Disnakertrans Desak Sponsor Pulangkan PMI Asal Simpasai Dan Keluarga Ancam Akan Tempuh Jalur Hukum 

Foto, KTP PMI, Dewi Anggraeni asal Kelurahan Simpasai Kec Woja Kab Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Menindaklanjuti terkait Penyaluran PMI atas nama Dewi Anggriani warga Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB ke Saudi Arabia pada tahun 2022 oleh dua oknum sponsor yakni Jul warga Kelurahan Simpasai dan Ros warga Desa Wawonduru, akhirnya mulai terkuak.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Dompu, Abdul Syahid, SH yang dikonfirmasi sejumlah media sekitar tiga pekan terakhir menegaskan bahwa penyaluran Dewi selaku pahlawan devisa ke Arab Saudi untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia itu asli illegal atau tidak resmi.

 

Hal itu dibuktikan bahwa dua oknum sponsor yakni Jul dan Ros sama sekali tidak pernah melaporkan ke Disnakertrans Kabupaten Dompu dalam hal penyaluran PMI ini ke negara timur tengah bahkan nama Dewi Anggriani sendiri tidak tercatat dalam SIP atau sistem aplikasi tenaga kerja.

 

Saya tegaskan bahwa penyaluran Dewi Anggriani ke Saudi Arabia oleh Pak Jul dan Ibu Ros sama sekali illegal atau tidak resmi,”tegas Syahid kepada sejumlah media saat ditemui diruang kerjanya.

 

Eks Kadis Kominfo Kabupaten Dompu ini meminta kepada kedua sponsor agar bertanggungjawab sepenuhnya untuk memulangkan Dewi Anggriani yang sekarang masih berada di Kantor penampungan Sakkan Saudi Arabia.

 

Dimana sesuai keterangan pihak keluarga nya bahwa keberadaan Dewi Anggriani sudah berjalan 9 bulan lamanya bahkan Dewi sendiri pernah mengalami depresi sampai hilang ingatan akibat terlantar di Saudi Arabia.

 

Bahkan pihak keluarga Dewi juga sudah mengajukan laporan pengaduan ke Disnakertans sekitar bulan Oktober 2025 kemarin dan semuanya sudah ditangani dengan meneruskannya ke Kantor BP2MI Mataram untuk ditindaklanjuti.

 

Kami akan menindaklanjuti kembali laporan pengaduan ini. Yang jelas semuanya sudah kami proses dan teruskan ke Kantor BP2MI Mataram,”ujarnya.

 

Bagaimana progres dalam penanganan persoalan Dewi Anggriani ini oleh Disnakertans Kabupaten Dompu sementara hingga kini tidak ada penyelesaiannya karena Dewi Anggriani sendiri masih berada di Kantor Sakan Saudi Arabia ?

 

Kadisnakertrans menegaskan bahwa pihaknya akan menghubungi Kantor BP2MI Mataram untuk mempertanyakan progres penanganan persoalan Dewi ini.

 

Insyaallah kami akan menanyakan hal ini ke Kantor BP2MI Mataram,”tegas Syahid lagi.

 

Sementara keluarga Dewi Anggriani yang ditemui media ini dikediamannya belum lama ini membeberkan bahwa penjemputan Dewi Anggriani dari rumah untuk berangkat ke Saudi Arabia sebagai PMI oleh oknum Sponsor bernama Jul, terjadi pada pukul 03.00 Wita atau waktu subuh pada tahun 2022 lalu.

 

Bahkan pemberangkatan Dewi Anggriani sendiri tidak ada surat persetujuan dari orang tua bahkan Kelurahan sendiri. Semulanya Dewi dijanjikan akan diberangkatkan secara legal oleh sponsor bernama Jul, tapi kenyataannya, justeru Dewi diberangkatkan secara illegal.

 

Kami datangi Pak Jul dan meminta agar Dewi dipulangkan kembali ke Indonesia tapi justru Pak Jul arahkan kami ke rumah Ibu Ros di Wawonduru selaku pihak yang menyalurkan Dewi,”ungkap keluarga Dewi.

 

Parahnya, lanjut keluarga Dewi, penyaluran Dewi oleh Jul dan Ros justeru menggunakan Paspor Malaysia karena paspor tersebut masih aktif 1 tahun dan katanya bisa digunakan ke Saudi Arabia. Saat pemberangkatan, Dewi diberikan uang belanja senilai Rp. 7 juta oleh sponsor.

 

Kami bingung, kenapa ke 3 rekan Dewi sesama PMI yang disalurkan oleh Pak Jul dan Bu Ros ke Saudi Arabia dalam waktu bersamaan justeru sudah dipulangkan oleh kedua oknum tersebut, kok Dewi Anggriani seakan-akan tidak diurus dan justeru dibiarkan terlantar di Sakkan Saudi Arabia,”ujar keluarga Dewi.

 

Terkait hal itu, keluarga Dewi Anggriani meminta dengan tegas kepada Jul dan Ros untuk bertanggungjawab sepenuhnya dan wajib memulangkan Dewi secepatnya sampai ke tanah kelahirannya dalam keadaan selamat.

 

Kalau permintaan kami ini tidak diindahkan maka kami akan menempuh jalur hukum,”cetusnya.

 

Secara terpisah Jul selaku sponsor yang dihubungi media ini ke telepon WhatsApp pribadinya, justeru tidak aktif.

 

Sementara Ros selaku pihak penyalur Dewi Anggriani ke Saudi Arabia yang dikonfirmasi media ini dikediamannya pekan kemarin mengaku, pihaknya melalui bantuan orang lain yang ia hubungi berjanji akan memulangkan Dewi Anggriani ke tanah air secara pasti pada tanggal 02 Maret 2026.

 

“Pasti kok kalau Dewi akan dipulangkan pada tanggal 02 Maret 2026. Ini kata orang yang saya mintai bantuan untuk mengurus surat-surat kepulangan Dewi berupa visa maupun tiket,”aku Ros.

Penulis IW 




Dua Oknum Sponsor Ilegal Diduga Terlantarkan PMI Asal Simpasai Di Tempat Pengasingan Selama 9 Bulan.

Foto, KTP PMI, Dewi Anggraeni asal Simpasai Kec Woja Kab Dompu 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Seorang Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, Dewi Anggriani (33) di duga disalurkan ke Saudi Arabia secara illegal oleh oknum sponsor inisial Jul dan Ros.

 

Kedua oknum sponsor ini merupakan pihak yang menyalurkan Dewi pada tahun 2022 lalu sebagai pembantu rumah tangga dengan menggunakan visa ziarah dan paspor Malaysia.

 

Kini, Pekerja Migran Indonesia, Dewi Anggraeni diduga dibiarkan begitu saja di tempat penampungan Sakkan di Saudi Arabia selama 9 bulan oleh pihak Sponsor tersebut, yang sampai saat ini belum memberangkatkan ke tempat tujuan Malaysia.

 

Berdasarkan penuturan, PMI, Dewi Anggriani saat dihubungi media ini, via telepon WhatsApp pribadinya beberapa pekan lalu, mengungkapkan bahwa dirinya dibawa ke majikan pertama dan mendapatkan kekerasan yang kemudian ia masuk ke majikan kedua justeru dibuang ke jalan sepi sekitar hutan sehingga ia bekerja dimajikan ketiga yang kemudian kabur dan berada di Kantor penampungan Sakkan Saudi Arabia karena mendapatkan kekerasan fisik pula.

 

Lebih lanjut, Dewi mengaku bahwa dirinya berada di penampungan Sakkan sudah berjalan 9 bulan lamanya, namun dari pihak sponsor Jul dan Ros terkesan tidak bertanggungjawab untuk memulangkan kembali Dewi, walaupun sebelumnya jauhari pihak keluarga nya telah mendatangi kediaman kedua sponsor tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

 

Keluarga saya sudah berulang kali mendatangi rumah Ibu Ros di Desa Wawonduru dan Pak Jul di Kelurahan Simpasai. Mereka terus menjanjikan kepulangan saya tapi sampai hari ini saya belum juga diurus untuk dipulangkan,”aku Dewi.

 

Sementara itu, Orang tua Dewi juga mengakui hal itu. Dimana keluarganya kerap mendatangi kediaman Ros dan Jul selaku pihak penyalur Dewi ke Saudi Arabia, tetapi tidak ada hasil bahkan oknum sponsor bernama Jul justeru meminta uang senilai Rp. 3 juta dan telah diberikan dan uang tersebut dimintai kembali karena yang bersangkutan tidak becus mengurus kepulangan Dewi.

 

Kami sering kali mendatangi kediaman Bu Ros untuk meminta agar Dewi segera dipulangkan tapi tidak ada hasilnya. Kami meminta pertanggung jawaban Bu Ros dan Pak Jul agar segera memulangkan anak saya secepatnya, jangan main janji janji saja,”ungkap orang tua Dewi kepada media ini.

 

Jujur, untuk mengurus kepulangan Dewi ini, kami sudah menghabiskan uang sekitar Rp. 10 juta dan diberikan kepada sejumlah orang tempat kami meminta bantuan tapi hasilnya nihil dan uang itu kami ikhlaskan semuanya,”cetus ortu Dewi lagi.

 

Ortu Dewi juga menyampaikan bahwa usaha memulangkan Dewi tidak hanya sampai disitu, sekitar bulan Januari 2026 kemarin, pihaknya mendatangi BP2MI Mataram untuk melaporkan hal ini, hingga sekarang tidak ada kepastian pula terkait kepulangan Dewi.

 

Kami minta keseriusan Bu Ros dan Pak Jul agar anak saya Dewi bisa dipulangkan secepatnya, tidak usah lagi banyak alasan,”ucapnya.

 

Terkait hal itu, Rohana selaku sponsor yang menyalurkan Dewi ke Saudi Arabia yang dikonfirmasi media ini beberapa pekan lalu menjanjikan bahwa Dewi akan dipulangkan antara tanggal 17 hingga 18 Januari 2026. Bahkan penetapan tanggal tersebut telah disampaikan Rohana melalui voice ke media ini.

 

Dewi akan dipulangkan pada tanggal 17 hingga 18 Januari 2026 nanti, itu pasti. Kalian tunggu saja,”janji Ros.

 

Namun ketika media ini kembali mengkonfirmasi lanjut sekitar akhir bulan Januari, Ros mengaku sesuai dengan janji pihak yang membantunya untuk memulangkan Dewi bahwa kepastian kepulangan Dewi dari Saudi Arabia ke Indonesia yakni pada tanggal 02 Maret 2026 besok.

 

Semua surat-surat Dewi termasuk tiket, visa untuk kepulangan Dewi sedang diurus. Yang pasti tanggal 02 Maret 2026 Dewi akan dipulangkan ke Indonesia,”aku Ros kepada media ini dan keluarga Dewi saat ditemui di kediamannya.

Penulis IW 




Dampingi Wagub NTB Road Show Safari Ramadhan, Bupati Dompu, Ajak Masyarakat Support Program Pemerintah.

Foto, Wakil Gubernur NTB, NTB, HJ. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP dan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, Road show Safari Ramadhan 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Dalam rangka memperperkuat sinergitas sekaligus mempererat tali silaturrahim antara Pemprov NTB dengan masyarakat Dompu khususnya.

 

Wakil Gubernur NTB, HJ. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Dompu dengan agenda Safari Ramadhan, Minggu (01/03/26).

 

Agenda Safari Ramadhan tersebut diawali peninjauan Desa Berdaya Saneo Kecematan Woja untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu.

 

Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB berupa paket logistik dan uang santunan kepada 4 keluarga yang tergolong dalam kategori sangat miskin, dan Kepala Keluarga ini juga nantinya akan mendapatkan bantuan bedah rumah.

 

Kemudian disusul dengan agenda kedua yaitu mengunjungi lokasi pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Kandai Dua,

 

Pada agenda tersebut, Wagub NTB melihat langsung progres pembangunan Koperasi serta menyerahkan fasilitas penunjang sarana dan prasarana operasional.

 

Dimomentum itu, Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menyatakan bahwa Desa Berdaya bukan sekadar program pemerintah, melainkan sebuah gerakan bersama untuk menurunkan kemiskinan melalui pembangunan yang berangkat dari desa dan berbasis data.

 

Dengan Data memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran”jelasnya.

 

Sedangkan untuk KDKMP diharapkan menjadi pilar utama penggerak ekonomi desa, menurunkan harga kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang transparan dan mandiri.

 

KDKMP diharapkan mampu memperkuat perekonomian di tingkat desa/kelurahan, membuat desa mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung”Ujarnya

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, mendukung penuh adanya program pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB dan berharap akan banyak lagi masyarakat yang terbantu untuk tahun-tahun yang akan datang.

 

Bupati juga menegaskan bahwa akan terus secara aktif mendorong percepatan pembentukan dan penguatan KDKMP di seluruh wilayah Kabupaten Dompu.

 

KDKMP merupakan langkah strategis ini bertujuan mewujudkan kemandirian ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta memperkuat sektor usaha berbasis potensi lokal”tuturnya

 

Turut serta hadir dalam kunjungan tersebut Pejabat Pemerintah Propinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu, unsur Muspika Kecamatan Woja serta insan pers.

 

Penulis IW