Petani Dompu Apresiasi Hadirnya Program Irigasi Swakelola Tipe 1 BWS NT1, Diharapkan Berkelanjutan

Foto, Serba-serbi para Crue BWS NT I dengan Kelompok Tani (Poktan) di beberapa lokasi pekerjaan saluran irigasi 

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Para Petani di Kabupaten Dompu menyampaikan apresiasi atas hadirnya Program Irigasi Swakelola Tipe 1 BWS NT I, tahun 2025

 

Dimana program ini sangat membantu para petani dalam upaya meningkatkan penghasilannya serta memberikan peluang pada Kelompok Tani (Poktan) dalam pembangunan irigasi.

 

Karena tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan strategis seperti padi,

 

Serta mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan bagi petani

 

Kepada Media, Koptan Potu Utara Kelurahan Kandai Satu, Buyung Suriansyah menyampaikan apresiasi atas hadirnya program irigasi ini, karena sangat bermanfaat bagi petani khususnya di Kelurahan Kandai Satu.

 

Alllhamdulillah pemanfaatan bagi petani sudah sangat luar biasa,” ucap Buyung saat diwawancarai oleh awak media di lokasi pekerjaan irigasi di Kelurahan Kandai Satu Kec Dompu, Minggu, 04/01/26

 

Lebih lanjut Buyung mengungkapkan awalnya saluran irigasi ini murni dari tanah, setelah hadirnya program irigasi Swakelola BWS NT I ini, akhirnya saluran irigasi bisa di permanen.

 

“Jadi awalnya aliran air tidak lancar dan sekarang sudah 100% lancar,” ungkapnya.

 

Untuk itu, Saya mewakili petani atas Poktan Potu Utara mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan pihak BWS NT I.

 

“Prabowo Is the best, semoga 2 Periode,” ujar Buyung penuh semangat.

 

Senada juga yang disampaikan oleh Petani Madapuma di Kec. Manggelewa, dengan adanya Dam Tanju dan saluran irigasi ini sangat membantu sekali petani yang ada di madapuma.

 

Karena sudah bertahun-tahun, petani khususnya di madapuma sangat mengidam-idamkan air yang keluar dari dam tanju yang dialiri dengan saluran irigasi ini,

 

Maka, saya selaku petani sekaligus pemuka masyarakat sudah membuktikan dengan mata dan kepala Bapak2 dari BWS ini, Alhamdulillah belum 100% pekerjaan irigasi tapi kelihatannya sudah luar biasa dan sangat bermanfaat bagi kami, saya ucapkan terimakasih kepada Bapak2 BWS ini,” Petani Madapuma

 

Untuk itu, kami meminta kepada pihak BWS NT I, agar secepat mungkin menyelesaikan pekerjaan irigasi ini, sehingga asas manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat terutama sekali masyarakat madapuma

 

Kami sudah lama mengharapkan adanya saluran irigasi ini,” cetusnya penuh kegembiraan.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa hadirnya pembangunan saluran irigasi ini, sangat membantu kami para petani khususnya di madapuma,

 

“Biasanya panennya hanya 1x setahun dan mudah-mudahan dengan adanya saluran irigasi Dam Tanju ini panennya bisa 2/3 kali setahun.” ungkapnya penuh harap.

 

Sementara itu, Koptan Desa Mbawi, H. Saleh menyampaikan bahwa kami petani sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo dan pihak BWS NT I. dengan adanya program irigasi ini

 

Karena kebutuhan air dipastikan lancar dan tentunya hasil panen juga lebih baik sebelumnya,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Ia berharap semoga Bapak Prabowo terpilih lagi sebagai presiden yang kedua kalinya, agar program irigasi ini berkelanjutan, sehingga kebutuhan air untuk petani di Desa Mbawi lancar

 

Saya Do’a kan Pak Probowo 2 periode,” ujarnya penuh harap.

 

Tidak ketinggalan juga dengan Lurah Kandai, Zainudin, mengapresiasi hadirnya program pembangunan saluran irigasi ini

 

Karena akan memperlancar kebutuhan air bagi para petani sehingga hasil pertanian dapat meningkat dari sebelumnya.

 

“Saya atas nama Pemerintah Kelurahan Kandai Dua, Kecematan Woja, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Prabowo dan pihak BWS NT I atas program inspres nomor 2 tahun 2025 ini.” ucap lurah kandai dua 

 

Penulis IW 




Progres Irigasi Swakelola Tipe 1 BWS NT 1, Mencapai 85% Dan Ditargetkan Rampung Akhir Januari

Foto, PPK BBWS OP III NT I, Syamsudin, ST,.MT, Ketua Pelaksana Progam, Hasan, AMd, dan Tenaga Ahli Konsultan Teknik Balai (TAKTB), Arianto Yoyo Saputra, ST, bersama awak media di lokasi kegiatan irigasi.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Progam Daerah Irigasi Komplek, Swakelola Tipe 1, BWS NT 1 Tahun 2025, yang tersebar di 10 Desa/Kelurahan, di Kecematan Dompu, Woja dan Manggelewa ini berjalan lancar dan aman.

 

Dengan ditargetkan rampung akhir bulan januari tahun 2026, karena progresnya sudah mencapai sekitar 85% dengan mutu pekerjaannya tetap selalu terjaga

 

Hal itu yang sampaikan oleh Ketua Pelaksana Progam, Hasan, AMd, saat diwawancarai awak media di lokasi pekerjaan irigasi di kelurahan kandai satu kec Dompu, Minggu, 04/01/26.

 

Hasan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan Program Inpres nomor 2 tahun 2025 Swakelola Tipe 1 yang dikerjakan oleh BWS NT 1 NTB dan didampingi oleh Kelompok Tani (Poktan) serta masyarakat setempat.

 

Dan lokasi pekerjaan ini, tersebar di Kecematan Dompu sampai dengan di Kecematan Woja, mulai dari Desa Kramabura, Katua, O’o, Manggeasi, Dorobara, Mbawi serta Kelurahan Kandai Satu dan Kandai Dua.

 

Dengan panjang volume pekerjaan keseluruhannya, yaitu sekitar 31 km yang tersebar di 10 Desa/kelurahan

 

Untuk data CPCL nya itu dilakukan oleh teman-teman pertanian di daerah,” jelas Hasan.

 

Lebih lanjut Hasan mengungkapkan dari awal peletakan batu pertama kita melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Pemerintah Desa/Kelurahan dan BPP.

 

Disatu sisi, Babinsa dan Babinkamtibmas ini memiliki program tersendiri yaitu program Swasembada pangan yang diperintahkan langsung oleh pimpinan mereka, untuk melakukan pemantauan di zona masing2, termasuk pekerjaan ini.” mereka tetap kontrol setiap saat, setiap waktu dan memberikan laporan kepada pimpinannya,” pungkasnya.

 

Sementara untuk pemasok material Galian C, itu ada 3 perusahaan, yakni Perusahaan Kian Sukses di Desa Katua, Bina usaha satu Desa Bakajaya Dan Perusahaan milik Lihang Kelurahan Bali Satu.” ketiga perusahaan ini memiliki Izin Galian C yang sah,” bebernya.

 

Namun, Hasan juga mengakui bahwa pekerjaan ini memang terlambat tetapi bukan faktor kesengajaan melainkan dikarenakan faktor hujan dan kendala teknis lainnya,

 

Keterlambatan ini, kami sudah sampaikan langsung ke pimpinan kita yang paling tinggi di BWS NT 1, kemudian diberikan perpanjangan waktu satu bulan, karena memang sejauh ini kami dari pihak BWS NT 1, tidak masalah dengan keterlambatan ini dan kami lebih fokus mengejar penyelesaian pekerjaan ini di akhir bulan januari menjelang bulan februari 2026″ katanya.

 

Terkait isu yang beredar mengenai rendahnya harga para pekerja, dengan tegas Hasan membantah bahwa untuk pembayaran para pekerja itu tetap mengacu pada standar harga dan PPH/PPN nya

 

“Jadi tidak ada istilah kata rendah harga untuk para pekerja, karena rata-rata, harga satuannya, misalkan 500, tentu saja kita serahkan ke bawah nggak sampai 500, karena potongan PPH/PPN tadi, di sini juga ada masuk Galian c, jadi ingklut semua bahkan untuk pembayaran pekerjaan itu tidak pernah tersendat dan lancar,” sangkalnya.

 

Kemudian terkait pasangan diatas pasangan, Hasan menerangkan bahwa sistem yang dipakai itu ada dua yaitu sistem peningkatan dan rehabilitasi,“ Dua istilah ini yang perlu dipahami dulu, kenapa ada pekerjaan pasangan diatas pasangan?, karena memang pekerjaan itu rehabilitasi, dimana pekerjaan yang sudah ada itu yang kita rehap, jadi tidak masalah dan sejauh ini masih aman dan lancar saja,” terangnya.

 

Oleh karena itu, kami selaku Tim Teknis di lapangan berharap agar program ini berjalan aman dan lancar tanpa ada problem yang terjadi dilapangan.

 

“Maka dengan adanya pekerjaan swakelola ini, tentunya memberikan peluang kepada teman-teman poktan maupun para ngesup yang ada di lapangan dan Masyarakat petani yang ada di Daerah Irigasi (DI) komplek merasa berterima kasih atas kehadiran impres nomor 2 ini.” ucap Ketua Pelaksana.

 

Senada juga yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Konsultan Teknik Balai (TAKTB), Arianto Yoyo Saputra, ST, menyampaikan bahwa kegiatan terdapat sekitar 73 Poktan yang beredar di Kecematan Dompu, Woja dan Manggelewa

 

Alhamdulillah, pencapaiannya sudah 85%, dan kita lagi kejar untuk mencapai 100%,” jelas Mas Yoyon sapaan akrabnya.

 

Lanjut Yoyon menjelaskan dimana waktu pelaksanaan yang seharusnya berakhir di bulan Desember tahun 2025,” dan sekarang ada penambahan waktu diakhir Januari 2026, insyaallah dipastikan selesai,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, Yoyon menegaskan bahwa kami telah menginstruksikan untuk segera penambahan tenaga kerja, agar mencapai progres yang di sketjulkan.“ Jadi kegiatan ini sangat diharapkan oleh para petani selaku penerima manfaat dan sangat bersyukur dengan hadirnya program ini sehingga menginginkan program ini berkelanjutan,” ungkapnya mengulang harapan petani 

 

Ditambahkan Yoyon, mengacu pada gambar kerja/shop drawing, terkait tipykal dimensi saluran tersier pekerjaan inpres 02 Tahun 2025,

 

“Dimensi salurannya tidak berpondasi, seperti halnya saluran sekunder maupun primer, tapi menggunakan podasi langsung lantai yg mengikat dua sisi.” Paparnya.

 

Karena jenis kegiatan pekerjaannya Pembangunan irigasi ini adalah Peningkatan serta rehabilitasi.

 

Untuk itu, Konsultan muda ini berharap program inpres nomor 2 tahun 2025 ini berjalan sesuai rencana.

 

“Semoga program ini bermanfaat bagi para petani,” ujar Yoyon diakhir penyampaiannya.

Penulis IW 




Disnakkeswan Dompu Bersama UPTD Kempo, Lakukan Vaksinasi Massal Dan Pemberian Vitamin Gratis Pada Sapi Di Kawasan Pelepasan Ternak Doroncanga

Foto, Kadis Disnakkeswan Dompu, Muhammad Abduh, SE, MSi Bersama UPTD Kempo dan beserta seluruh stafnya, saat melakukan Vaksinasi Massal Dan Pemberian Vitamin Gratis Pada Sapi Di Kawasan Pelepasan Ternak Doroncanga Kec Pekat, Kab Dompu.

 

 

 

Dompu, NTB, ChanelNtbNews – Demi melayani masyarakat khususnya para peternak di penghujung tahun 2025, Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Dompu bersama UPTD Peternakan Kec. Kempo melakukan vaksinasi PMK massal

 

Sekaligus pemberian vitamin gratis terhadap sapi masyarakat di Kawasan pelepasan ternak doroncanga, Kecematan Pekat Kabupaten Dompu, Rabu (31/12/25) kemarin.

 

Hal itu, disampaikan oleh Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Dompu, Muhammad Abduh, SE, MSi, pada awak media di kediamannya jalan baru, Kelurahan Karijawa Kec Dompu, Kanis, 01/01/26.

 

Foto, Kadisnakkeswan Dompu, Muhammad Abduh, SE,.MSi, saat  melakukan pemantauan pada kegiatan Vaksinasi Masal dan Pemberian Vitamin Gratis terhadap Sapi di Kawasan Pelepasan Ternak Dorocanga Kec. Pekat 

 

Muhammad Abduh, menjelaskan bahwa Total realisasi vaksinasi PMK dan pemberian vitamin gratis di seluruh kecamatan se Kabupaten Dompu sebanyak 36.300 ekor .

 

Maka, dengan adanya kegiatan vaksinasi dan pemberian vitamin gratis ini,  kata Abduh, sapi2 milik peternak yang ada di kawasan pelepasan padang penggembalaan ternak doroncanga bisa terhindar dari penyakit mulut dan kuku ( PMK).

 

“Kami dari Dinas Peternakan dan Keswan tetap gencar meningkatkan program penanggulangan penyakit hewan menular dengan terus meningkatkan pelayanan keswan” ungkap Abduh penuh semangat 

 

Disamping itu, Abduh menegaskan, bahwa kami tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar kedepan masyarakat bisa merubah sistim peternakan,

 

“Dari sistim ekstensif tradisional ke sistim intensif (penggemukan).” terang Kadis diakhir penyampaiannya.

 

Penulis IW