Dipimpin Langsung Kapolres, Tim Gabungan Polres Dompu Kembali Gempur Kampung Rawan Narkoba Di Kelurahan Bali Satu 

Foto, Barang Bukti (BB) yang diduga sabu-sabu dengan berat bruto mencapai 19,95 gram serta BB Lainnya 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Dalam rangka memberantas peredaran narkotika, di Bumi Nggahi Pahu ini, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu kembali melakukan operasi besar-besaran di wilayah yang diduga menjadi kampung rawan narkoba, Senin (01/06/2026) sekitar pukul 11.15 WITA di Lingkungan Bali Barat, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

 

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., dengan melibatkan gabungan personel Satresnarkoba, Opsnal Puma, Opsnal Intelijen, serta personel Sat Samapta Polres Dompu.

 

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial S (46), yang diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu. Terduga diamankan di rumah miliknya yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

 

Saat penggerebekan berlangsung beberapa terduga lainnya berhasil melarikan diri, sementara petugas langsung melakukan pengamanan terhadap pemilik rumah dan melaksanakan penggeledahan dengan disaksikan oleh saksi umum dan aparat setempat.

 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa klip kosong sisa pakai, sekop dari sedotan, timbangan digital, beberapa paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu, korek api, serta dua unit handphone dengan total berat bruto barang bukti mencapai 19,95 gram.

 

Selama proses penggeledahan berlangsung, petugas juga mendapat penolakan dari sejumlah warga dan keluarga terduga yang sempat menghalangi jalannya proses evakuasi. Namun situasi berhasil dikendalikan dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman hingga petugas membawa terduga ke Mako Polres Dompu guna proses hukum lebih lanjut.

 

Ditempat kejadian tersebut, Lurah Bali, Muzakkir Akbar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi tetap kondusif dan mempercayakan seluruh proses penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

 

Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Mari bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkotika demi menjaga generasi muda dan keamanan lingkungan kita,” ujar Muzakkir Akbar.

 

Diwaktu yang sama Kasat Resnarkoba Polres Dompu IPTU Rahmadun Siswadi, S.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut dan menegaskan bahwa operasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengungkap jaringan peredaran narkotika lainnya di wilayah Kabupaten Dompu,” ungkap IPTU Rahmadun.

 

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

 

Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kerja sama dan kepeduliannya dalam membantu pihak kepolisian memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Dompu. Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang sigap menindaklanjuti laporan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” ujar IPTU Nyoman.

 

Saat ini terduga beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Dompu guna menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. (Sumber Humas Polres Dompu)

Penulis IW 




Saluran Irigasi Sekunder Bendungan Tanju Diduga Tidak Berfungsi Lama, Kompak NTB, Stop Habiskan Anggaran Miliaran Untuk Pemeliharaan Tak Berguna, 

Foto Bendungan Tanju dan Saluran Irigasi Sekunder.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews.com – Sistem saluran irigasi Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu memiliki total panjang jaringan sepanjang 48 km yang mencakup sisi kanan dan kiri. Infrastruktur ini dirancang untuk menyalurkan air secara optimal guna mengairi Daerah Irigasi (DI) Tanju seluas \(2.242\) hektare.

 

Namun, Infrastruktur saluran sekunder Bendungan Tanju mengalami masalah teknis yang menyebabkan aliran air tidak berfungsi hingga ke lahan pertanian. Permasalahan ini dipicu oleh kerusakan fisik pada saluran yang menyebabkan kehilangan air serta masalah sedimentasi.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait terus memprioritaskan perbaikan saluran sekunder dan tersier agar dapat mendistribusikan air dengan baik ke area persawahan dengan menggelontorkan anggaran negara miliaran hampir setiap tahunnya.

 

Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan besar masyarakat kabupaten Dompu! karena saluran irigasi sekunder yang kerap perbaiki dengan anggaran negaran miliaran, namun saluran irigasi sekunder tetap tidak dimanfaatkan oleh masyarakat petani sejak diresmikannya tahun 2019 hingga sampai saat ini yang terkesan sia-sia,

 

Hal itu, diungkapkan oleh koordinator Kualisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) NTB, Syamsul Anhar, SPd, pada awak media, di taman kota Dompu, Kamis, 28/05/26.

 

Koordinator Kompak NTB, mengungkapkan bahwa bendungan tanju dengan jaringan irigasi yang sudah lama di bangun, namun belum dapat dimanfaakan oleh masyarakat petani.

 

Karena saluran sekunder sebelah kiri dari arah hilir, sudah ketutup sedimentasi, namun pemerintah BBWS NT1, tetap menggucurkan anggaran untuk biaya pemeliharaan atau normalisasi dengan pengerukan setiap tahunnya,

 

Bukan main, negara habiskan anggaran yang cukup fantastis hanya untuk pemeliharaan yang tidak berguna,” ungkapnya serius 

 

Oleh Sebab itu, Syamsul Anhar menegaskan bahwa patut dipertayakan terkait pemanfaatan air di waduk bendungan tanju, jika belum juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani sampai saat ini!

 

Dan pertanyaan sederhana, kenapa dipaksakan di bangun! yang pada akhirnya pemerintah terus menggelontorkan anggaran besar hanya untuk menjaga atau pemeliharaan?,” pungkasnya

 

Oleh karena itu, kuat dugaan bahwa pembangunan tersebut dijadikan sarana Konspirasi jahat bagi oknum2 yang terlibat, untuk mendapatkan keuntungan besar terhadap anggaran negara tersebut.

 

Untuk itu, Koordinator Kompak NTB menuntut pihak BBWS NT1, agar bertanggung jawab, dalam hal ini PPK OP yang menangani hal tersebut

 

Oleh karenanya, Anhar mendesak kementerian terkait agar segera melakukan evaluasi terhadap pembangunan tersebut, karena berpotensi merugikan keuangan negara.

 

Disamping itu, Ia juga menekankan kementerian terkait agar tidak lagi menggelontorkan anggaran negara miliaran hanya untuk pemeliharaan yang tidak bermanfaat ataupun bangun baru, sebelum saluran irigasi sekunder bendungan tanju berfungsi untuk kepentingan masyarakat petani.

 

Stop habiskan anggaran negara miliaran hanya untuk pemeliharaan yang tak berguna,” tegasnya 

 

Selain itu, Anhar meminta para Auditor untuk segera melakukan audit Investigasi terhadap pembangunan tersebut, karena terdapat dugaan tindak pidana Korupsi “berjemaah” oleh oknum2 yang terlibat.

 

Wajib di Audit, alih-alih mendukung program pangan nasional, malah dijadikan ladang bagi2 cuan oleh oknum2 yang terlibat dalam pembangunan tersebut,” ucapnya penuh sinis.

 

Senada juga dikeluhkan masyarakat petani Dompu, bahwa pembangunan tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian para petani.

 

Padahal pembangunan tersebut sudah lama di bangun, tapi hanya dijadikan pemandangan saja,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Masyarakat Petani Dompu meminta kepada pihak BBWS NT1, untuk segera mengungsikan saluran sekunder Bendungan Tanju tersebut, agar petani dapat memanfaatkannya.

 

“Itu yang menjadi harapan besar kami petani, ” ujarnya. 

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum dapat dimintai keterangannya.

Penulis IW