berikan kesempatan kepada kami untuk menunaikan janji-janji politik yang telah kami sampaikan. Tanpa partisipasi dan dukungan seluruh masyarakat, kami bukan apa-apa. Tanpa kekompakan, kerja sama, dan sinergitas, apa yang kita cita-citakan bersama tidak akan tercapai,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum demi keberlanjutan pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi seluruh dukungan masyarakat yang selama ini telah diberikan kepada pemerintah daerah.

 

Menurutnya, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan seluruh unsur masyarakat di tingkat kecamatan. Ia berharap momentum tersebut membawa keberkahan dan kesehatan, terutama kekuatan iman bagi seluruh masyarakat.

 

Dalam konteks efisiensi anggaran, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dompu tetap berkomitmen menjalankan roda pemerintahan secara maksimal guna mewujudkan cita-cita bersama menuju Dompu Majju

 

Oleh karena itu, Bupati Dompu mengingatkan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda dan tempat pembelajaran Al-Qur’an

 

Jika hari ini kita tidak membekali anak-anak kita dengan ilmu agama, bagaimana masa depan mereka nanti? Generasi penerus bangsa adalah anak-anak kita yang harus kita bentuk karakternya sejak sekarang, sejalan dengan harapan Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Camat Kempo, Drs. Budirahman, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Dompu beserta jajaran yang telah hadir dan meluangkan waktu untuk melihat langsung kondisi Kecamatan Kempo di bulan suci Ramadhan.

 

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu juga menyalurkan sejumlah bantuan. Di antaranya bantuan untuk masjid sebesar Rp50.000.000 dari Pemkab Dompu.

 

Sementara, TP PKK, GOW dan Dharma Wanita Persatuan menyerahkan 60 sarung, serta bantuan 150 kilogram beras dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu.

 

Dinas Pertanian turut memberikan Alokasi bantuan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman, berupa insektisida 505 liter, fungisida 126 liter, rodentisida 505 kilogram, moluskisida 505 kilogram, dan herbisida 1.009 liter.

 

Sedangkan Dinas Kesehatan memberikan bantuan makanan tambahan bagi janda, ibu hamil, bayi, dan balita.

 

Turut hadir pada kegiatan tersebut Penjabat Sekda Dompu, Staf Ahli Bupati, asisten lingkup Setda Dompu, seluruh Kepala Perangkat Daerah beserta jajarannya, camat, Kepala desa se kecamatan kempo, tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda serta elemen masyarakat setempat.

 

Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Dompu di Kecamatan Kempo tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius, aman, dan maju.

Penulis IW 




Peduli Sesama, Sat Resnarkoba Polres Dompu Berbagi Takjil Di Bulan Penuh Berkah.

Foto Kasat Resnarkoba IPTU Rahmadun Siswadi, S.H, bersama anggota Sat Resnarkoba dan didampingi oleh ibu-ibu Bhayangkari, di momen pembagian takjil 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Ramadhan hadir sebagai bulan yang membawa kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.

 

Di bulan yang penuh rahmat ini juga, setiap ibadah bernilai pahala berlipat ganda, termasuk berbagi di bulan Ramadhan kepada sesama. Kepedulian terhadap orang lain menjadi cerminan keimanan dan bukti bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia.

 

Seperti halnya Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, yang dilakukan oleh jajaran Polres Dompu melalui Satuan Reserse Narkoba, dengan menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat pengguna jalan raya.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., bersama anggota Sat Resnarkoba dan didampingi oleh ibu-ibu Bhayangkari.

 

Pembagian takjil diperuntukkan bagi pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

 

Foto, Momentum Sateesnarkoba Polres Dompu berbagi Takjil 

 

Dikesempatannya, Kasat Resnarkoba IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan warga.

 

Momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang peduli dan siap berbagi,” ujar IPTU Rahmadun.

 

Kasat Narkoba juga menjelaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta imbauan menjauhi penyalahgunaan narkoba, khususnya kepada generasi muda.

 

Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan tersebut, Kata Iptu Rahmadin semakin menambah kehangatan suasana. Sinergi antara anggota kepolisian dan Bhayangkari mencerminkan kekompakan serta kepedulian keluarga besar Polri terhadap masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah ini.

 

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika memberikan apresiasi atas inisiatif Sat Resnarkoba dalam melaksanakan kegiatan sosial tersebut.

 

Kami sangat mengapresiasi kegiatan pembagian takjil yang dilaksanakan oleh Sat Resnarkoba. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat,” ungkap IPTU Nyoman.

 

Kegiatan pembagian takjil berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh, serta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Dompu tetap terjaga selama bulan suci Ramadhan.

Penulis IW 




Disnakertrans Desak Sponsor Pulangkan PMI Asal Simpasai Dan Keluarga Ancam Akan Tempuh Jalur Hukum 

Foto, KTP PMI, Dewi Anggraeni asal Kelurahan Simpasai Kec Woja Kab Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Menindaklanjuti terkait Penyaluran PMI atas nama Dewi Anggriani warga Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ke Saudi Arabia pada tahun 2022 oleh dua oknum sponsor yakni Jul warga Kelurahan Simpasai dan Ros warga Desa Wawonduru, akhirnya mulai terkuak.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Dompu, Abdul Syahid, SH yang dikonfirmasi sejumlah media sekitar tiga pekan terakhir menegaskan bahwa penyaluran Dewi selaku pahlawan devisa ke Arab Saudi untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia itu asli illegal atau tidak resmi.

 

Hal itu dibuktikan bahwa dua oknum sponsor yakni Jul dan Ros sama sekali tidak pernah melaporkan ke Disnakertrans Kabupaten Dompu dalam hal penyaluran PMI ini ke negara timur tengah bahkan nama Dewi Anggriani sendiri tidak tercatat dalam SIP atau sistem aplikasi tenaga kerja.

 

Saya tegaskan bahwa penyaluran Dewi Anggriani ke Saudi Arabia oleh Pak Jul dan Ibu Ros sama sekali illegal atau tidak resmi,”tegas Syahid kepada sejumlah media saat ditemui diruang kerjanya.

 

Eks Kadis Kominfo Kabupaten Dompu ini meminta kepada kedua sponsor agar bertanggungjawab sepenuhnya untuk memulangkan Dewi Anggriani yang sekarang masih berada di Kantor penampungan Sakkan Saudi Arabia.

 

Dimana sesuai keterangan pihak keluarga nya bahwa keberadaan Dewi Anggriani sudah berjalan 9 bulan lamanya bahkan Dewi sendiri pernah mengalami depresi sampai hilang ingatan akibat terlantar di Saudi Arabia.

 

Bahkan pihak keluarga Dewi juga sudah mengajukan laporan pengaduan ke Disnakertans sekitar bulan Oktober 2025 kemarin dan semuanya sudah ditangani dengan meneruskannya ke Kantor BP2MI Mataram untuk ditindaklanjuti.

 

Kami akan menindaklanjuti kembali laporan pengaduan ini. Yang jelas semuanya sudah kami proses dan teruskan ke Kantor BP2MI Mataram,”ujarnya.

 

Bagaimana progres dalam penanganan persoalan Dewi Anggriani ini oleh Disnakertans Kabupaten Dompu sementara hingga kini tidak ada penyelesaiannya karena Dewi Anggriani sendiri masih berada di Kantor Sakan Saudi Arabia ?

 

Kadisnakertrans menegaskan bahwa pihaknya akan menghubungi Kantor BP2MI Mataram untuk mempertanyakan progres penanganan persoalan Dewi ini.

 

Insyaallah kami akan menanyakan hal ini ke Kantor BP2MI Mataram,”tegas Syahid lagi.

 

Sementara keluarga Dewi Anggriani yang ditemui media ini dikediamannya belum lama ini membeberkan bahwa penjemputan Dewi Anggriani dari rumah untuk berangkat ke Saudi Arabia sebagai PMI oleh oknum Sponsor bernama Jul, terjadi pada pukul 03.00 Wita atau waktu subuh pada tahun 2022 lalu.

 

Bahkan pemberangkatan Dewi Anggriani sendiri tidak ada surat persetujuan dari orang tua bahkan Kelurahan sendiri. Semulanya Dewi dijanjikan akan diberangkatkan secara legal oleh sponsor bernama Jul, tapi kenyataannya, justeru Dewi diberangkatkan secara illegal.

 

Kami datangi Pak Jul dan meminta agar Dewi dipulangkan kembali ke Indonesia tapi justru Pak Jul arahkan kami ke rumah Ibu Ros di Wawonduru selaku pihak yang menyalurkan Dewi,”ungkap keluarga Dewi.

 

Parahnya, lanjut keluarga Dewi, penyaluran Dewi oleh Jul dan Ros justeru menggunakan Paspor Malaysia karena paspor tersebut masih aktif 1 tahun dan katanya bisa digunakan ke Saudi Arabia. Saat pemberangkatan, Dewi diberikan uang belanja senilai Rp. 7 juta oleh sponsor.

 

Kami bingung, kenapa ke 3 rekan Dewi sesama PMI yang disalurkan oleh Pak Jul dan Bu Ros ke Saudi Arabia dalam waktu bersamaan justeru sudah dipulangkan oleh kedua oknum tersebut, kok Dewi Anggriani seakan-akan tidak diurus dan justeru dibiarkan terlantar di Sakkan Saudi Arabia,”ujar keluarga Dewi.

 

Terkait hal itu, keluarga Dewi Anggriani meminta dengan tegas kepada Jul dan Ros untuk bertanggungjawab sepenuhnya dan wajib memulangkan Dewi secepatnya sampai ke tanah kelahirannya dalam keadaan selamat.

 

Kalau permintaan kami ini tidak diindahkan maka kami akan menempuh jalur hukum,”cetusnya.

 

Secara terpisah Jul selaku sponsor yang dihubungi media ini ke telepon WhatsApp pribadinya, justeru tidak aktif.

 

Sementara Ros selaku pihak penyalur Dewi Anggriani ke Saudi Arabia yang dikonfirmasi media ini dikediamannya pekan kemarin mengaku, pihaknya melalui bantuan orang lain yang ia hubungi berjanji akan memulangkan Dewi Anggriani ke tanah air secara pasti pada tanggal 02 Maret 2026.

 

“Pasti kok kalau Dewi akan dipulangkan pada tanggal 02 Maret 2026. Ini kata orang yang saya mintai bantuan untuk mengurus surat-surat kepulangan Dewi berupa visa maupun tiket,”aku Ros.

Penulis IW 




Dua Oknum Sponsor Ilegal Diduga Terlantarkan PMI Asal Simpasai Di Tempat Pengasingan Selama 9 Bulan.

Foto, KTP PMI, Dewi Anggraeni asal Simpasai Kec Woja Kab Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Seorang Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, Dewi Anggriani (33) di duga disalurkan ke Saudi Arabia secara illegal oleh oknum sponsor inisial Jul dan Ros.

 

Kedua oknum sponsor ini merupakan pihak yang menyalurkan Dewi pada tahun 2022 lalu sebagai pembantu rumah tangga dengan menggunakan visa ziarah dan paspor Malaysia.

 

Kini, Pekerja Migran Indonesia, Dewi Anggraeni diduga dibiarkan begitu saja di tempat penampungan Sakkan di Saudi Arabia selama 9 bulan oleh pihak Sponsor tersebut, yang sampai saat ini belum memberangkatkan ke tempat tujuan Malaysia.

 

Berdasarkan penuturan, PMI, Dewi Anggriani saat dihubungi media ini, via telepon WhatsApp pribadinya beberapa pekan lalu, mengungkapkan bahwa dirinya dibawa ke majikan pertama dan mendapatkan kekerasan yang kemudian ia masuk ke majikan kedua justeru dibuang ke jalan sepi sekitar hutan sehingga ia bekerja dimajikan ketiga yang kemudian kabur dan berada di Kantor penampungan Sakkan Saudi Arabia karena mendapatkan kekerasan fisik pula.

 

Lebih lanjut, Dewi mengaku bahwa dirinya berada di penampungan Sakkan sudah berjalan 9 bulan lamanya, namun dari pihak sponsor Jul dan Ros terkesan tidak bertanggungjawab untuk memulangkan kembali Dewi, walaupun sebelumnya jauhari pihak keluarga nya telah mendatangi kediaman kedua sponsor tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

 

Keluarga saya sudah berulang kali mendatangi rumah Ibu Ros di Desa Wawonduru dan Pak Jul di Kelurahan Simpasai. Mereka terus menjanjikan kepulangan saya tapi sampai hari ini saya belum juga diurus untuk dipulangkan,”aku Dewi.

 

Sementara itu, Orang tua Dewi juga mengakui hal itu. Dimana keluarganya kerap mendatangi kediaman Ros dan Jul selaku pihak penyalur Dewi ke Saudi Arabia, tetapi tidak ada hasil bahkan oknum sponsor bernama Jul justeru meminta uang senilai Rp. 3 juta dan telah diberikan dan uang tersebut dimintai kembali karena yang bersangkutan tidak becus mengurus kepulangan Dewi.

 

Kami sering kali mendatangi kediaman Bu Ros untuk meminta agar Dewi segera dipulangkan tapi tidak ada hasilnya. Kami meminta pertanggung jawaban Bu Ros dan Pak Jul agar segera memulangkan anak saya secepatnya, jangan main janji janji saja,”ungkap orang tua Dewi kepada media ini.

 

Jujur, untuk mengurus kepulangan Dewi ini, kami sudah menghabiskan uang sekitar Rp. 10 juta dan diberikan kepada sejumlah orang tempat kami meminta bantuan tapi hasilnya nihil dan uang itu kami ikhlaskan semuanya,”cetus ortu Dewi lagi.

 

Ortu Dewi juga menyampaikan bahwa usaha memulangkan Dewi tidak hanya sampai disitu, sekitar bulan Januari 2026 kemarin, pihaknya mendatangi BP2MI Mataram untuk melaporkan hal ini, hingga sekarang tidak ada kepastian pula terkait kepulangan Dewi.

 

Kami minta keseriusan Bu Ros dan Pak Jul agar anak saya Dewi bisa dipulangkan secepatnya, tidak usah lagi banyak alasan,”ucapnya.

 

Terkait hal itu, Rohana selaku sponsor yang menyalurkan Dewi ke Saudi Arabia yang dikonfirmasi media ini beberapa pekan lalu menjanjikan bahwa Dewi akan dipulangkan antara tanggal 17 hingga 18 Januari 2026. Bahkan penetapan tanggal tersebut telah disampaikan Rohana melalui voice ke media ini.

 

Dewi akan dipulangkan pada tanggal 17 hingga 18 Januari 2026 nanti, itu pasti. Kalian tunggu saja,”janji Ros.

 

Namun ketika media ini kembali mengkonfirmasi lanjut sekitar akhir bulan Januari, Ros mengaku sesuai dengan janji pihak yang membantunya untuk memulangkan Dewi bahwa kepastian kepulangan Dewi dari Saudi Arabia ke Indonesia yakni pada tanggal 02 Maret 2026 besok.

 

Semua surat-surat Dewi termasuk tiket, visa untuk kepulangan Dewi sedang diurus. Yang pasti tanggal 02 Maret 2026 Dewi akan dipulangkan ke Indonesia,”aku Ros kepada media ini dan keluarga Dewi saat ditemui di kediamannya.

Penulis IW