Dinilai Tidak Memenuhi Standar Gizi, Wali Murid Minta Pangawas MBG Evaluasi SPPG Yayasan Dhiaul Fikri Sukarara.

Foto, Beragam Menu Gizi yang diduga disalurkan oleh pihak SPPG Yayasan Dhiaul Fikri Sukarara.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Sejumlah wali murid penerima bantuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dompu mengeluhkan kualitas menu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi sebagaimana yang ditentukan dalam program tersebut.

 

Selain itu juga, porsi menu yang dibagikan SPPG Yayasan Dhiaul Fikri Sukarara diduga tidak sesuai dengan standar porsi untuk anak-anak tingkat SMP.

 

Diketahui SPPG tersebut beralamatkan di Jalan Baru Kelurahan Karijawa Kecematan Dompu Kabupaten Dompu.

 

Wali murid, Asal Kelurahan Potu, Adi Supriyadin mengungkapkan bahwa menu Gizi yang diterima oleh anaknya yang bersekolah di SMPN 4 Dompu, kalau merujuk pada Gizi itu jauh dari dari kata Gizi.

 

Karena setiap hari, anak-anak dikasih menu kacang asing, setahu saya kacang asing ini kan kolesterolnya tinggi kemudian buah tidak sesuai porsi, itu masalahnya,” bebernya Adi Supriyadin sambil memperlihatkan foto porsi menu.

 

Lanjut, Adi menjelaskan, bahwa menu Gizi yang dibagikan harusnya sesuai dengan porsi Rp. 10 ribu,” minimal porsi 8-7 ribu, jangan sampai porsi 5-6 ribu, jauh sekali apa yang diharapkan, jadi nilai gizinya sudah tidak ada lagi.

 

Adi juga mempertanyakan tugas ahli Gizi di MBG seperti apa, kalau menu Gizinya demikian,” jangan2 ahli Gizinya terhipnotis dengan keuntungan besar untuk MBG ini,” ungkapnya.

 

Secara keseluruhan, Kata Adi, bahwa menu Gizi yang diterima oleh anak-anak itu diduga tidak layak.

 

Foto, Contoh menu SSPG Lewidewa Soromandi

 

“Jadi berbicara layak dan tidaknya menu itu, seperti contoh SSPG Lewidewa Soromandi jadi setiap menu yang dibagikan itu tetap dilampirkan semua, nilai Gizinya berapa, harganya berapa! jadi kita tau kadar Gizinya berapa, dan harga satuan per/MBG ini berapa itu jelas semua,’ katanya.

 

Ditambahkan Wali Murid, menu Gizi di Dompu ini, sudah sering kita keluhkan di medsos, tetapi tidak pernah direspon.

 

Oleh karena itu, Adi menekankan kepada Koordinator MBG Provinsi NTB, agar memperketat pengawasan, karena ini berbicara Gizi untuk anak-anak kedepannya, karena Gizi ini salah satu penentu kecerdasan anak.

 

Jangan hanya menunggu laporan diatas kertas, tapi MBGnya juga diawasi, agar Gizinya tetap terjaga,” ujarnya penuh harap.

 

Senada juga yang disampaikan oleh Wali murid Lainnya yang tidak mau disebutkan namanya dalam pemberitaan, mengatakan bahwa sebagian menu yang disajikan oleh SPPG tersebut diduga kuat tidak memenuhi standar Gizi,

 

Karena kampir setiap hari itu, disajikan menu kacang asing, dan jajan2 yang diduga menggunakan bahan pengawet,” ungkapnya.

 

Sementara, pihak SPPG Yayasan Dhiaul Fikri Sukarara, di Konfirmasi Media, belum mau memberikan keterangan.

Penulis IW 

image_pdfimage_print