Relawan Munawir Center, Siap Menangkan AKJ-SYAH Di Periode Kedua

Foto, Relawan AKJ-SYAH, M. Agus Adiyanto, S.E dan Aba Rustam di Posko Relawan AKJ-SYAH, di Ling. Soriwono, Kel. Potu Kec Dompu 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2024, Aroma Politik kian menarik dan menjadi perhatian publik, baik lewat media sosial maupun dari berbagai kalangan masyarakat Khususnya di Kabupaten Dompu.

 

Sejumlah Figur atau Tokoh bermunculan yang akan bertarung pada Pilkada nanti, dimana sebagian besar nama Bacabup, sudah cukup Populer dikalangan masyarakat Kabupaten Dompu.

 

Diantara Kandidat yang ada, salah satu yang menjadi Primadona masyarakat Dompu, yakni H. Kader Jaelani atau lebih tenarnya di sapa AKJ,

 

Di Pilkada nanti, AKJ kemungkinan besar akan kembali berpasangan dengan H. Syahrul Parsan, ST,.MT. atau lebih kerennya SYAH, Dimana keeduanya masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu.

 

Maka, sebutan AKJ-SYAH akan kembali bersinar untuk melanjutkan sejumlah Program Pembangunan Daerah Kabupaten Dompu di Periode yang kedua nanti.

 

Hal itu diungkapkan oleh salah satu Relawan AKJ-SYAH, M. Agus Adiyanto, S.E atau biasa disapa Dae Agus Pua, didampingi ketua Posko Aba Rustam, saat diwawancarai langsung oleh media ChanelNtbNews di Posko Relawan AKJ-SYAH, Ling Soriwono, Kel. Potu (Rumah Aba Tam).

 

“Saya yakin pada suksesi pilkada kabupaten Dompu tahun ini, Pasangan AKJ-SYAH yang pantas dan layak untuk memimpin daerah ini sekali lagi,” Kata Agus Penuh Optimis.

 

Agus menyakini masyarakat Dompu masih banyak yang suka dan menginginkan pasangan ini (AKJ-SYAH) untuk memimpin kembali bumi nghahi rawi Pahu ini pada periode 2024-2029

 

Karena di bawah kepemimpinan Akj-Syah, sudah banyak terlihat perubahan2 yang sangat signifikan termasuk terciptanya harmonisasi hubungan masyarakat dengan Pemerintah Daerah yang hampir tidak ada jarak.

 

Lanjut Agus menjelaskan bahwa disetiap Pemerintahan tentunya memiliki kelebihan maupun kekurangannya, karena itu merupakan kodrat kita sebagai manusia.

 

“Tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini, sempurna itu hanya milik sang Pencipta,” ucapnya bijak.

 

Tetapi yang pasti AKJ-SYAH, telah membuktikan lewat berbagai Program, seperti pengembangan UMKM yang sukses dibawah pengawasan langsung Bapak Wakil Bupati Dompu.

 

Selain itu juga, kesuksesan pada Pelaksanaan Kontes Sapi itu, mendapat banyak Apresiasi maupun pujian dari berbagai kalangan, karena Kontes ini yang pertama kali diadakan di NTB khususnya di kabupaten Dompu.

 

“Ini belum pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya dan menjadi Perdana dimasa kepimpinan Akj-Syah,” terangnya.

 

Agus menuturkan semoga masyarakat Dompu khususnya Pemilih, agar dapat memberikan suaranya pada pasangan AKJSYAH di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dompu Periode 2024-2029

 

Namun, apabila AKJSYAH mendapatkan kepercayaan untuk kedua kalinya dalam memimpin bumi nghahi rawi Pahu yang sama-sama kita cintai ini,” mudah2an AKJ-SYAH akan bekerja lebih untuk kepentingan Masyarakat Dompu guna menuju Dompu MASYHUR,” harapnya.

 

Diakhir, Agus bertekad bahwa Kami dari Relawan Munawir Center for AKJSYAH Siap & Bertekad memenangkan AKJSYAH Dalam suksesi Pemilu Kada kab. Dompu Nanti.

 

“MUNAWIR CENTER SIAP MENANGKAN AKJSYAH UNTUK PERIODE KEDUA THN 2024-2029.” Ungkap Dae Agus Dengan Tegas.

 

Penulis : IW




Kaki NTB, Desak Polres Periksa Kepala BPN Dompu Dan Kades Soritatanga Atas Dugaan Penjualan Tanah HGU Sori tatanga

Foto, Aksi Demontrasi Laki NTB dan Aliansi Masyarakat Adat Dompu di depan kantor Mapolres Dompu.

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – puluhan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) NTB bersama Aliansi Masyarakat Adat Dompu menggelar aksi di depan Mapolres Dompu, Senin, (20/05/2024)

 

Guna Mendesak Polres Dompu, agar segera melakukan Penyelidikan secara utuh dan tuntas beberapa oknum pejabat mafia tanah yang terlibat dalam pengukuran maupun penjualan atas tanah Hak Guna Usaha (HGU) di wilayah Desa Soritatanga kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

 

Dalam Orasinya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) NTB, mengatakan bahwa sehubungan dengan adanya temuan sejumlah hektar tanah yang diduga dijual oleh oknum kepala desa dan oknum pemerintah daerah

 

Dengan sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait pengalihan hak atas tanah atau Lahan Negara yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Soritatanga dan kepala kantor BPN Kabupaten Dompu.

 

Maka, kami minta Kapolres Dompu untuk memeriksa pejabat-Pejabat diLembaga pemerintah yang ikut terlibat dalam melakukan dugaan Korupsi pengalihan lahan Negara sehingga merugikan Negara, Masyarakat Pekat dan Dompu pada umumnya.

 

“Polres Dompu agar segera memanggil sejumlah orang atau kelompok fiktif yang telah melakukan pembagian lahan, Pengajuan pengukuran dan Penjualan lahan,” ungkapnya dengan nada lantang

 

Oleh karena itu, Iskandar mendesak pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dompu agar segera mengeluarkan atau menjawab surat dari lembaga kami terkait dengan status lahan-lahan yang di tinggalkan oleh HGU sesuai dengan amanat UU Agraria.

 

Kemudian dengan tegas Iskandar meminta untuk segera hadirkan pelaku-pelaku yang ada di Kantor BPN kabupaten Dompu, agar memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

 

“Kami juga meminta pihak BPN Dompu agar membekukan sertifikat yang memiliki nomor registrasi dalam kawasan HGU,” tegas Iskandar mengakhiri orasinya.

 

Setelah beberapa saat melakukan Orasi, massa aksi di terima baik oleh aparat kepolisian kabupaten Dompu untuk melakukan audensi di ruangan Kanit Intel tipikor.

 

Penulis Tim CNNEWS




SMPN 1 Manggelewa Laksanakan Assesmen Submatif Yang Merupakan Program Nasional

Foto Kepala Sekolah SMPN 1 Manggelewa, Ibrahim alias Bram dan Sekretaris Asesmen Ahmad Heroji, SPd serta Guru SMPN 1 Manggelewa 

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun. 2020 lalu adalah kebijakan Asesmen Nasional.

 

Berbeda dengan Ujian Nasional (UN), asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi capaian hasil belajar peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

 

Hal itu juga yang telah dilakukan oleh SMPN 1 Manggelewa, menggelar kegiatan Assessmen Submatif, di ikuti oleh seluruh guru-guru yang berlangsung selama 6 hari bertempat di ruang Rapat SMPN 1 Manggelewa, Sabtu, (18/05/24) kemarin.

 

Dalam Kesempatannya, Sekretaris Panitia Asesmen, Ahmad Heroji, SPd, mengatakan Berdasarkan surat edaran kepala Dinas Dikpora Dompu itu, maka kita melaksanakan Asesmen Submatif ini khususnya di SMPN 1 Manggelewa.

 

Dimana kegiatan Assessmen itu telah dilaksanakan sejak tanggal 13 sampai 18 mei tahun 2024. sebagai tolak ukur guru bagaimana guru itu berhasil mencapai kompetensi pembelajaran yang diharapkan.

 

“Ketika bagus, bagaimana kita mempertahankan dan sebaliknya kalau tidak bagus bagaimana guru itu melakukan perbaikan-perbaikan, kemudian ada arahan dan bimbingan dari kepala sekolah,” pungkas Ahmad.

 

Disamping sebagai bahan penilaian untuk kelas 9 melalui penilaian semester 6, kemudian diolah dengan nilai semester 1 sampai semester 6 itu sendiri,”sebagai dasar rujukan nilai Ijazah, sekaligus penentuan kelulusan siswa untuk kelas 9 nya.” katanya.

 

Ahmad Juga menjelaskan Khusus untuk SMPN 1 Manggelewa, pada asesmen kali, kita laksanakan berbasis kertas dengan jenis penilaian asesmen kita gunakan yaitu, asesmen tulis,” sudah kami selenggarakan sesuai dengan jadwal tadi,” jelasnya.

 

Kemudian ada juga asesmen foto folio dan penugasan, proyek dan lain sebagainya, itu yang digabung kan terbit menjadi Ijazah, setelah diramu dengan nilai semester 1 sampai 6,

 

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur kita sebagai guru untuk memberikan gambaran keberhasilan pada peserta didik sehingga kedepannya kita bisa lebih baik dari sekarang,” ujarnya dengan penuh motivasi menutup Penyampainnya.

 

Sementara ditempat yang sama, Kepsek SMPN 1 Manggelewa, Ibrahim atau sapaan kerennya Bram menjelaskan kegiatan asesmen ini untuk siswa se-Indonesia yang merupakan Program Nasional

 

“Jadi bukan SMPN 1 Manggelewa saja yang melaksanakan, tapi seluruh Indonesia, sebagai penilaian akhir dan tolak ukur untuk siswa dan guru,”

 

Karena memang aturan yang sekarang sudah tidak ada lagi ujian dimana asesmen ini akan menghasilkan nilai akhir untuk siswa khususnya kelas 9

 

“Saya berharap SMPN 1 Manggelewa ini, bisa lulus mendapatkan nilai sesuai dengan standar kelulusan Nasional,” ujar Kepsek yang dikenal Familiar ini.

 

Penulis : IW




Kaur Kesra Bantah Selewengkan Anggaran Pemasangan Lampu Jalan Dan Seorang Warga Kampasi Meci Bersikukuh Laporkan Ke Institusi Hukum

Gambar Ilustrasi Penyimpangan Dana Desa.

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Menanggapi terkait dugaan Penyelewengan Anggaran Pemasangan Lampu Jalan Sebesar 50 juta yang bersumber dari Dana ADD Desa Kampasi Meci Kec. Manggelewa tahun 2024, seperti pada pemberitaan sebelumnya melalui media ChanelNtbNews, Sabtu, (18/05/24) kemarin

 

Hal itu Dibantah oleh Kepala Desa Kampasi Meci Kecematan Manggelewa yang telah memberikan kesempatan kepada Kaur Kesra untuk melakukan mengklarifikasi bahwa pelaksanaan pemasangan lampu jalan itu sudah sesuai dengan mekanisme.

 

Dikatakan, Kaur Kesra terkait dengan pemberitaan ini, pertama yang menyangkut anggaran dimana ditulis, anggarannya senilai 50 juta sementara anggaran yang sebenarnya senilai 30 juta.

 

Kemudian, kedua jarak pemasangan lampu jalan disebutkan 3 meter, melainkan jaraknya yang sebenarnya sekitar 550 meter, terhitung dari cabang bumi agung sampai rumah H. Genas, sedangkan untuk tiang penyangganya ada 6 batang dengan harga perbatang 300 ribu dan ditambah dengan besi siku.

 

Sementara untuk kabelnya panjangnya hampir sama dengan jarak pemasangan lampu jalan itu, kurang lebih 600 meter

 

“Untuk Kabelnya itu warna hitam khusus PLN dengan harganya 9 juta,” terangnya, saat memberikan klarifikasi di kediaman, Sabtu, 18/05/24

 

Lanjut Kaur Kesra membenarkan bahwa jumlah lampu yang dipakai itu sebanyak 11 biji merek Philips 55 Watt dengan harga 100 ribu per biji kemudian ditambah lagi dengan biaya pemasangan yaitu sebesar 800 ribu.

 

“Itu selama empat hari kerja dengan hitungan perharinya sebesar 200, dan tidak ada yang kita sembunyikan, karena ada papan Informasi kita pasang,” katanya, red

 

Diakhir, Selain itu juga ada biaya untuk pengelasan besi penyangga dan besi siku sebanyak empat Orang,” untuk biayanya kita lupa besok kita perlihatkan,” ujarnya terkesan lup

 

Menanggapi bantahan tersebut, Salah seorang warga Desa Kampasi Meci yang tidak mau disebutkan namanya pada pemberitaan sebelumnya.

 

Ia tetap meyakini apa yang sudah di sampaikan itu, bahwa pemasangan lampu jalan tersebut terindikasi menyimpang dari apa yang menjadi temuannya.

 

“Itu terkesan hanya pembenaran saja, nanti kita uji kebenarannya,” ungkapnya dengan nada menantang.

 

Bahkan bersikukuh untuk melaporkan pekerjaan itu kepada institusi Hukum dan akan mendesak pihak Inspektorat untuk segera melakukan audit Investigasi di lapangan.

 

“Kita lihat saja, mana yang benar terkait persoalan ini,” ucapnya dengan nada sinis.

 

Sementara sampai berita ini ditayangkan, pihak DPMPD dan Inspektorat belum dapat dimintai keterangannya, karena hari libur.

 

Penulis Tim CNNEWS




Diduga Kuat Kades Kampaci Meci Selewengkan Anggaran Pemasangan Lampu Jalan.

Gambar Ilustrasi Penyimpangan Dana Desa 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Baru seumur jagung menjabat sebagai Kepala Desa Kampasi Meci bukannya merealisasikan apa yang menjadi janjinya melalui Visi-misinya terhadap rakyatnya sewaktu mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.

 

Justru sebaliknya Kepala Desa Kampasi Meci Kecematan Manggelewa Diduga Kuat menyelewengkan Anggaran Pemasangan Lampu Jalan sebesar Rp. 50 juta, yang bersumber dari Dana ADD tahun 2024.

 

Dimana pada pembelian bahan-bahan perlengkapan lampu jalan tersebut diduga kuat terjadi Mark Up sehingga mengakibatkan keuangan negara dirugikan yang mengarah pada Dugaan korupsi, bertentangan dengan Undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang Tindak Pidana Korupsi.

 

Hal itu diungkapkan oleh Salah seorang warga Desa Kampasi Meci Kec Manggelewa yang tidak mau disebutkan namanya pada media ChanelNtbNews, Sabtu, 18/05/23.

 

Ia mengungkapkan bahwa Penggunaan Anggaran 50 juta untuk pemasangan lampu jalan yang panjangnya hanya sekitar 3 meter itu terlalu berlebihan, karena kalau dihitung dari jumlah keseluruhan pembiayaannya itu tidak mencapai 10 juta.

 

Maka kami menduga kuat untuk biaya pemasangan lampu jalan diduga sengaja dianggarkan dengan jumlah yang cukup besar sehingga akan meraut keuntungan yang lebih.

 

“Masa harga lampu Philips 5 juta/per biji, setahu saya semahal mahal nya harga lampu per/biji itu cuman 95 ribu per satu lampu, itu nggak masuk akal,” ungkap dengan penuh nada curiga.

 

Lanjut dia, Bayangkan saja dengan jarak pemasangan lampu jalan itu yang panjangnya hanya sekitar 3 meter, menggunakan lampu merek Philips sejumlah 11 biji kemudian ditambah dengan tiang besi lampu yang tingginya hanya 2 meter dan kabelnya hanya 3 meter.

 

“Logika, Nggak mungkinlah sampai menghabiskan anggaran sebesar 50 juta, bisa dilihat langsung di lapangan dari jalan cabang bumi agung sampai rumah H. genas, akan kelihatan realnya,” bebernya.

 

Diakhir, Ia berharap kepada pihak Inspektorat agar segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi terkait dengan program atau proyek Pemasangan Lampu Jalan ini, karena terindikasi kuat terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.

 

“Kami sangat kecewa dengan tindakan oknum kepala Desa, yang terkesan mencari keuntungan pribadi ketimbang berbuat untuk rakyat,” ujarnya menutup Penyampainnya.

 

Sementara sampai berita ditayangkan, kepala Desa Kampasi Meci Kec Manggelewa, Syahrudin belum dapat dimintai keterangannya.

 

Tim CNNEWS




Hari Kedua Bimtek Irigasi Perpompaan Berlangsung Di Tiga Kecematan

Foto, Plt. Kepala Distanbun Syahrul Ramadhan didampingi Kabid PSPP Eddy Khaidir, SP dan sejumlah pejabat lainnya beserta Koptan penerima manfaat di Kecematan kilo.

 

 

ChanelNtbNews, Dompu, NTB – Usai melaksanakan kegiatan Bimtek dihari pertama yang berlokasi di Poktan Doro Boti Desa Bara kecamatan Woja, kemudian dihari kedua, Rabu, 15/05/24 dilanjutkan dengan Bimtek Irigasi Perpompaan (IP) di kelompok tani (Poktan) Lameri Desa Sawe dan Poktan Nanga Rumba Desa Hu’u Kec Hu’u.

 

Dimana Tim 1, bertugas memberikan Bimtek di Kecamatan Hu’u. Pada kelompok tani (Poktan) Lameri Desa Sawe dan Poktan Nanga Rumba Desa Hu’u. sedangkan Tim 2 bertugas memberikan Bimtek di dua yaitu kecamatan Manggelewa dan Kilo.

 

Sementara Lokasi Bimtek di Kecamatan Manggelewa pada Poktan Bina Bersama Desa Teka Sire. dan untuk Kecamatan Kilo, Bimteknya di Poktan Teka Monco Desa Mbuju.

 

Bimtek tersebut, dihadiri langsung Plt. Kepala Distanbun Syahrul Ramadhan didampingi Kabid PSPP Eddy Khaidir, dan beberapa pejabat terkait lainnya beserta Koptan dimasing – masing lokasi.

 

Dilokasi Bimtek, Plt. Kadistanbun, Syahrul Ramadhan SPi, menyampaikan bahwa kegiatan Penambahan Areal Tanam (PAT) Padi melalui Irigasi Perpompaan merupakan bagian dari penguatan stabilitas ketersediaan pangan nasional.

 

“Terutama dalam menghadapi dampak el nino dan perubahan cuaca yang ekstrim.” ungkap Syahrul, dikutip Lakeynews, Sabtu, 18/05/24.

 

Syahrul berpesan kepada petani penerima manfaat Irigasi Perpompaan agar menjemput/mengambil dengan Bismillah, kemudian dijalankan dengan ikhtiar yang maksimal,

 

“Jika sudah masuk di hati para petani sekalian, yakin pekerjaan itu akan dijalankan secara teknis dengan baik dan jalankan program ini dengan administrasi dan teknis yang baik,” pesannya.

Foto, Plt. Kepala Distanbun Syahrul Ramadhan didampingi Kabid PSPP Eddy Khaidir, SP dan sejumlah pejabat lainnya beserta Koptan penerima manfaat di Kecematan.

 

Dalam Kesempatannya yang sama, Kabid PSPP Eddy Khaidir menjelaskan, bahwa ada beberapa hal penting yang melatarbelakangi kegiatan PAT 2024.

 

Antara lain, dampak terjadinya perubahan cuaca dan iklim secara global yang dapat memengaruhi berkurangnya ketersediaan pangan nasional.

 

Oleh karena itu, pemerintah pusat telah membangun sinergi antara Kementan dan Panglima TNI. salah satu membentuk kemitraan tersebut,

 

Sehingga hadirnya program PAT Padi dengan menurunkan bantuan sarana Irigasi Perpompaan. dengan demikian, petani tetap dapat melakukan kegiatan budidaya padi dalam menopang ketersediaan pangan nasional.

 

“Di level bawah atau desa, dilibatkan anggota TNI (Babinsa) untuk melakukan pengawalan dan pendampingan,” jelas Kabid.

 

Disisi lain juga Kabid menekankan, bahwa upaya Penambahan Areal Tanam (PAT) tersebut selaras dengan program pemerintahan Bupati H. Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah).

 

“Itu termuat dalam Program JARAPASAKA (Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan), dimana salah satunya terkait peningkatan produksi padi,” ucap Kabid menutup Penyampainnya

 

Penulis : IW